alexametrics

Penelitian Andreas: Feses Manusia di Kali Brantas Mengandung Mikroplastik!

Arsito Hidayatullah
Penelitian Andreas: Feses Manusia di Kali Brantas Mengandung Mikroplastik!
Ilustrasi wawancara. Peneliti Ecoton, Andreas Agus Kristanto Nugroho. [Dok. pribadi]

Menurut Andreas sang peneliti dari Ecoton, tidak ada perbedaan antara feses manusia di hulu maupun di hilir DAS Kali Brantas, semuanya mengandung mikroplastik.

Ketika bicara mikroplastik itu, ya ancamannya bukan hanya... Air tambak itu kan campuran air laut dan air sungai, ada potensi gangguan dampak pencemaran mikroplastik dari sungainya plus dari lautnya juga.

Termasuk mikroplastik yang terbawa angin?

Iya, termasuk itu.

Berarti belum ada penelitian khusus bandeng dan udang?

Baca Juga: Waduh! Tiap Hari Ada Sejuta Popok Bekas Pakai Cemari Sungai Brantas

Detailnya belum, tapi kalau sekilas kita lakukan dulu. Udang windunya sampelnya juga nggak terlalu banyak. Udang windu cuma lima, bandeng cuma enam atau delapan, seingat saya.

Untuk udang dan bandeng pemangsa mikroplastik, itu juga berbahaya bila dikonsumsi manusia?

Iya, betul.

Apakah Anda juga meneliti penyu?

Belum sempat saya. Cuma saya dapat kabar dari kawan-kawan bukan mikroplastik (yang dimangsa penyu), malah plastik yang masih ukuran besar. Karena, ceritanya si kawan itu, si penyu itu salah identifikasi bentuk plastik yang melayang-layang di perairan dengan ubur-ubur makanan favorit mereka.

Baca Juga: Heboh Mikroplastik di Air Minum Kemasan, BPOM Terus Tingkatkan Pengawasan

Anda sempat mengkaji penyu yang terpapar timbal di Jakarta?

Komentar