Pemerintah Ajukan Syarat Pembangunan Proyek Pelabuhan Cilamaya

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 09 April 2015 | 15:38 WIB
Pemerintah Ajukan Syarat Pembangunan Proyek Pelabuhan Cilamaya
Menteri Perencanaan Pembangunan Andrinof A Chaniago. (Antara/Vitalis Yogi)

Suara.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengungkapkan proyek pembangunan pelabuhan Cilamaya rencananya diserahkan kepada pihak swasta. Namun, pemerintah mengajukan beberapa syarat kepada swasta.

Syarat yang diajukan salah satunya swasta harus bersedia membangun dermaga khusus bagi para penumpang. Jadi, pelabuhan pengganti Cilamaya bukan hanya untuk barang melainkan diperuntukkan bagi para penumpang.

"Jadi, nanti pemerintah sifatnya hanya menumpang dan memanfaatkan. Contohnya dengan dibangunnya dermaga, pemerintah akan memanfaatkan dermaga tersebut untuk kapal penumpang, " kata Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Proyek pelabuhan pengganti Cilamaya diteruskan pembangunannya dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Soalnya kalau pelabuhan dipaksakan dibangun di Cilamaya itu sudah tidak mungkin. Karena jalurnya mengganggu pipa minyak milik PT Pertamina. Salah satu alternatifnya dan yang harus di geser yakni di Subang atau Indramayu. Ini bukan berarti pelabuhan tidak akan dibangun, hanya ditunda saja," katanya.

Andrinof menilai saat ini yang paling berkepentingan terhadap pembangunan pelabuhan baru ialah para pelaku industri yang berinvestasi besar di sekitar pantai utara Jawa. Oleh sebab itu, pemerintah membuka pintu bagi para investor yang ingin membangun pintu masuk laut.

"Yang paling minat dan berkepentingan itu adalah perusahaan Jepang di kawasan Karawang. Dasarnya karena kebutuhan industri yang ada di Karawang mereka butuh akses masuk ke sana," katanya.

Andrinof optimistis kajian dan studi kelayakan proyek pelabuhan pengganti Cilamaya, yang prosesnya melibatkan negara asing, akan selesai pada tahun ini. Pemerintah pun berencana menyerahkannya pembangunan proyeknya kepada swasta dengan syarat lain tidak ada masyarakat yang dirugikan.

Ketika ditanya pihak swasta mana yang pas untuk memegang proyek ini, Andrinof masih belum tahu.

"Ini masih di cari siapa yang berminat. Pokoknya kajian pembangunannya harus lengkap dulu, " kata dia.

Seperti diketahui, rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya terus mengalami penundaan sejak mulai direncanakan pada tahun 2010 silam. Pemerintah telah membuat tim gabungan guna mengkaji rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya. Bahkan, hasilnya telah diserahkan ke Presiden Joko Widodo pada awal bulan Maret.

Hal ini disebabkan PT Pertamina (Persero) pernah melakukan penolakan atas rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya mengingat banyaknya aktifitas perminyakan di wilayah tersebut sehingga pembangunan tersebut berpotensi merugikan perusahaan. Lokasi pembangunan tersebut berada di jalur distribusi gas milik Pertamina sehingga akan mengganggu pasokan energi ke industri bahkan pasokan listrik untuk wilayah Jakarta.

Berdasarkan pengamatan lapangan ada kendala teknis yang membahayakan. Ada 200 lebih anjungan sumur minyak dan gas, artinya kajian di masa dulu tidak ada perhitungan seperti itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×