Impor Indonesia Naik Sembilan Persen Pada Maret 2015

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 15 April 2015 | 15:59 WIB
Impor Indonesia Naik Sembilan Persen Pada Maret 2015
Impor

Suara.com - Badan Pusat Satistik (BPS) melaporkan kinerja impor di Indonesia pada Maret 2015 mencapai 12,58 miliar dollar AS atau mengalami kenaikan sebesar 9,25 persen dibandingkan Febuari 2015.

Namun, jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2014, angka ini mengalami penurunan sebesar 13,39 persen atau sebesar 14,52 miliar dollar AS.

Kepala BPS Suryamin mengatakan, impor terjadi peningkatan secara month to month pada migas maupun nonmigas. Impor migas naik 31,89 persen, yakni dari 1,72 miliar dollar AS menjadi 2,27 miliar dollar AS.

Sementara itu, impor non-migas pun naik tipis 5,32 persen, dari 9,79 miliar dollar AS pada Februari 2015 menjadi 10,31 miliar dollar AS pada Maret 2015.

"Hal ini disebabkan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, ekonomi saat ini sedang bergerak ke skala sektor  karena migas sebagai bagian dari proses produksi dan transportasi makanya meningkat, dan pada sisi harganya juga sedang turun,” kata Kepala BPS Suryamin, Rabu (15/4/2015).

Suryamin juga menjelaskan, peningkatan ekspor terbesar ada pada komoditas mesin dan peralatan mekanik dengan nilai impor sebesar 5,85 miliar dollar AS dan mesin dan peralatan listrik dengan nilai impor sebesar 3,9 miliar dollar AS.

Sementara itu penurunan terbesar impor non-migas pada Maret 2015 adalah golongan besi dan baja dengan nilai impor sebesar 0,03 miliar dollar AS (4,46 persen).

Suryamin menjelaskan, untuk impor nonmigas naik secara month to month sebesar 5,32 persen. Angka ini jauh lebih rendah dari kenaikan ekspor non migas yang sebesar 12 persen.

"Sedangkan untuk impor akumulasi dari Januari-Maret 2015 sebesar 36,70 miliar dollar AS, turun 15,10 persen year on year (YoY) dengan penurunan pada impor non migas sebesar 30,60 miliar dollar AS atau turun 5,05 persen  secara year on year," imbuhnya.

Untuk share tersebesar impor adalah mesin dan peralatan mekanik dengan capaian 5,85 miliar dollar AS dan mesin serta peralatan listik sebesar 3,90 miliar dollar AS.

 "Untuk pangsa pasar terbesar impor non migas yang pertama, dari Tiongkok sebesar 7,46 miliar dollar AS atau 24,37 persen," jelasnya.

Kedua dari Jepang sebesar 3,7 miliar dollar AS dengan share 12,10 persen. Thailand menduduki peringkat ketiga dengan angka 2,13 miliar dollar AS atau 6,97 persen.

"Sedangkan untuk impor nonmigas ke ASEAN sebesar 5,45 miliar dollar AS dengan sharenya 21,09 persen. Uni Eropa 2,80 miliar dollar AS dengan share 9,15 persen," tutup Suryamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Larangan Impor Tekstil

Larangan Impor Tekstil

Foto | Selasa, 14 April 2015 | 18:39 WIB

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Stok Menipis, Wapres JK: Belum Perlu Impor Beras

Bisnis | Rabu, 01 April 2015 | 06:15 WIB

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Indonesia Bisa Berhenti Impor Beras, Ini Syaratnya

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2015 | 16:37 WIB

Presiden Jokowi: Tidak Akan Ada Lagi Impor Beras

Presiden Jokowi: Tidak Akan Ada Lagi Impor Beras

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2015 | 14:59 WIB

Terkini

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

Fakta-fakta Dugaan Keracunan Massal MBG di Karo dan Pati, Ratusan Anak Jadi Korban

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:53 WIB

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Tingkatkan Kualitas, Bleach TYBW Tunda Dua Episode Terakhir pada Oktober

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 12:50 WIB

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Begini Kondisi Antrean BBM di SPBU Makassar

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

Jadi Ketum PB PJSI, Maruli Simanjuntak Ditantang Bawa Judo Indonesia ke Podium Dunia

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:46 WIB

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Strategi Anak Usaha Emiten Sawit TAPG Cegah Karhutla di Kaltim

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:39 WIB

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Viral Pengerusakan Belasan Rumah di Humbahas Diduga Sengketa Lahan

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:35 WIB

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Pajak Indonesia Lebih 'Murah' dari Eropa Tapi 'Termahal' di ASEAN, Ini Datanya

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:30 WIB

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

RUPSLB Emiten Raffi Ahmad RANS Gaduh, Pemegang Saham Tak Bisa Masuk Ruangan

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 12:26 WIB

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

7 Arti Mimpi Melahirkan Menurut Primbon Jawa dan Psikologi

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 12:25 WIB

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

Suhu 'Neraka Bocor' Bakal Muncul di Negara Tetangga Terdekat RI di Tahun 2027

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:23 WIB

×