QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan

Dythia Novianty

Kamis, 17 September 2026 | 08:09 WIB
QRIS Tembus 68 Juta Pengguna, Keamanan Transaksi Jadi Sorotan
Ilustrasi Keamanan Transaksi. (Freepik)
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menyatakan pengembangan QRIS bertujuan membangun ekosistem pembayaran digital inklusif dan aman di Jakarta pada 16 September 2026.
  • ShopeePay menerapkan verifikasi tambahan saat pergantian perangkat untuk melindungi akun pengguna dari risiko keamanan transaksi digital.
  • Jumlah pengguna QRIS mencapai 67 hingga 68 juta dengan 45 juta merchant yang didominasi oleh pelaku UMKM.

Suara.com - QRIS semakin sulit dipisahkan dari aktivitas pembayaran sehari-hari. Bayar makanan, belanja di minimarket, menggunakan transportasi, hingga membeli berbagai layanan kini bisa dilakukan lewat satu standar pembayaran digital.

Namun, di balik transaksi yang semakin praktis, ada persoalan lain yang ikut membesar, yakni keamanan.

Ketika jumlah pengguna dan merchant terus bertambah, menjaga transaksi tetap aman menjadi pekerjaan bersama. Bank Indonesia (BI), penyedia layanan pembayaran, merchant, hingga pengguna punya peran masing-masing.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Fitria Irmi Triswati mengatakan, pengembangan QRIS memang tidak hanya mengejar kemudahan transaksi.

“Perkembangan QRIS merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk membangun ekosistem pembayaran digital yang semakin inklusif, efisien, aman, dan terintegrasi,” kata Fitria di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Keamanan Bukan Cuma Soal Sistem

Semakin banyak transaksi berpindah ke ruang digital, semakin penting pula pengguna memahami cara menjaga keamanan akunnya.

CEO & Editor in Chief Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan mengatakan, pengguna memiliki peran penting dalam rantai keamanan pembayaran digital.

Menurutnya, sistem yang dibangun penyedia layanan tetap membutuhkan pengguna yang memahami risiko dan tidak mudah mengikuti instruksi dari pihak yang mencurigakan.

baca juga

“Security is nothing without you,” ujar Ihsan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati ketika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan layanan pembayaran, terutama jika meminta informasi berkaitan dengan akun maupun transaksi.

Menurutnya, pertumbuhan pembayaran digital harus dibarengi edukasi, literasi, keamanan, dan perlindungan konsumen.

Ada Verifikasi Saat Pengguna Ganti Perangkat

Dari sisi penyedia layanan, keamanan juga diperkuat melalui mekanisme di dalam layanan pembayaran.

Presiden Direktur ShopeePay Indonesia, Eka Nilam Dari atau Mbak Lala sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa keamanan perlu berjalan beriringan dengan semakin luasnya penggunaan QRIS.

Ia melihat, eukasi pun dilakukan kepada pengguna dan merchant, termasuk melalui kegiatan bersama kantor perwakilan di daerah, pelaku UMKM, dan lingkungan kampus.

"ShopeePay juga menerapkan verifikasi tambahan ketika pengguna melakukan pergantian perangkat," ungkapnya.

Media Gathering Aplikasi Shopeepay di Jakarta, Rabu (16/9/2026). [Suara.com/Dythia]
Media Gathering Aplikasi Shopeepay di Jakarta, Rabu (16/9/2026). [Suara.com/Dythia]

Mekanisme tersebut menjadi salah satu lapisan pengamanan untuk memastikan akses ke akun memang dilakukan oleh pengguna yang berhak.

Bagi layanan pembayaran digital, perubahan perangkat merupakan salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan akses pengguna terhadap akun.

QRIS Tak Lagi Hanya untuk Bayar Jajanan

Keamanan menjadi semakin penting karena penggunaan QRIS kini semakin beragam.

Mbak Lala mengatakan, QRIS telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari retail, transportasi, layanan, hingga transaksi online maupun offline.

"Nominal transaksi juga semakin beragam. QRIS tidak lagi identik dengan pembayaran kecil seperti membeli makanan atau jajanan. Pembayaran tiket dan layanan tertentu juga mulai menggunakan QRIS," ujarnya.

Perubahan ini ikut menggeser kebiasaan masyarakat. QRIS yang sebelumnya hanya menjadi salah satu pilihan pembayaran kini semakin sering digunakan dalam berbagai aktivitas.

Content creator asal Cirebon, Mursid mengatakan, dirinya menggunakan QRIS untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk ketika berbelanja di minimarket dan membeli makanan atau jajanan.

Pengguna Ikut Menentukan Aman atau Tidaknya Transaksi

Perkembangan teknologi pembayaran membuat proses transaksi semakin sederhana. Namun, kesederhanaan tersebut bukan berarti pengguna bisa mengabaikan keamanan.

Bank Indonesia atau BI pada Kamis (30/4/2026) meluncurkan layanan QRIS antarnegara dengan China di Jakarta. Dengan demikian mulai hari ini transaksi QRIS di China sudah sah berlaku. [Antara]
Bank Indonesia atau BI pada Kamis (30/4/2026) meluncurkan layanan QRIS antarnegara dengan China di Jakarta. [Antara]

Pengguna tetap perlu memastikan transaksi dilakukan melalui aplikasi dan saluran resmi. Pesan atau telepon yang meminta informasi akun juga perlu dicermati, terlebih jika mengatasnamakan penyedia layanan pembayaran.

Di titik ini, literasi menjadi sama pentingnya dengan teknologi keamanan yang dibangun oleh penyedia layanan.

Sebab, tidak semua risiko transaksi muncul dari kelemahan sistem. Sebagian dapat terjadi karena pengguna tanpa sadar memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak berwenang.

68 Juta Pengguna, Ekosistem Makin Besar

Dalam pemaparan BI, jumlah pengguna QRIS kini berada di kisaran 67-68 juta, sementara jumlah merchant telah menembus 45 juta.

Sekitar 96 persen merchant QRIS berasal dari UMKM, dengan sekitar 70 persen di antaranya merupakan usaha mikro.

Besarnya ekosistem tersebut membuat keamanan tidak lagi bisa dipandang sebagai fitur tambahan. Keamanan menjadi bagian penting dari pengalaman pembayaran digital.

BI berperan memastikan ekosistem pembayaran berkembang dengan memperhatikan keamanan dan perlindungan konsumen.

Penyedia layanan kemudian memperkuat sistem dan memberikan edukasi, sementara pengguna perlu memahami cara menjaga akun dan mengenali risiko.

Bank Indonesia
Bank Indonesia

Pada akhirnya, QRIS memang membuat pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis. Tetapi ketika puluhan juta orang sudah menggunakannya, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana membuat orang mau membayar secara digital.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

BI Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transformasi Digital, Andalkan e-Farming hingga QRIS

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 16:35 WIB

Cara Aktivasi Kartu Kredit Indonesia BCA untuk Bayar QRIS di myBCA

Cara Aktivasi Kartu Kredit Indonesia BCA untuk Bayar QRIS di myBCA

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 10:31 WIB

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Tak Ada Beban Biaya, Pedagang Gorengan Hingga Nasi Uduk Bebas Pakai QRIS

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Ancaman Siber Berbasis AI Makin Canggih, Industri Keuangan Diminta Perkuat Ketahanan Digital

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 18:06 WIB

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Berkolaborasi Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Berkolaborasi Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

Dimulai Besok di Kembangan, Pramono Anung Geber Rapat Maraton 44 Kecamatan

News | Senin, 02 November 2026 | 19:33 WIB

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

Tak Cuma Kapolres, 3 Petinggi Polres Sukoharjo Ikut Dicopot Buntut Geledah Ponpes

News | Senin, 02 November 2026 | 19:29 WIB

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

2.000 Pelari Ramaikan Xiaomi POP Run 2026, REDMI Note 17 Pamer Baterai Jumbo

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:25 WIB

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

AURA: Cara Membuat Konten Dikutip ChatGPT dan Gemini dengan Teknik GEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

Antisipasi Kendaraan Tabrak Separator, Transjakarta Cat Ulang Pembatas Koridor 9

News | Senin, 02 November 2026 | 19:20 WIB

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan

Jatim | Senin, 02 November 2026 | 19:18 WIB

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

Pajak Pembalut Jadi Bukti Nafsu Belanja Negara Ugal-ugalan Saat Penerimaan Terbatas

News | Senin, 02 November 2026 | 19:17 WIB

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

×