Pemerintah Alokasikan Rp2 Triliun untuk Perbaikan Irigasi

Doddy Rosadi

Jum'at, 09 Januari 2015 | 14:51 WIB
Pemerintah Alokasikan Rp2 Triliun untuk Perbaikan Irigasi
Petani membajak sawah di areal persawahan tanpa jaringan irigasi (sawah tadah hujan). (Antara/Asep Fathulrahman)

Suara.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan pihaknya telah mengalokasikan kurang lebih Rp2 triliun untuk memperbaiki kerusakan irigasi demi mencapai swasembada pangan Indonesia.

"Pada 2014 irigasi rusak di seluruh Indonesia mencapai 52 persen dengan luas lahan 3,3 juta hektare," ujarnya seusai berdialog dengan para pejabat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Jumat, (9/1/2015).

Sebagai tahap awal, pada tahun 2015 ini ia berencana membangun irigasi di satu juta hektar lahan di 17 provinsi di seluruh Indonesia terutama di daerah-daerah yang merupakan kantong-kantong produksi padi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Selain untuk perbaikan irigasi, Kementerian Pertanian juga memberikan bantuan dana untuk memperlancar distribusi pupuk, penyediaan benih, dan penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Kita tahu bahwa dalam 10 tahun terakhir ini ada 20 juta orang meninggalkan pertanian sehingga sebagai gantinya kami akan sediakan alsintan," ujarnya.

Amran menjelaskan berdasarkan pengamatannya setelah melakukan kunjungan ke 15 provinsi dan 50 kabupaten dalam dua bulan terakhir ini, masalah-masalah pertanian seperti kerusakan irigasi, rendahnya penyerapan benih, keterlambatan distribusi pupuk, kekurangan tenaga penyuluh dan minimnya penggunaan alsintan telah mengakibatkan Indonesia kehilangan peluang produksi sebesar 20 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun.

Namun ia optimistis swasembada pangan untuk padi, jagung, dan kedelai dapat dicapai dalam tiga tahun mendatang.

Ketua Komisi Tetap Ketahanan Pangan Kadin Indonesia Franciscus Welirang mengatakan usaha mencapai swasembada pangan harus diikuti dengan perhatian lebih terhadap masalah-masalah yang dihadapi petani seperti banyaknya pungutan liar, adanya usaha penjarahan hasil tani, penipuan mengenai pupuk, dan minimnya akses petani untuk memperoleh modal.

"Hargai petani karena tanpa mereka tidak akan ada swasembada pangan, apalagi ketahanan pangan," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Presiden: Dalam 3 Tahun RI Bisa Swasembada Pangan dan Energi

Presiden: Dalam 3 Tahun RI Bisa Swasembada Pangan dan Energi

News | Sabtu, 06 Desember 2014 | 09:04 WIB

JK: Indonesia Berpotensi untuk Swasembada Pangan

JK: Indonesia Berpotensi untuk Swasembada Pangan

Bisnis | Kamis, 04 Desember 2014 | 12:57 WIB

JK Pantau Perkembangan Swasembada Pangan

JK Pantau Perkembangan Swasembada Pangan

News | Kamis, 04 Desember 2014 | 07:05 WIB

ICW: Mentan Jangan Jadikan Kementerian Lahan Korup

ICW: Mentan Jangan Jadikan Kementerian Lahan Korup

News | Minggu, 02 November 2014 | 14:32 WIB

Mentan: Lahan Pertanian Berkurang 60 Ribu Hektar per Tahun

Mentan: Lahan Pertanian Berkurang 60 Ribu Hektar per Tahun

Bisnis | Jum'at, 18 April 2014 | 16:19 WIB

Terkini

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Lumbung Pangan Indonesia

Hari Tani Nasional 2026, Khofifah Apresiasi Petani Jatim sebagai Penjaga Lumbung Pangan Indonesia

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 09:49 WIB

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

Kamar Mewah Standar Apartemen di Lapas Cibinong, Benarkah Ferdy Sambo Pernah Menghuninya?

News | Kamis, 24 September 2026 | 09:43 WIB

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Dugaan Perselingkuhan Oknum Jaksa dan Polisi, Kejati Sulut Bongkar Fakta Sebenarnya

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 09:42 WIB

Gyaru Itu Artinya Apa? Mengenal Tema Ulang Tahun Hanum Mega yang Curi Perhatian

Gyaru Itu Artinya Apa? Mengenal Tema Ulang Tahun Hanum Mega yang Curi Perhatian

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:40 WIB

Kapolda Riau-Pangdam Diminta Tindak Mafia Solar, Edy Natar: Kalau Tak Bisa Suruh Pindah!

Kapolda Riau-Pangdam Diminta Tindak Mafia Solar, Edy Natar: Kalau Tak Bisa Suruh Pindah!

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 09:37 WIB

Beda Kelas dan Segmen, Jangan Tertukar Antara Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

Beda Kelas dan Segmen, Jangan Tertukar Antara Mitsubishi Pajero dan Pajero Sport

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 09:35 WIB

7 Cara Menghilangkan Bau Apek di Dalam Tabung Mesin Cuci, Mudah Dilakukan di Rumah

7 Cara Menghilangkan Bau Apek di Dalam Tabung Mesin Cuci, Mudah Dilakukan di Rumah

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:31 WIB

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bitcoin Cs Lagi Lesu, CFX10 Merosot 2,7%

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Daftar Rute Alternatif Hindari Kemacetan Demo Buruh di Jakarta Pusat Hari Ini

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

BUMN RI Bawa Isu Transformasi Hijau ke PBB, Ada Ancaman Baru Industri

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 09:25 WIB

×