Blak-blakan Emil Dardak Ungkap Alasan Maju Lagi di Pilgub Jatim: Jadi Kepala Daerah Itu It's Our Life

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Rabu, 16 Oktober 2024 | 15:39 WIB
Blak-blakan Emil Dardak Ungkap Alasan Maju Lagi di Pilgub Jatim: Jadi Kepala Daerah Itu It's Our Life
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, saat podcast di kantor Suara.com, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024). [Suara.com/Ramadhani Ari Nugroho]

Suara.com - Selama masa kampanye Pilkada Jawa Timur 2024 yang padat, Calon Wkil Gubernur Emil Elistianto Dardak yang mendampingi Khofifah Indar Parawansa, berbagi pandangannya tentang dinamika politik, tantangan kampanye, dan upayanya menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, serta aktivitas politik.

Politisi muda ini juga mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk maju kembali sebagai pemimpin di Jawa Timur, serta pencapaian yang berhasil diraih bersama Khofifah selama periode sebelumnya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Suara.com, Emil menceritakan bagaimana pengalaman sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur membekalinya menghadapi kampanye yang intens.

Tak hanya itu, ia juga berbicara tentang pentingnya komunikasi dengan masyarakat dan pendekatannya dalam mengatasi berbagai persoalan di lapangan.

Simak perbincangan Suara.com dengan Emil Dardak berikut ini, yang memberikan gambaran mendalam tentang visi dan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan di Jawa Timur.

Mas Emil, gimana cara membagi waktu di tengah kesibukan kampanye, pekerjaan, menjadi suami, dan ayah? Pastinya sibuk dan capek sekali. Bagaimana menjaga keseimbangan?

Jujur, di momen kampanye, hampir semua urusan mengalah kepada kampanye. Dukungan dari istri dan anak-anak sangat luar biasa, mengerti bahwa ini masa yang sangat intensif. Kampanye ini singkat, hanya sampai 23 November 2024.

Dengan Jawa Timur yang luas, 38 kabupaten/kota, dan 40 juta penduduk, waktunya padat. Jadi, meskipun perhatian untuk keluarga berkurang, saya tetap menyempatkan waktu bersama anak-anak. Alhamdulillah, meskipun tak sebanyak biasanya, tetap ada waktu untuk mereka.

Dalam kampanye, biasanya ada calon kepala daerah atau presiden yang dalam satu hari bisa menghadiri dua hingga empat titik. Mas Emil sendiri bagaimana?

Malah lebih banyak, karena Jawa Timur itu wilayahnya luas tapi terkonsentrasi. Dalam sehari bisa lebih dari empat titik, bahkan delapan hingga sepuluh agenda. Ini sudah biasa dari saat saya menjabat sebagai wakil gubernur (wagub), di mana agenda sangat padat.

Bahkan di akhir pekan, saat yang biasanya family time, sering kali digunakan untuk menemui masyarakat. Sebab, di akhir pekan masyarakat banyak yang mengadakan kegiatan dan berharap kehadiran gubernur atau wakilnya.

Sepertinya jadwal seorang wagub memang tidak terbatas pada konsep kerja sembilan-ke-lima ya?

Betul, justru di luar jam kerja resmi, banyak waktu untuk kerja-kerja politik yang penting untuk menjaga stabilitas daerah.

Komunikasi dengan para tokoh dan pemangku kepentingan sering dilakukan di malam hari, karena itulah saat mereka juga bisa bertemu. Jadi, meskipun kampanye sekarang intensif, ritmenya tidak jauh berbeda dengan rutinitas sebagai wagub.

Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, saat podcast di kantor Suara.com, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024). [Suara.com/Ramadhani Ari Nugroho]
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Emil Elestianto Dardak, saat podcast di kantor Suara.com, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2024). [Suara.com/Ramadhani Ari Nugroho]

Mengapa Mas Emil ingin maju lagi sebagai kepala daerah di Jawa Timur? Apa pencapaian yang dirasa perlu diteruskan bersama Bu Khofifah?

Membangun daerah itu bukan pekerjaan yang ada garis finish-nya. Walaupun kami tahu bahwa ada batasan periode jabatan, tapi menjadi kepala daerah itu bukan sekadar pekerjaan, tapi bagian dari hidup kami—it's our life. Identitas kami terikat dengan posisi ini.

Ketika ada dukungan signifikan untuk maju kembali, panggilan hati pun berkata iya. Pencapaian selama lima tahun terakhir sudah banyak, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem yang turun dari 4,4% di atas rata-rata nasional menjadi 0,66%, dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 71 menjadi 73, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Fokusnya pada Pilgub Jatim kali ini, Mas Emil menghadapi tiga serikandi sebagai lawan. Apa yang menjadi keunggulan pasangan Khofifah-Emil dibandingkan kandidat lain?

Masyarakat punya hati dan pikiran, dan mereka melihat dedikasi Bu Khofifah. Contohnya, beliau sering mengecek pasar di pagi hari untuk memastikan harga-harga tetap stabil. Itu pengorbanan yang membangun hubungan batin dengan masyarakat.

Pengabdian beliau terasa hingga ke level terendah. Kami pun mengapresiasi dukungan masyarakat, baik dari mereka yang pernah berjuang bersama maupun yang baru memberikan dukungan.

Terkait cara kampanye Mas Emil di Pasar Baru Kamal yang mirip dengan blusukan Pak Jokowi, apakah ini terinspirasi dari kesuksesan beliau?

Kampanye itu kombinasi dialog dan diskusi. Di pasar, kami tidak bisa terlalu panjang menjelaskan, tapi masyarakat ingin bersalaman dan bertemu lagi.

Itu bentuk "kulonuwun" kepada warga Jawa Timur, ekspresi menghormati dan mengajak mereka bersama-sama. Jadi, ini bukan hanya saat kampanye, tetapi bagian dari pendekatan kami selama menjabat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pilkada Jatim 2024: Emil Dardak Ungkap Keunggulan Khofifah Dibanding Risma-Luluk

Pilkada Jatim 2024: Emil Dardak Ungkap Keunggulan Khofifah Dibanding Risma-Luluk

Video | Rabu, 16 Oktober 2024 | 11:00 WIB

Seru! Emil Dardak Ngobrol Bareng Suara.com, Bahas Pilkada hingga Program Unggulan

Seru! Emil Dardak Ngobrol Bareng Suara.com, Bahas Pilkada hingga Program Unggulan

Foto | Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:08 WIB

Elektabilitas Unggul Jauh dari Pesaingnya, Pengamat Ingatkan Ini untuk Pasangan Khofifah-Emil

Elektabilitas Unggul Jauh dari Pesaingnya, Pengamat Ingatkan Ini untuk Pasangan Khofifah-Emil

Kotak Suara | Selasa, 01 Oktober 2024 | 02:05 WIB

Terkini

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia

wawancara | Senin, 23 Februari 2026 | 15:06 WIB

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

Feri Amsari Bongkar Sisi Gelap Korupsi Politik: Kasus Bisa 'Diciptakan' Demi Jerat Lawan!

wawancara | Rabu, 18 Februari 2026 | 14:29 WIB

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

Kunardy Darma Lie, Ambisi Membawa KB Bank Jadi 10 Besar di Indonesia

wawancara | Selasa, 06 Januari 2026 | 21:31 WIB

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

Prodjo Sunarjanto: Peluang Besar Logistik, Mobil Listrik hingga Tantangan dari Gen Z

wawancara | Kamis, 04 Desember 2025 | 16:43 WIB

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

Rolas Sitinjak: Kriminalisasi Busuk dalam Kasus Tambang Ilegal PT Position, Polisi Pun Jadi Korban

wawancara | Jum'at, 14 November 2025 | 21:09 WIB

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

Transformasi Sarana Menara Nusantara dari 'Raja Menara' Menuju Raksasa Infrastruktur Digital

wawancara | Senin, 13 Oktober 2025 | 14:33 WIB

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

Tatang Yuliono, Bangun Koperasi Merah Putih dengan Sistem Top Down

wawancara | Senin, 29 September 2025 | 14:21 WIB

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

Reski Damayanti: Mengorkestrasi Aliansi dalam Perang Melawan Industri Scam

wawancara | Rabu, 10 September 2025 | 20:23 WIB

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

Andi Fahrurrozi: Engineer Dibajak Timur Tengah saat Bisnis Bengkel Pesawat Sedang Cuan

wawancara | Rabu, 27 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

Dewa Made Susila: Pasar Otomotif Sudah Jenuh, Saatnya Diversifikasi

wawancara | Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:04 WIB