- Tokocrypto meluncurkan produk investasi Tokenized Stocks pada 14 Juli 2026 untuk memfasilitasi akses saham global bagi investor Indonesia.
- Layanan ini memungkinkan perdagangan aset dunia nyata selama 24 jam melalui teknologi blockchain dengan fleksibilitas dan transparansi tinggi.
- Tokocrypto menerapkan mekanisme Proof-of-Collateral berbasis blockchain guna menjamin transparansi serta keterbukaan pengelolaan aset digital bagi seluruh pengguna platform.
Suara.com - Industri mulai bergerak ke arah tokenisasi aset (asset tokenization), sebuah teknologi yang memungkinkan aset dunia nyata seperti saham diperdagangkan dalam bentuk token digital di jaringan blockchain.
Transformasi ini diperkirakan akan menjadi salah satu tren terbesar di sektor keuangan digital dalam beberapa tahun ke depan karena menawarkan akses investasi yang lebih terbuka, transparan, dan fleksibel.
Melihat perkembangan tersebut, Tokocrypto resmi meluncurkan Tokenized Stocks, sebuah produk investasi digital yang memungkinkan masyarakat Indonesia memperoleh eksposur terhadap saham perusahaan-perusahaan global seperti Nvidia, SpaceX, Tesla, Micron, Circle, hingga SanDisk melalui teknologi blockchain.
Peluncuran ini dilakukan setelah fase soft launch pada 23 Juni 2026 dan menjadi salah satu langkah awal adopsi Real World Assets (RWA) di pasar aset digital Indonesia.
Blockchain Ubah Cara Investor Mengakses Saham Global
Berbeda dengan perdagangan saham konvensional yang mengikuti jam operasional bursa, tokenized stocks dapat diperdagangkan mengikuti karakteristik pasar aset digital yang beroperasi selama 24 jam.
Selain menawarkan fleksibilitas waktu transaksi, teknologi tokenisasi memungkinkan aset dipecah menjadi unit digital sehingga akses terhadap instrumen investasi bernilai tinggi menjadi lebih mudah dijangkau oleh lebih banyak investor.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan perkembangan ini menunjukkan bahwa industri blockchain telah memasuki fase baru, di mana teknologi tidak lagi hanya digunakan untuk aset kripto, tetapi juga mulai membawa aset dunia nyata ke dalam ekosistem digital.
"Tujuan kami adalah memperluas akses keuangan melalui teknologi, didukung edukasi dan infrastruktur yang jelas," ujar Calvin Kizana dalam keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).
Dengan cara ini, dia menambahkan, perusahaan menghubungkan pengguna di Indonesia dengan pasar modal internasional yang sebelumnya sulit dijangkau.
Menurutnya, tokenisasi aset menjadi jembatan antara pasar modal tradisional dan teknologi blockchain yang menawarkan efisiensi sekaligus akses investasi yang lebih inklusif.
Tokenisasi Diprediksi Jadi Tren Besar Industri Keuangan
Potensi teknologi tokenisasi terus menjadi perhatian pelaku industri global. Laporan Citi Institute bertajuk Tokenization 2030: Wall Street On-Chain memperkirakan nilai pasar tokenized stocks yang saat ini mencapai sekitar 17 miliar dolar AS akan meningkat drastis hingga 5,5 triliun dolar AS pada 2030.
Sementara itu, World Economic Forum (WEF) dalam laporannya mengenai tokenisasi aset menyebut blockchain mampu meningkatkan efisiensi transaksi, memperkuat transparansi, sekaligus memperluas akses terhadap berbagai instrumen keuangan yang sebelumnya sulit dijangkau masyarakat luas.
Perkembangan tersebut menjadikan tokenisasi sebagai salah satu inovasi paling menjanjikan dalam transformasi sektor keuangan digital global.
Gunakan Sistem Proof-of-Collateral Berbasis Blockchain
![CEO Tokocrypto, Calvin Kizana. [Tokocrypto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/14/78518-ceo-tokocrypto-calvin-kizana.jpg)
Untuk meningkatkan transparansi, Tokocrypto menerapkan mekanisme 1:1 Proof-of-Collateral yang dapat diverifikasi secara langsung melalui blockchain.
Melalui sistem ini, pengguna dapat memeriksa jumlah aset digital yang menjadi jaminan token secara on-chain, sehingga meningkatkan tingkat keterbukaan dalam pengelolaan aset digital.
Namun demikian, data blockchain hanya mencerminkan aset yang tersimpan di dompet digital (wallet) yang digunakan sebagai jaminan. Jika terdapat aset yang berada di luar jaringan blockchain, proses verifikasi tetap memerlukan audit independen.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu implementasi teknologi blockchain dalam membangun transparansi yang selama ini menjadi tantangan di sektor keuangan digital.
Enam Saham Global Kini Hadir dalam Bentuk Token Digital
Pada tahap awal, Tokocrypto menghadirkan enam token yang merepresentasikan saham perusahaan global dari berbagai sektor strategis.
Di antaranya adalah Nvidia (NVDAB) yang menjadi pemain utama industri kecerdasan buatan (AI), Tesla (TSLAB) di sektor kendaraan listrik, SpaceX (SPCXB) di industri antariksa, Micron (MUB) di bidang semikonduktor, Circle (CRCLB) sebagai perusahaan teknologi keuangan, serta SanDisk (SNDKB) di industri penyimpanan data.
Kehadiran aset-aset tersebut memberi peluang bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap perusahaan teknologi global tanpa harus mengakses pasar saham internasional secara langsung.