Abon Ikan di Lebak Tumbuh Pesat

Ririn Indriani

Minggu, 17 Mei 2015 | 01:26 WIB
Abon Ikan di Lebak Tumbuh Pesat
Ilustrasi abon. (Sumber: wikipedia)

Suara.com - Kerajinan abon ikan di Kabupaten Lebak, Banten, selama ini tumbuh pesat sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami terus berupaya agar para perajin abon itu bisa menjadikan andalan ekonomi warga pesisir," kata Kepala Bidang Usaha Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lebak, Hasan Lubis di Rangkasbitung, Sabtu (16/5/2015).

Ia mengatakan, pemerintah daerah (pemda) mengoptimalkan pembinaan usaha hasil tangkapan nelayan ini untuk mendongkrak pendapatan masyarakat pesisir selatan Kabupaten Lebak.

Selama ini, masyarakat pesisir selatan berprofesi sebagai nelayan yang mengandalkan tangkapan ikan. Mereka setiap hari melaut jika cuaca kondisi membaik, dan tidak jika gelombang tinggi.

Pembinaan kerajinan abon ikan ini diharapkan dapat menjadikan nelayan maupun rumah tangga nelayan menggeluti usaha hasil tangkapan itu.

Sebab tangkapan nelayan bisa dijadikan bahan abon, di antaranya ikan tuna, marlin dan tongkol. "Saat ini kerajinan abon ikan tumbuh pesat hingga menjadi tiga kelompok dari sebelumnya satu kelompok," kata Hasan.

Ia juga mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada perajin usaha abon ikan di pesisir selatan Kabupaten Lebak. Mereka mendapat bantuan melalui program pengembangan usaha mina perdesaan (PUMP) pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Bantuan usaha ini, tambah Hasan, untuk meningkatkan produksi abon ikan dengan kualitas bagus sehingga diharapkan dilirik oleh pengusaha dari Jakarta.

Bahkan, kelompok usaha abon ikan Jubaedah menembus pasar abon ikan di pasar swalayan di Jakarta dan Bekasi. "Kami terus meningkatkan kualitas abon ikan agar mampu menembus pasar ekspor," katanya.

Hasan menyebutkan, saat ini kerajinan abon ikan berkembang di pesisir selatan Kabupaten Lebak, di antaranya di Kecamatan Wanasalam, Cihara, Panggarangan, Malingping dan Bayah.

Sebab di daerah itu memiliki potensi tangkapan ikan laut, sehingga dapat dijadikan usaha ekonomi produktif masyarakat. "Kami mendorong pelaku usaha hasil tangkapan perikanan bisa bertahan dan berkembang untuk mengelola abon ikan," katanya.

Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Karya Mandiri Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Jubedah mengatakan, pihaknya setiap dua pekan sekali memasok abon ke pasar Jepang karena permintaan konsumen di sana relatif tinggi.

Kelebihan abon ikan hasil produksi masyarakat pesisir selatan Lebak tanpa menggunakan bahan pengawet serta tahan lama hingga delapan bulan.

"Kami memasok ke sejumlah pasar di Jepang melalui pengekspor di Jakarta," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yogyakarta Ingin Tumbuhkan 45 Kelompok Usaha Bersama Baru

Yogyakarta Ingin Tumbuhkan 45 Kelompok Usaha Bersama Baru

Bisnis | Minggu, 15 Februari 2015 | 08:22 WIB

Terkini

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Di Rumah atau Dirumah? Kesalahan Sepele yang Terus Berulang di Media Sosial

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

Viral Bapak-Bapak Yasinan Pakai Kostum Drama Kolosal Tiongkok, Netizen: Pantes Istana Langit Sepi

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:29 WIB

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Polisi Gerebek Gudang Pinang Narkoba di Deli Serdang, Sita 3 Kg Sabu-10 Ribu Ekstasi

Sumut | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:25 WIB

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

3 HP Murah Tahan Banting dan Air untuk Aktivitas Outdoor, Harga Rp2,5 Juta ke Bawah

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:22 WIB

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Profil Eva Celia yang Ikut Aksi Demo 28 Oktober 2026

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Bebas Berbahasa Bukan Bebas Salah: Nyaman Berbahasa Tanpa jadi Polisi Ejaan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:15 WIB

×