Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.956,804
LQ45 669,344
Srikehati 325,787
JII 462,109
USD/IDR 17.373

Kisah Sukses Edward Zhu, Warren Buffet dari Cina

Doddy Rosadi | Suara.com

Rabu, 19 Maret 2014 | 12:49 WIB
Kisah Sukses Edward Zhu, Warren Buffet dari Cina
Edward Zhu, (chicgroup.com)

Suara.com - Nama Warren Buffet mungkin tidak asing lagi di dunia bisnis. Dia adalah investor ulung yang handal dalam melakukan akuisisi dan investasi plus meraup keuntungan dari investasi tersebut. Berdasarkan data Forbes kekayaan Buffet hanya kalah dari pendiri Microsoft, Bill Gates.

Selain Amerika Serikat, Cina juga punya investor ulung seperti Warren Buffet. Namanya Edward Zhu. Pengusaha di Cina menjulukinya sebagai Investor God. Dengan tangan dinginnya, Zhu bisa melakukan akuisisi atau investasi dengan harga murah namun menghasilkan uang dalam jumlah berlipat.

Zhu menyebut model bisnisnya Investasi plus Inkubator. CHIC, perusahaan yang didirikannya di Cina selalu mencatatkan Return on Asset - rasio laba bersih yang diperoleh perusahaan diukur dari nilai aktivanya - sebesar 100 persen setiap tahun dalam 15 tahun terakhir.

“Dari perspektif finansial, ketika aset diminimalkan, Return on Asset dan Economic Added Value akan tinggi,” kata Zhu.

Prinsip itulah yang diterapkan Zhu sehingga berhasil membuat CHIC sukses. Di Cina, Return on Asset yang normal sekitar 20-30 persen sedangkan di Amerika hanya sekitar 10 persen. Kini, para pengusaha di Cina tidak jarang menawarkan uang kepada Zhu apabila dia ingin melakukan investasi.

Zhu masuk dalam dunia investasi secara “tidak sengaja.” Pada 1995, Zhu menikmati hidup yang mewah di San Fransisco, Amerika Serikat. Dia menerima gaji 500 ribu dolar Amerika per tahun. Ketika itu, dia mendapat telepon dari salah satu banker di Cina yang memintanya untuk pulang kampong. Bankir itu meminta Zhu memulai bisnis investasi di Cina.

Perlu waktu tiga bulan bagi Zhu untuk memutuskan menerima tawaran itu dan meninggalkan kehidipannya yang mewah di Amerika Serikat. Dia memulai perjalanannya di dunia investasi dengan mendirikan China Holdings in International Commerce International pada 1996.

Dalam menjalankan perusahaan itu, Zhu menerapkan aturan “Golden Touch” yaitu menghasilkan uang tanpa mengeluarkan uang. Aturan itu yang membawa CHIC menjadi besar di Cina.

“Dalam beberapa tahun, CHIC telah melakukan akuisisi dengan jumlah uang yang tidak terlalu besar. Apabila melihat satu dekade terakhir, membandingkan apa yang telah kami raih dengan apa yang telah kami keluarkan untuk investasi, hal itu tidak bisa diabaikan,” kata Zhu.

Zhu punya keyakinan, perusahaan seharusnya fokus untuk meningkatkan nilai pemegang saham dengan cara menghasilkan maksimum dari investasi yang minimum. Karena itu, Zhu sangat mendukung Usaha Kecil dan Menengah yang mempunyai potensi tinggi untuk mendapatkan keuntungan maksimum.

“UKM merupakan model yang tepat, biaya rendah dan potensi tinggi. UKM juga jauh lebih menguntungkan daripada harus mengakuisisi perusahaan besar,” kata Zhu.

Melalui CHIC, Zhu terus melakukan inovasi salah satunya dengan membentuk enam divisi yaitu makanan, agri-teknologi, rumah dan kebun, kesehatan, logistik dan manajemen rantai supply. Sebagai perusahaan pengolah buah terbesar di Cina, CHIC meluncurkan kafe pada 2006 yaitu Brix12. Sekarang, Brix12 sudah memasuki pasar global dengan nama B2C.

Proses akuisisi tetap dijalankan sebagai bisnis utama dari CHIC. Pada 2012, CHIC mengakuisisi sejumlah perusahaan di Australia dan Jepang. Menurut Zhu, perusahaan yang berkantor di Cina akan fokus untuk melakukan riset dan pengembangan.

“Kami akan menggunakan manajemen CHIC, teknologi, riset dan inovasi produk untuk membantu merek yang baru diakuisisi sehingga bisa tampil di dunia internasional,” kata Zhu.

Sukses Zhu melibatkan unsur keberuntungan dan kesempatan. Dia melepaskan jabatan sebagai Wakil CEO di Sino American Investmen and Development Company di San Fransisco untuk memulai tantangan baru di Cina. Padahal, dia sama sekali tidak pernah berpikir untuk pulang ke kampong halamannnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sosok Miliarder Dunia, Warren Buffet Pilih Rumah Murah Seharga Rp 514 Juta

Sosok Miliarder Dunia, Warren Buffet Pilih Rumah Murah Seharga Rp 514 Juta

Bisnis | Jum'at, 05 September 2025 | 09:09 WIB

Warren Buffet Rugi Rp 62 Triliun Gara-gara Saham Makanan yang Digenggamnya

Warren Buffet Rugi Rp 62 Triliun Gara-gara Saham Makanan yang Digenggamnya

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 07:59 WIB

Pesan Orang Kaya saat Pensiun, Warren Buffet: Jangan Nonton Sinetron

Pesan Orang Kaya saat Pensiun, Warren Buffet: Jangan Nonton Sinetron

Bisnis | Senin, 02 Juni 2025 | 08:40 WIB

7 Kebiasaan Warren Buffet yang Bisa Bikin Jadi Milliarder

7 Kebiasaan Warren Buffet yang Bisa Bikin Jadi Milliarder

Bisnis | Jum'at, 04 April 2025 | 13:40 WIB

Warren Buffett Kembali Jual Saham BYD, Kepemilikan Turun di Bawah 5%

Warren Buffett Kembali Jual Saham BYD, Kepemilikan Turun di Bawah 5%

Bisnis | Selasa, 23 Juli 2024 | 14:25 WIB

Investor Global Buntung Main Saham Sepanjang Tahun Ini, Warren Buffet Tertawa Terbahak-bahak

Investor Global Buntung Main Saham Sepanjang Tahun Ini, Warren Buffet Tertawa Terbahak-bahak

Bisnis | Jum'at, 16 Desember 2022 | 09:36 WIB

Warren Buffet Borong Saham Perusahaan Minyak Saat Inflasi Melonjak

Warren Buffet Borong Saham Perusahaan Minyak Saat Inflasi Melonjak

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 13:42 WIB

Terkini

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:01 WIB

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Pemerintah Gratiskan Sertifikasi TKDN Lewat Skema Self Declare

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:00 WIB

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Disparitas Harga Jadi Pemicu Penyalahgunaan BBM Subsidi dan LPG 3Kg

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:18 WIB

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Dasco Ditelepon Presiden Prabowo saat Terima Buruh Kasbi dan Gebrak di Senayan

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:10 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Wacana Layer Baru Cukai Rokok: Ancaman Nyata bagi Industri Legal dan Nasib Buruh

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:09 WIB

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

B50 Mulai Berlaku Juli 2026, GAPKI Wanti-wanti Produksi Sawit yang Masih Jalan di Tempat

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:05 WIB

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Goto Siap Ikut Aturan Pemerintah soal Pemotongan Pendapatan Mitra Pengemudi

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:57 WIB

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Koperasi Desa Tumbuh di Tengah Tekanan Daya Beli, Warga Mulai Cari Akses Sembako Lebih Terjangkau

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:22 WIB

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Ancaman PHK Massal di Balik Rencana 'Karpet Merah' Rokok Ilegal

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:17 WIB

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

BSI Jadi Perusahaan dan Bank Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi ISO 56001:2024

Bisnis | Jum'at, 01 Mei 2026 | 19:12 WIB