Suara.com - Sebuah studi baru memperingatkan bahwa diet yang dilakukan pada anak dapat membuat 90 persen anak-anak kekurangan nutrisi penting.
Menurut penelitian tersebut, sekitar sembilan dari 10 anak-anak dapat berisiko mengandung asupan mikronutrien atau zat gizi mikro yang tidak memadai, dengan hampir 70 persen berisiko mengalami asupan empat atau lebih mikronutrien yang tidak mencukupi.
Temuan ini dipublikasikan oleh Community Institute of Management Studies (CIMS) dan dilakukan pada 634 anak-anak yang sedang sekolah.
Studi yang dilansir Zeenews itu menyebutkan, bahwa asupan nutrisi yang paling tidak memadai dalam studi di Bangalore adalah Vitamin A, folat, vitamin B12 dan zat besi sehingga membuat anak-anak rentan terhadap kurang gizi, sistem kekebalan tubuh yang lemah, gangguan fungsi kognitif, anemia, tingkat energi rendah dan efek buruk dari kelaparan tersembunyi lainnya.
Studi tersebut menyarankan bahwa apa yang merupakan diet seimbang bagi seorang ibu adalah makanan sehat rumahan yang ibu berikan di piring anaknya. Namun fakta yang kurang diketahui adalah bahwa diet seimbang harus memiliki jumlah asupan vitamin dan mineral yang penting dan dibutuhkan untuk pertumbuhan anak yang sehat.
Kekurangan mikronutrien, yang juga dikenal sebagai kelaparan tersembunyi, adalah masalah utama yang perlu digarisbawahi dan dapat dijelaskan dengan memberikan asupan vitamin dan mineral penting seperti seng, vitamin A dan folat, yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mental dan fisik anak-anak yang sehat.
Memberdayakan orangtua untuk menyebarkan kesadaran dan tindakan sadar gizi bisa mempercepat usaha untuk membuat kelaparan hanya terjadi di masa lalu.