Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Sehari Setelah Perombakan Kabinet, Rupiah Menguat

Siswanto | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2015 | 11:09 WIB
Sehari Setelah Perombakan Kabinet, Rupiah Menguat
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pascaperombakan kabinet, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (13/8/2015) pagi bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp13.735 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.761 per dolar AS.

"Pelemahan rupiah mulai mereda menyusul Bank Indonesia tetap hadir di pasar valas untuk membantu pasokan dolar AS agar fluktuasinya dapat kembali stabil," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa pelemahan mata uang domestik akhir-akhir ini dinilai terlalu dalam (overshoot), hadirnya Bank Indonesia akan menjaga nilai fundamental rupiah terhadap dolar AS.

Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia diperkirakan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Hingga dini hari tadi. shock akibat kebijakan pemerintah Tiongkok mendevaluasi nilai tukarnya mulai mereda terlihat dari harga komoditas yang mulai naik serta dolar AS yang turun. Walaupun diperkirakan Yuan masih bisa melemah, namun sentimennya diperkirakan mulai berkurang," katanya.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan bahwa adanya proyeksi di pasar mengenai rencana bank sentral AS (Federal Reserve, the Fed) yang akan memundurkan waktu untuk menaikkan suku bunganya pada September menjadi salah satu faktor penopang bagi mata uang rupiah.

"Beberapa indikator belum memungkinkan bagi the Fed untuk menaikan suku bunga pada September tahun ini. Secara keseluruhan, data tenaga kerja Amerika Serikat masih di bawah harapan the Fed dan inflasi AS juga masih cukup rendah," katanya.

Ia menambahkan bahwa di tengah tren koreksi mata uang rupiah seperti saat ini, pemerintah dapat memanfaatkannya untuk mendorong kinerja ekspor domestik, karena produk ekspor Indonesia juga dinilai masih cukup kompetitif di pasar global.

"Pelaku pasar masih tetap waspada karena potensi rupiah kembali melemah masih cukup terbuka menyusul kebijakan pemerintah Tiongkok yang kembali melakukan devaluasi mata uangnya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar

Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:16 WIB

BI Yakin Pelemahan Rupiah Cuma Sementara

BI Yakin Pelemahan Rupiah Cuma Sementara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 20:03 WIB

BI: Pelemahan Rupiah Dorong Turis Kunjungi Indonesia

BI: Pelemahan Rupiah Dorong Turis Kunjungi Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 18:26 WIB

Devaluasi Yuan Tekan Nilai Rupiah, Ditutup Rp13.585 per Dolar

Devaluasi Yuan Tekan Nilai Rupiah, Ditutup Rp13.585 per Dolar

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 17:12 WIB

Rupiah Melemah Jadi Rp13.567 Per Dolar AS

Rupiah Melemah Jadi Rp13.567 Per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 11:21 WIB

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 10:47 WIB

Terkini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Saham Lagi 'Diskon' atau Jebakan? Cek Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:41 WIB

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Alasan Server Judi Online Mulai Bergeser dari Kamboja ke Indonesia

Bisnis | Senin, 11 Mei 2026 | 07:25 WIB

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB