Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kisah Tukang Ojek Peraih Beasiswa Kuliah Bahasa Inggris

Arsito Hidayatullah

Jum'at, 17 April 2015 | 10:20 WIB
Kisah Tukang Ojek Peraih Beasiswa Kuliah Bahasa Inggris
Ilustrasi tukang ojek. [Shutterstock]

Suara.com - Di mana ada kemauan di situ ada jalan. Inilah agaknya peribahasa yang sangat sesuai dengan gambaran sosok Piter Titirloloby. Ini adalah sosok seorang penarik ojek yang berhasil mendapatkan beasiswa dari perusahaan INPEX di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Saumlaki (STKIPS), untuk Jurusan Bahasa Inggris.

Pemuda ramah senyum asal Desa Keliobar, Tanimbar Utara, ini memang merupakan sosok yang pantas dikagumi atas kegigihan dan kerja kerasnya. Pasalnya, orang tua Piter bukanlah kalangan dengan rezeki berlebih yang mampu membiayai anaknya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Piter tumbuh bersama enam orang saudara. Ayahnya sudah meninggal ketika dia masih duduk di kelas 2 SMP, sementara ibunya lantas harus bekerja banting tulang sebagai petani kebun untuk membiayai kehidupan mereka. Piter pun sejak SMP sudah terbiasa memeras keringat sendiri, demi menggapai ilmu yang lebih tinggi.

"Saya tahu bahwa keadaan ekonomi tidak cukup untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Tapi saya ingin selalu mendapatkan pendidikan yang lebih baik," ucap Piter mengisahkan perjuangannya.

Semenjak kecil, Piter sudah menjalani berbagai macam pekerjaan kasar dan keras. Mulai dari sebagai kuli pikul air, kuli bangunan, sebagai pengering kopra, pencari teripang dan sebagainya, semua ia lakukan demi membiayai sekolahnya.

Sepulang sekolah, Piter akan selalu datang ke tempatnya mencari uang dan bekerja hingga petang menjelang. Hingga lantas, dengan tuntutan ekonomi yang semakin mencekik, Piter pun memutuskan menjadi tukang ojek agar mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

Sebagai pengojek, untuk mendapatkan rata-rata Rp80.000 sehari, Piter harus bekerja keras dari jam 06.00 sampai jam 14.00, sebelum kemudian malam hari kembali ngojek dari jam 19.00 sampai 22.00. Di saat beristirahat, dia biasanya masih menyempatkan untuk belajar.

Bertemu "Mr D"
Ditemui di acara ramah tamah untuk penerima Beasiswa INPEX di Ambon, beberapa hari lalu, Piter menceritakan bagaimana pekerjaanya sebagai penarik ojek telah mempertemukan dirinya dengan Donny, seorang instruktur Bahasa Inggris yang belakangan membuka jalan hidupnya hingga ia mendapatkan beasiswa.

"Dua tahun lalu, saya bertemu dengan Mr D (panggilan akrab Pak Donny) yang akhirnya menjadi penumpang tetap. Kami sering bertukar cerita, di mana saya mengetahui Pak Donny adalah pengajar dari INPEX Saumlaki English Club," tuturnya.

Untuk diketahui, INPEX sendiri adalah perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi sejak 1966. Saat ini, Inpex beroperasi di Blok Masela, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, tepatnya di lepas pantai Laut Arafura.

Pada 30 Maret lalu, INPEX memberi bantuan beasiswa peningkatan pendidikan kepada 50 orang mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. Beasiswa juga diberikan bagi mahasiswa pada tiga sekolah tinggi di bawah Yayasan Pendidikan Tinggi Rumpun Lelemuku Saumlaki (YPT-RLS), yaitu STIAS, STIESA dan STKIPS. Sementara Saumalaki English Club sendiri adalah suatu klub belajar Bahasa Inggris yang didirikan INPEX di ibu kota Maluku Tenggara Barat.

"Mendengar impian saya untuk menjadi sarjana, Mr D selalu menekankan bagaimana Bahasa Inggris sangat penting untuk mencapai pendidikan tinggi," kata Piter lagi.

Piter mengaku awalnya sangat awam dengan Bahasa Inggris. Tetapi karena Mr D tanpa kenal lelah terus membimbing dan memberikan banyak buku dan materi kepadanya, dia pun tertarik dan mempelajarinya dengan tekun.

"Saya sangat bersyukur. Kemampuan menguasai Bahasa Inggris menjadi salah satu kunci utama saya mendapatkan nilai akademis yang memadai dan akhirnya terpilih sebagai penerima beasiswa INPEX," katanya.

Bagi Piter, penguasaan Bahasa Inggris sangat penting, karena di era globalisasi ini hampir semua sumber informasi dan pengetahuan yang ada ditulis dalam bahasa internasional tersebut.

Menariknya, selain mendapatkan beasiswa, kemampuan Bahasa Inggris yang meningkat pesat bahkan membuat Piter ditarik menjadi tenaga pengajar untuk membantu Mr D di Saumlaki English Club. Namun yang lebih hebat lagi, pemuda Tanimbar ini sendiri juga telah membuka kursus Bahasa Inggris pribadi di Saumlaki, yang saat ini menjadi mata pencaharian utamanya.

Dengan tersenyum lebar, Piter pun bercerita bahwa kini dia sudah mempunyai 18 murid dari tingkat SD dan SMP. Pada musim liburan sekolah lalu menurutnya, dia bahkan sudah mengadakan paket liburan sambil belajar Bahasa Inggris di Kepulauan Larat selama dua minggu, yang diikuti 15 murid.

Dengan penghasilan dari mengajar Bahasa Inggris itu, Piter pun mengaku kini tidak lagi harus berpanas-panasan memeras keringat menarik ojek. Sementara baru-baru ini, dia bersama teman-temannya pun telah mengakhiri KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Lauran, di mana mereka menginisiasi pendeklarasian Kampung Bahasa Inggris Lauran sebagai desa binaan mahasiswa-mahasiswi STKIPS.

"Tentu saja saya ingin terus lebih maju dari sekarang," tutur Piter mengenai rencananya ke depan, yaitu ingin menjadi trainer Bahasa Inggris dari Maluku Tenggara Barat dengan kualitas profesional dan mendunia. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Driver Ojol Perempuan Menangis Haru Usai Dapat Tips Duit Segepok dari Turis Asing

Driver Ojol Perempuan Menangis Haru Usai Dapat Tips Duit Segepok dari Turis Asing

Entertainment | Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:17 WIB

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Pemangkasan Komisi Ojol Jadi 8% Bisa Ubah Arah Bisnis Aplikator

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:54 WIB

Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor

Driver Ojol Senang GoRide Hemat Dihapus: Pendapatan Naik, Orderan Tetap Gacor

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 18:46 WIB

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

InDrive Nilai Transparansi dan Keadilan Jadi Tantangan Industri Ride-Hailing

Foto | Senin, 18 Mei 2026 | 15:00 WIB

Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris

Mengatur Kembali Arah Hidup dari Buku Tiada Ojek di Paris

Your Say | Senin, 18 Mei 2026 | 16:00 WIB

Banjir Dukungan Driver Ojol, Momen Nadiem Makarim Menangis di Pengadilan Jadi Sorotan

Banjir Dukungan Driver Ojol, Momen Nadiem Makarim Menangis di Pengadilan Jadi Sorotan

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 16:20 WIB

Perempuan yang Selalu Meminta Diantarkan Pulang

Perempuan yang Selalu Meminta Diantarkan Pulang

Your Say | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:40 WIB

Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen

Mulai Juni 2026, Potongan Aplikasi Ojol Tak Boleh Lebih dari 8 Persen

Foto | Senin, 11 Mei 2026 | 18:49 WIB

Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi

Viral Siswi SD di Palembang Jadi Korban Rudapaksa, Alami Kondisi Serius hingga Jalani Operasi

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:04 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Terkini

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Kebakaran Kemayoran, Cek Jalur Alternatifnya

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:11 WIB

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 00:01 WIB

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Perkuat PT GMM, Bulog Fokus Jaga Kepercayaan dan Kemitraan dengan Petani Tebu Blora

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 21:56 WIB

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Influencer Tak Lagi Dapat PPh UMKM 0,5 Persen, Purbaya: Tak Ada Lapangan Kerja

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 19:21 WIB

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 18:38 WIB

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Profil PT MMS, Perusahaan yang Dianggap Bandel di Industri Sawit

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:24 WIB

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

5 Asosiasi Pengusaha Buka Suara soal DSI, Ingatkan Risiko Ganggu Ekspor SDA RI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 17:22 WIB

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Tak Miliki Bisnis Sawit, Ini Profil PT MMSGI

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 16:47 WIB

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Danantara Bongkar Borok BUMN, Catat Penurunan Aset Hampir Rp100 Triliun

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:53 WIB

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Jelang DSI Beroperasi, Pengusaha Kompak Minta Jaminan Kontrak Ekspor Tetap Aman

Bisnis | Senin, 01 Juni 2026 | 15:49 WIB