Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kaum Menengah Setingkat Manajer pun Sulit Beli Rumah di Jakarta

Doddy Rosadi | Suara.com

Jum'at, 16 Januari 2015 | 13:47 WIB
Kaum Menengah Setingkat Manajer pun Sulit Beli Rumah di Jakarta
Ilustrasi: Pengunjung berada di dekat sebuah maket rumah yang ditawarkan pengembang. (Antara/Rekotomo)

Suara.com - Peremajaan lingkungan kumuh menjadi salah satu entry point untuk dapat menyelesaikan masalah perumahan di DKI Jakarta. Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda mengatakan, revitalisasi waduk yang dilakukan Pemprov DKI yang dilakukan dengan pengembangan rusunawa di atasnya merupakan terobosan untuk menjadi salah satu alternatif dalam penyediaan hunian bagi masyarakat kota Jakarta.

“Namun sangat disayangkan rusunawa yang disediakan baru hanya untuk sebagian kecil masyarakat dan umumnya masyarakat yang bekerja di sektor informal. Ironisnya rusunawa ini tidak menjangkau kaum komuter yang notabene sebagai karyawan tingkat menengah. Fokus Pemprov DKI Jakarta seharusnya tidak hanya untuk sektor informasi, karena sebenarnya kaum komuter ini yang juga harus mendapat perhatian serius,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Seperti yang diketahui bahwa dengan penduduk Jakarta 10 juta orang dan akan bertambah di siang-sore hari menjadi 12-13 juta. Tambahan ini terjadi karena Jakarta sebagai kota urbanisasi dengan banyaknya kaum pekerja di Jakarta sebagai komuter yang bertempat tinggal di daerah penyangga pinggiran Jakarta. Kaum menengah ‘tanggung’ ini mempunyai dilema dan dapat sewaktu-waktu terjebak dalam jebakan pasar rumah yang ada.

Kata Ali, kaum menengah setingkat manajer dengan penghasilan Rp5-7 juta per bulan pun sulit untuk membeli rumah. Dengan penghasilan tersebut, mereka diperkirakan mempunyai daya cicil Rp1,5-2,5 juta per bulan yang berarti dapat membeli rumah dengan harga Rp300 – 400 juta.

“Daya beli ini belum termasuk kemampuan uang muka yang umumnya menjadi salah satu faktor penghambat untuk dapat merealisasikan pembelian rumahnya. Umumnya mereka juga kesulitan untuk mengumpulkan uang muka. Dengan harga rumah seperti itu, maka tentunya akan sulit untuk mempunyai rumah di wilayah Jabodetabek,” ungkapnya.

Menurut Ali, kalau pun ada maka mereka harus memperhitungkan biaya transportasi setiap harinya untuk bekerja di Jakarta sebagai kaum komuter. Karena lokasi rumah tersebut mempunyai jarak tempuh yang jauh dari tempat mereka kerja di Jakarta. Yang terjadi kemudian adalah mereka tidak menempati rumah yang ada dan dibiarkan kosong dan kembali menyewa hunian di Jakarta. Kaum masyarakat ini akan semakin tinggi dengan harga rumah yang semakin mahal dan pada waktunya sudah tidak dapat membeli rumah lagi meskipun di pinggiran Jakarta.

“Karenanya mind set kaum urban masyarakat Jakarta seharusnya diubah, bila memang tidak sanggup untuk membeli rusunami paling tidak sanggup untuk menyewanya. Namun saat ini Pemprov DKI belum menyiapkan rusunawa untuk kaum pekerja menengah. Kondisi rusunawa yang ada saat ini pun masih jauh dari bagus. Artinya kelas menengah perkotaan ini harus diperhatikan secara serius karena diperkirakan sebanyak 80% lebih masyarakat Jakarta ada di segmen menengah ini yang terjebak antara membeli rumah atau rusunami atau menyewa di rusunawa,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

KemenPU-Pera Tak Punya Uang untuk Bangun 2 Juta Unit Rumah

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 15:51 WIB

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

PNPM Mandiri Perkotaan Perbaiki Rumah yang Tak Layak Tinggal

Bisnis | Senin, 12 Januari 2015 | 13:59 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Akan Bangun Rumah untuk Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Akan Bangun Rumah untuk Pekerja

Bisnis | Kamis, 08 Januari 2015 | 12:56 WIB

2015, Harga Rumah Naik 10 Persen

2015, Harga Rumah Naik 10 Persen

Bisnis | Selasa, 06 Januari 2015 | 17:32 WIB

Tidak Ada Instrumen yang Bisa Kendalikan Harga Properti

Tidak Ada Instrumen yang Bisa Kendalikan Harga Properti

Bisnis | Senin, 05 Januari 2015 | 07:59 WIB

Terkini

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Ekspor IKM Surabaya Tembus 2,73 Juta Dolar AS, SIL Festival 2026 Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:59 WIB

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Peran Influencer dalam Edukasi Aset Ekonomi Digital, Indodax Soroti Regulasi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:55 WIB

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Mengapa WFH di Jumat Akan Kurang Efektif Tekan Konsumsi BBM?

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 17:30 WIB

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 16:05 WIB

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 15:20 WIB

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 14:10 WIB

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 13:34 WIB