Suara.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno menjadi pusat perhatian publik setelah salah satu mahasiswanya diduga menerima sejumlah uang usai menghadiri mediasi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Buntut dari isu miring tersebut, jajaran pengurus BEM FH UBK langsung didesak oleh pihak birokrasi kampus dan massa mahasiswa untuk memberikan klarifikasi serta pertanggungjawaban.
Langkah ini didesak guna memulihkan serta membersihkan nama baik institusi universitas yang dinilai ikut tercoreng.
Proses interogasi dan konfrontasi yang dilakukan oleh sesama mahasiswa UBK terhadap pengurus BEM tersebut bahkan sempat disiarkan secara langsung (live) melalui platform digital TikTok.
“Saya ngaku salah dan mohon maaf kepada kalian semua,” tutur Ketua BEM FH UBK, Abdi Maludin, dalam potongan video yang beredar.
Selengkapnya dalam video ini.