Empat Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri

Doddy Rosadi Suara.Com
Senin, 21 April 2014 | 14:30 WIB
Empat Kejanggalan Akuisisi BTN oleh Bank Mandiri
Karyawan BTN melakukan demo menolak akuisisi oleh Bank Mandiri. (Arief Sinaga)

Suara.com - Indonesia Property Watch menemukan kejanggalan rencana akuisisi atau pengalihan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh pemerintah kepada PT Bank Mandiri TBK.

"Banyak kejanggalan, pertama, sebelum ada rencana akuisisi ini, 'fit and proper test' (uji kelayakan dan kepatutan) ini masih belum matang, tiba-tiba penggantinya ada dan ada surat dari Kementerian BUMN," kata Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda di Jakarta, Senin (21/4/2014).

Menurut Ali keputusan itu terlalu cepat dalam rentang hanya dua bulan dan pengganti direksi BTN yang sebanyak dua orang itu berasal dari Bank Mandiri.

"Surat ini dipertanyakan, tidak mungkin sebulan ada surat dari BUMN," katanya.

Dia menduga adanya konspirasi di balik akuisisi itu, pasalnya saham BTN sudah naik beberapa persen sebelum surat itu keluar dari BUMN .

"Sudah keliatan ini ada 'trading', pasti ada buat modal. Coba pikir mandiri ambil BTN dari mana? Bisa jadi dari rekap bon dari APBN, ini kan belum jelas," katanya.

Ketiga, lanjut dia, akuisisi BTN oleh Mandiri terkesan tegesa-gesa menjelang pemilihan umum presiden (Pilpres) Juli mendatang.

"Ada apa ini, apakah buat modal kampanye atau apa," ujarnya.

Ketergesa-gesaan rencana akuisisi tersebut, menurut dia, tidak ada kaitannya dengan urgensi kepentingan untuk masyarakat secara luas.

"BTN ini kan relatif sehat, enggak ada urgensinya, memang ada penjelasan 'pasar menyambut baik', ya kalau pasar kapitalis. Petanya seperti itu, ketika mengeluarkan surat sebetulnya sudah ada yang beli," katanya.

Keempat, Ali menambahkan, kejanggalan itu juga terlihat dari menghilangnya direksi BTN dalam menghadapi gejolak akuisisi yang bahkan sudah dilakukan demonstrasi oleh 1.000 karyawan BTN menolak akuisisi ini.

"Mengapa direksi BTN tidak 'pasang badan', apakah dia ditekan?," katanya.

Sebelumnya, pemerintah berencana melepas kepemilikan 60,14 persen saham di BTN ke Bank Mandiri dan Kementerian BUMN telah menyetujui hal itu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menjelaskan BTN akan menjadi anak usaha Bank Mandiri dan keduanya akan tetap menjadi entitas perusahaan yang berbeda.

Menurut dia Bank Mandiri bisa menggenjot kinerja penyaluran kredit perumahan karena BTN dinilai akan memiliki kemampuan lebih besar untuk memenuhi kekurangan perumahan yang mencapai 1,5 juta unit per tahun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI