Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

BI dan Kemenkeu Waspada Dampak El Nino

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 02 Mei 2014 | 14:29 WIB
BI dan Kemenkeu Waspada Dampak El Nino
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara (duduk dua dari kiri). (suara.com/Adrian Mahakam)

Suara.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia menilai deflasi April sebesar 0,02 persen sebagaimana yang baru saja diumumkan oleh Badan Pusat Statisik (BPS) masih sesuai dengan ekspektasi Bank Indonesia.

"Ya memang kalau perkiraan BI tadinya deflasi 0,1 persen, jadi deflasinya (BPS) lebih rendah dari perkiraan BI, tapi secara umum sesuai ekpekstasi bahwa ada deflasi di bulan April karena ini memang masa panen," ujar Mirza Adityaswara saat ditemui di Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Jumat (2/5/2014).

Mirza menuturkan, kendati masa panen berkontribusi terhadap adanya deflasi, namun ada faktor lain yang harus perhatikan yakni elnino.

"Elnino-nya sih mudah-mudahan elnino yang kategori 'weak elnino', maksimum 'moderate elnino', tapi info yang kami dapat elnino-nya itu elnino yang 'weak'," ucap Mirza.

Ia menambahkan, selama empat bulan terakhir, hanya Januari yang inflasinya diatas perkiraan BI, sedangkan untuk Februari, Maret dan April, nisbi sudah sesuai dengan perkiraan BI.

"Jadi akhir tahun ini kami masih perkirakan inflasi di sekitaran 5 persen," kata Mirza.
Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati meyakini angka inflasi bisa terjaga sesuai yang ditentukan dalam Undang Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2014 sebesar 5,5 persen.

"Kami yakin inflasi bisa terjaga pada level yang ditentukan dalam dokumen APBN 2014 sehingga bisa menjaga daya beli masyarakat," kata Anny di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat.

Anny mengatakan angka deflasi bulan April 2014 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,02 persen disebabkan adanya ketersediaan pangan dan stabilitas harga.

Namun menurut dia, masyarakat jangan lengah karena ke depan Indonesia akan memasuki musim kemarau.

"Lalu kami melihat ada el-nino yang akan datang," ujarnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2014 terjadi deflasi 0,02 persen, karena harga kebutuhan pangan mengalami penurunan dan relatif terkendali.

Kepala BPS Suryamin mengatakan penyebab deflasi yang terjadi pada April 2014, karena telah memasuki masa panen, sehingga kebutuhan bahan pangan mencukupi dan distribusi tidak mengalami hambatan berarti.

Hal tersebut terlihat dari kelompok bahan makanan yang menyumbang andil deflasi 0,22 persen diikuti kelompok sandang yang ikut terkena deflasi sebesar 0,02 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Cadangan Rp 2 Triliun  untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Dana Cadangan Rp 2 Triliun untuk Antisipasi Kemarau Panjang

Bisnis | Selasa, 29 April 2014 | 14:14 WIB

Tekan Inflasi, BI Kembangkan Kluster Cabai

Tekan Inflasi, BI Kembangkan Kluster Cabai

Bisnis | Selasa, 29 April 2014 | 12:37 WIB

Daerah Dilibatkan Redam Laju Inflasi

Daerah Dilibatkan Redam Laju Inflasi

Bisnis | Kamis, 24 April 2014 | 12:22 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB