Indonesia Berpotensi Jadi Negara Industri Tangguh

Doddy Rosadi Suara.Com
Sabtu, 14 Juni 2014 | 16:55 WIB
Indonesia Berpotensi Jadi Negara Industri Tangguh
Pengunjung mengamati produk tekstil di Jakarta. (Antara/Zabur Karuru)

Suara.com - Enam kelompok industri nonmigas menjadi andalan masa depan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri tangguh yang mampu bersaing di kancah internasional.

"Ada enam (kelompok) industri yang penting untuk mendukung visi dan misi pembangunan industri nasional," kata Sekjen Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Anshari Bukhari.

Enam kelompok industri tersebut adalah industri pangan, industri farmasi, kosmetik, dan alas kaki, industri tekstil, alas kaki dan aneka, kemudian industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika, serta industri pembangkit listrik.

"Industri yang menjadi andalan itu dipilih karena ada kaitannya dengan kebutuhan dalam negeri dalam jangka panjang dan potensinya memang kita (Indonesia) miliki," ujar Anshari.

Selain itu, kata dia, juga ada kebutuhan penyediaan lapangan pekerjaan. Ia menjelaskan ada tiga ciri yang menjadi sasaran untuk mewujudkan negara industri tangguh yang dicanangkan dalam RIPIN yaitu pertama struktur industri nasional yang kuat, berkedalaman, sehat, dan berkeadilan.

Kedua, industri yang berdaya saing tinggi di tingkat global dan industri yang berbasis teknologi dan inovasi.

"Industri pangan, tekstil dan alas kaki serta industri farmasi dan alat kesehatan maupun industri pembangkit energi sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," tuturnya.

Demikian pula dengan industri elektronika dan telematika, serta industri alat transportasi, lanjut dia, dibutuhkan di dalam negeri untuk menunjang konektivitas, di samping penyerapan dan peningkatan penguasaan teknologi dan inovasi.

"Dengan adanya RIPIN, maka ada kepastian bagi kalangan pengusaha tentang industri yang dikembangkan, dukungan dan kebijakan yang diperlukan, serta dukungan lainnya dari kementerian lain," ujar Anshari.

Industri lainnya di luar enam kelompok andalan, seperti industri barang modal, komponen, dan bahan penolong serta aksesoris masuk dalam industri pendukung.

Sementara industri hulu agro, hulu mineral tambang, migas dan batubara, masuk dalam industri hulu yang akan dihilirisasi agar memberi nilai tambah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jika Hidupmu adalah Film, Kamu si Tokoh Antagonis, Protagonis atau Cuman Figuran?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mie Apa yang Kamu Banget? Temukan Karakter Aslimu
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI