Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Rupiah Pagi Ini Melemah Menjadi Rp13.141

Ririn Indriani

Jum'at, 22 Mei 2015 | 10:36 WIB
Rupiah Pagi Ini Melemah Menjadi Rp13.141
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (22/5/2015) pagi bergerak melemah sebesar 36 poin menjadi Rp13.141 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.105 per dolar AS.

"Belum adanya pertanda perbaikan kinerja pemerintah baik dalam realisasi pendapatan serta belanja membuat ekspektasi atas pertumbuhan ekonomi ke depan tetap rendah, situasi itu cukup berdampak pada mata uang rupiah," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, ekspektasi pertumbuhan ekonomi domestik itu akan menjaga daya tarik aset berdenominasi rupiah tetap rendah. Sentimen Standard & Poor's (S&P) yang merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi positif juga relatif minimal.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa angka manufaktur AS diumumkan turun berpotensi menekan dolar AS di pasar global. Markit Manufaktur Indeks Pembelian Manajer (PMI) AS turun ke 53,8 pada Mei dari 54,1 pada April tahun ini.

Sentimen selanjutnya, kata dia, pelaku pasar sedang menunggu pengumuman bank sentral Jepang mengenai target kebijakan moneternya. Kemudian, pelaku pasar juga menanti angka inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan masih berada di zona negatif.

Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan mata uang rupiah terhadap dolar AS. Sebagian pelaku pasar uang menunggu pidato Ketua Fed Janet Yellen tentang prospek ekonomi AS pada Jumat ini waktu setempat.

"Pidato the Fed dinantikan pasar, diharapkan ada petunjuk lebih lanjut tentang waktu kenaikan suku bunga," katanya.

Di tengah penantian itu, menurut dia, volatilitas rupiah masih akan tinggi karena belum adanya kepastian waktu kenaikan suku bunga AS (Fed fund rate), pelaku pasar uang cenderung akan tetap mengakumulasi mata uang yang dianggap dapat menjaga nilai aset, salah satunya dolar AS.( Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Rabu Pagi Menguat Jadi Rp13.181

Rupiah Rabu Pagi Menguat Jadi Rp13.181

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2015 | 10:47 WIB

Rupiah Diprediksi Tertekan, Ini Tanggapan Menko Sofyan

Rupiah Diprediksi Tertekan, Ini Tanggapan Menko Sofyan

Bisnis | Senin, 11 Mei 2015 | 19:03 WIB

Terkini

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:54 WIB

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Syahrini Kembali ke Dunia Musik, Rilis Lagu 'Kau yang Utama'

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:51 WIB

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

Topan Dolphin Mengamuk Dua Kali di China, Lebih 1 Juta Warga Dievakuasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

Papua Bukan Tanah Kosong! Masyarakat Adat Nabire Tolak Tambang dan Pembanguna Pos Militer

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Karhutla Hanguskan 18 Hektare Hutan di Sukabumi, Sejumlah Titik Masih Berasap

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

IHSG Anjlok ke Level 6.300 Hari Ini, GMFI Hampir ARA

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:46 WIB

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Purbaya Minta Bea Cukai Perketat Pengawasan Laut di Perbatasan Timur RI

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:42 WIB

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat

Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat

Sulsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Sengketa Lahan SDN 026 Memanas, Wali Kota Bandung Tegas Pasang Badan Demi 900 Siswa

Sengketa Lahan SDN 026 Memanas, Wali Kota Bandung Tegas Pasang Badan Demi 900 Siswa

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:40 WIB

Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026

Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:38 WIB

×