Kemalangan menimpa pria India, Asib Ali Bhore yang ditolak oleh keluarga kekasih saat melamar ke Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Penolakan keluarga gadis Bugis itu membuat mental pria India ini sempat drop.
Terlebih gadis pujaannya, Syarifah Haerunissa disebut sudah dijodohkan dengan pria lain.
Kondisi mental pria India ini pun jatuh dan di Indonesia tak ada yang memperhatikan nasibnya yang kini terkatung-katung.
Apalagi Asib Ali Bhore datang sendiri ke Indonesia tanpa keluarga maupun sanak saudara.
Harapannya datang ke Indonesia tentu disambut oleh keluarga sang kekasih dan menampungnya di Wajo, Sulawesi Selatan.
Namun harapan pria India ini kandas, gadis Bugis pujaannya malah dilamar pria lain.
Cintanya kandas, materi pun melayang.
Pria India ini tentu banyak merugi di materi, apalagi ongkos perjalanan dari India ke Indonesia yang tidaklah murah.
Baca Juga: Pakar Ekspresi Nilai Gesture Boy William Serius Dengan Ayu Ting Ting : Ingin Ruang Pribadi
Meski kisahnya viral, nasib Ali ternyata tak terperhatikan.
Untungnya seorang warga Pakistan yang berdomisili di Indonesia, Akash Ellahi menaruh empati hingga peduli dengan nasibnya.
Ia sepertinya bisa merasakan betul bagaimana berada di negara orang tanpa ada yang kenal.
Terlebih di tengah kondisi mentalnya yang terpuruk. Tentu berat yang dirasakan Ali.
Pemilik akun @akashellahi itu pun berusaha mencari tahu keberadaan warga tetangga negaranya itu.
Hingga ia menggelar sayembara ke warganet untuk menemukan kontaknya.
"Sesuai janji saya, saya kasih Rp 500 ribu buat yang kasih saya kontak Ali, " katanya
Akashi Elahi langsung menelepon Asib Ali untuk melacak keberadaannya dan mengetahui kondisi terakhirnya.
Ali akhirnya mengangkat telepon Akashi. Ia pun sempat menceritakan bagaimana ia sampai ke Makasar menemui kekasihnya.
Kepada Akashi, Ali yang terbang dari India mengaku mulanya diberi alamat sangat pujaan. Sesampai di Makasar, ia kemudian menyewa sebuah mobil untuk mengantarnya ke alamat kekasih.
Namun bak petir menggelegar. Jauh-jauh dari India, lamarannya ditolak oleh keluarga perempuan.
Ali mengaku syok dengan kejadian itu. Setelah peristiwa pahit itu, Ali mengaku tidur di bandara selama tiga hari. Sampai di hari ke empat, ia bahkan mengaku tak makan.
"Karena depresi dia gak makan 4 hari, cuma minum air, " katanya
Kisah Asib Ali Bhore (32) ini viral karena terbang jauh dari India ke Indonesia tepatnya ke Kabupaten Wajo, Sulawesi selatan demi kekasih.
Apa daya lamarannya malah ditolak keluarga perempuan.
Dalam video yang beredar, Ali mengaku sudah menjalin kasih dengan KHN selama satu tahun lewat media sosial.
Ali bahkan telah mentransfer sejumlah ke kekasihnya.
Hingga ia terbang ke Indonesia untuk melamar kekasihnya.
Namun sungguh malang, setiba di Indonesia, keluarga perempuan menolak dengan alasan KHN telah dijodohkan dengan pria lain. Ia pun merasa dibohongi.
"Saya datang dari India ke Indonesia untuk Nisa ketika saya ingin menikahinya, kenapa dia membohongi saya," ujar Ali.
Polres Wajo sempat memediasi korban dan pihak perempuan. Namun keluarga pihak perempuan bersikukuh menolak pria tersebut.
"Pihak keluarga perempuan tetap tidak mau karena anaknya akan menikah. Dijodohkan dengan pria lain," kata Kasat Intelkam Polres Wajo, AKP Amdia, Minggu, 19 Februari 2023.
Menurut Amdia, Ali dan kekasihnya di Indonesia sempat berpacaran lewat media sosial selama setahun. Kepada polisi, Ali juga mengaku sudah beberapa kali mengirim sejumlah uang.
Pihaknya sudah berusaha mempertemukan kedua pihak. Sayang keluarga perempuan tetap pada keputusannya.
"Keluarga perempuan janji ganti rugi uang yang telah dikirimkan selama ini,"katanya.
Belakangan muncul voice note diduga milik KHN, kekasih Ali yang beredar di media sosial. KHN mengaku uang yang ditransfer Ali ke rekeningnya memang senilai Rp 9 juta lebih.
Namun ia mengaku itu inisiatif Ali sendiri yang memberikannya uang, bukan dia yang meminta.
"Waktu kemarin mau kita ganti Rp 10 juta, tapi dia tidak mau, dia maunya menikah, " katanya
Ia pun mengaku sudah lama menunggu kepastian Ali untuk melamarnya. Namun momen itu tak kunjung datang atau selalu tertunda. Hingga orang tuanya menerima lamaran dari pria lain.