- PT LG Electronics Indonesia memimpin pasar mesin cuci bukaan depan nasional berdasarkan riset NIQ-GfK sepanjang 2026.
- Perusahaan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan serta kapasitas besar guna mengoptimalkan berbagai produk mesin cuci terbaru.
- LG menyelenggarakan pameran di empat kota dan membagikan 36 mesin cuci untuk merayakan 36 tahun kehadirannya di Indonesia.
Suara.com - Produsen elektronik juga mulai mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan pengalaman mencuci, termasuk melalui penyesuaian proses pencucian dan integrasi perangkat dengan smartphone.
PT LG Electronics Indonesia (LG) mengandalkan strategi tersebut untuk memperkuat posisinya di pasar mesin cuci nasional.
Perusahaan menyatakan memimpin segmen mesin cuci bukaan depan (front loading) berdasarkan riset independen NIQ-GfK untuk performa pasar sepanjang 2026.
Klaim kepemimpinan pasar itu beriringan dengan pengembangan teknologi AI pada sejumlah lini produk, mulai dari mesin cuci front loading, LG WashTower, hingga mesin cuci bukaan atas (top loading).
President of LG Electronics Indonesia, Ha Sang-chul, mengatakan kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan untuk terus mengembangkan produk dan layanan.
“Bagi LG, menjadi pilihan konsumen bukan hanya tentang menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan teknologi tersebut relevan dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ha.
Menurutnya, perusahaan ingin menjaga kepercayaan tersebut melalui peningkatan kualitas produk, penguatan layanan, serta pengalaman penggunaan yang semakin baik.
AI Jadi Andalan Pengembangan Mesin Cuci
Dalam pengembangan produk, LG mengandalkan teknologi AI DD™ (Artificial Intelligence Direct Drive) dan AI Wash untuk membantu menyesuaikan proses pencucian berdasarkan karakteristik cucian.
Perusahaan juga menghadirkan dukungan LG ThinQ yang memungkinkan pengguna mengakses sejumlah fungsi pintar melalui smartphone.
Pendekatan tersebut menempatkan AI sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan mesin cuci, bukan sekadar tambahan fitur.
Meski demikian, manfaat yang diperoleh pengguna tetap bergantung pada model perangkat dan fungsi yang tersedia pada masing-masing produk.
LG juga memperluas pilihan mesin cuci berkapasitas besar untuk mengakomodasi kebutuhan rumah tangga dengan volume cucian yang beragam.
Salah satunya LG WashTower WT2520NHBA yang memiliki kapasitas pencucian 25 kilogram dan pengeringan 20 kilogram. Sementara itu, mesin cuci bukaan atas LG TX2522ST5G menawarkan kapasitas 22 kilogram.
Kedua produk tersebut menyasar pengguna yang membutuhkan ruang pencucian lebih besar untuk menangani cucian dalam jumlah banyak.
“Kami mengembangkan perpaduan kecerdasan buatan dan kapasitas besar untuk menghadirkan pengalaman mencuci yang semakin praktis dan sesuai dengan kebutuhan pengguna,” ujar Product Director Living HS LG Electronics Indonesia, Kim Nack Sun di Jakarta. Selasa (27/10/2026).
![Awarding LG no.1 penjualan mesin cuci font loading di Indonesia menurut Gfk, Jakarta, Selasa (27/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/27/91756-mesin-cuci-front-loading-lg.jpg)
Menurut Kim, kombinasi kapasitas besar dan teknologi pintar diharapkan membantu konsumen mengelola pekerjaan rumah tangga dengan lebih mudah.
Kepuasan Pelanggan Jadi Penopang Persaingan
Selain mengandalkan pengembangan produk, LG juga menyoroti aspek kepuasan pelanggan. Perusahaan meraih Indonesia Customer Satisfaction Award 2026 dari SWA Network untuk kategori mesin cuci.
Penghargaan tersebut melengkapi klaim kepemimpinan LG di segmen front loading. Namun, keduanya mengukur aspek berbeda, yakni data pasar berkaitan dengan posisi penjualan, sedangkan kepuasan pelanggan berhubungan dengan pengalaman konsumen terhadap produk dan layanan.
Product Manager Living HS LG Electronics Indonesia, Ratih Nadiah, mengatakan perusahaan berupaya menjaga kualitas produk sekaligus pengalaman konsumen setelah pembelian.
“Bagi kami, pencapaian yang paling berarti adalah ketika kepercayaan konsumen terhadap produk berjalan seiring dengan kepuasan mereka dalam menggunakannya,” ujar Ratih.
LG juga memperkuat komunikasi dengan konsumen melalui jaringan dealer, kolaborasi dengan kreator digital, komunitas afiliasi, dan layanan purnajual.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mendampingi konsumen sejak memilih produk hingga menggunakannya.
Perayaan 36 Tahun Jadi Momentum Penguatan Pasar
Pengembangan teknologi dan layanan tersebut berlangsung ketika LG memasuki tahun ke-36 kehadirannya di Indonesia. Untuk memperingati momentum ini, perusahaan menyiapkan rangkaian LG AI Wash Exhibition di empat kota, termasuk Jakarta, agar konsumen dapat mencoba langsung inovasi mesin cuci yang ditawarkan.
![Awarding LG no.1 penjualan mesin cuci font loading di Indonesia menurut Gfk, Jakarta, Selasa (27/10/2026). [Suara.com/Dythia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/27/92005-mesin-cuci-front-loading-lg.jpg)
LG juga merencanakan program sosial sepanjang November berupa tantangan bagi masyarakat untuk membagikan kisah guru yang memberikan pengaruh positif dalam hidup mereka. Melalui program tersebut, perusahaan akan memberikan 36 unit mesin cuci kepada 36 guru terpilih.
Bagi LG, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kedekatan dengan konsumen. Sementara dari sisi bisnis, kemampuan mempertahankan posisi di pasar akan bergantung pada konsistensi inovasi, kualitas produk, dan layanan yang diberikan.