- PT Indosat Tbk menjadikan kecerdasan buatan sebagai fondasi transformasi bisnis, membukukan pendapatan Rp30,7 triliun pada semester pertama 2026.
- Indosat mempercepat pembangunan infrastruktur digital dan bisnis AI Cloud melalui kerja sama strategis serta penambahan spektrum frekuensi jaringan.
- Perusahaan menurunkan emisi karbon sebesar 50,89 persen dan berkolaborasi mengembangkan talenta digital serta wirausaha berbasis AI hingga 2029.
Fleksibilitas tersebut kemudian diarahkan untuk memperkuat bisnis AI Cloud, seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur komputasi AI di Indonesia.
![Media Update di Jakarta, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/21491-media-update-indosat.jpg)
Sepanjang semester pertama 2026, bisnis AI Cloud membukukan pendapatan sebesar 33 juta dolar AS, melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2025 yang tercatat 28 juta dolar AS.
Kinerja tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur AI domestik dan menempatkan AI Cloud sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.
Tambahan Spektrum Perkuat Kapasitas Jaringan AI
Transformasi AI juga diimbangi dengan penguatan infrastruktur jaringan. Indosat baru saja memperoleh tambahan 80 MHz spektrum pada pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, yang diharapkan meningkatkan kapasitas jaringan sekaligus kualitas layanan di tengah meningkatnya kebutuhan aplikasi berbasis AI.
Perseroan menilai, tambahan spektrum tersebut akan memperkuat pengalaman digital pelanggan yang semakin bergantung pada komputasi berbasis AI, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan Indosat 5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).
AI Tidak Hanya Mengejar Pertumbuhan, tetapi Juga Keberlanjutan
Selain memperluas bisnis AI, Indosat juga menempatkan teknologi sebagai instrumen untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan.
Optimalisasi jaringan berbasis AI serta pengelolaan energi secara cerdas berhasil menurunkan intensitas emisi karbon perusahaan sebesar 50,89 persen.
Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan melalui masuknya Indosat ke dalam tiga indeks ESG KEHATI, yakni SRI-KEHATI, ESG Sector Leaders, dan ESG Quality 45 untuk periode Juni–November 2026.
Di sisi pengembangan talenta, Indosat juga memperluas kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Wadhwani Foundation untuk mendukung pengembangan 1 juta talenta digital serta 100.000 wirausaha berbasis AI hingga 2029.
![Media Update di Jakarta, Selasa (28/7/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/90766-media-update-indosat.jpg)
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa strategi AI Indosat tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga membangun fondasi ekosistem AI Indonesia melalui investasi pada infrastruktur digital, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi teknologi yang berkelanjutan.