Sehari Setelah Perombakan Kabinet, Rupiah Menguat

Siswanto | Suara.com

Kamis, 13 Agustus 2015 | 11:09 WIB
Sehari Setelah Perombakan Kabinet, Rupiah Menguat
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pascaperombakan kabinet, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (13/8/2015) pagi bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp13.735 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.761 per dolar AS.

"Pelemahan rupiah mulai mereda menyusul Bank Indonesia tetap hadir di pasar valas untuk membantu pasokan dolar AS agar fluktuasinya dapat kembali stabil," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta.

Ia mengatakan bahwa pelemahan mata uang domestik akhir-akhir ini dinilai terlalu dalam (overshoot), hadirnya Bank Indonesia akan menjaga nilai fundamental rupiah terhadap dolar AS.

Menyikapi perkembangan tersebut, Bank Indonesia diperkirakan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Hingga dini hari tadi. shock akibat kebijakan pemerintah Tiongkok mendevaluasi nilai tukarnya mulai mereda terlihat dari harga komoditas yang mulai naik serta dolar AS yang turun. Walaupun diperkirakan Yuan masih bisa melemah, namun sentimennya diperkirakan mulai berkurang," katanya.

Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara Rully Nova menambahkan bahwa adanya proyeksi di pasar mengenai rencana bank sentral AS (Federal Reserve, the Fed) yang akan memundurkan waktu untuk menaikkan suku bunganya pada September menjadi salah satu faktor penopang bagi mata uang rupiah.

"Beberapa indikator belum memungkinkan bagi the Fed untuk menaikan suku bunga pada September tahun ini. Secara keseluruhan, data tenaga kerja Amerika Serikat masih di bawah harapan the Fed dan inflasi AS juga masih cukup rendah," katanya.

Ia menambahkan bahwa di tengah tren koreksi mata uang rupiah seperti saat ini, pemerintah dapat memanfaatkannya untuk mendorong kinerja ekspor domestik, karena produk ekspor Indonesia juga dinilai masih cukup kompetitif di pasar global.

"Pelaku pasar masih tetap waspada karena potensi rupiah kembali melemah masih cukup terbuka menyusul kebijakan pemerintah Tiongkok yang kembali melakukan devaluasi mata uangnya," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar

Rupiah Terus Tertekan, BI Akan Terus Berada di Pasar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 15:16 WIB

BI Yakin Pelemahan Rupiah Cuma Sementara

BI Yakin Pelemahan Rupiah Cuma Sementara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 20:03 WIB

BI: Pelemahan Rupiah Dorong Turis Kunjungi Indonesia

BI: Pelemahan Rupiah Dorong Turis Kunjungi Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 18:26 WIB

Devaluasi Yuan Tekan Nilai Rupiah, Ditutup Rp13.585 per Dolar

Devaluasi Yuan Tekan Nilai Rupiah, Ditutup Rp13.585 per Dolar

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 17:12 WIB

Rupiah Melemah Jadi Rp13.567 Per Dolar AS

Rupiah Melemah Jadi Rp13.567 Per Dolar AS

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2015 | 11:21 WIB

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

The Fed Tak Naikkan Suku Bunga, Rupiah Bergerak Menguat

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 10:47 WIB

Terkini

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:19 WIB

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Harga BBM Masih Stabil, Warganet Apresiasi Pemerintah

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:51 WIB

Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan

Primadona Lebaran 2026, Konsumsi BBM Pertamax Series Naik Signifikan

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:32 WIB

Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran

Arab Saudi dan UEA Diam-diam Bantu Israel dan AS Perangi Iran

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:23 WIB

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Purbaya Buka Opsi Tarik Pajak Tambahan untuk Produk China di Tokopedia-TikTok dkk

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:13 WIB

Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya

Kemenkop Bantah Isu Kopdes Merah Putih Picu Konflik di Adonara, Ini Faktanya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:22 WIB

OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya

OJK Resmi Punya Pejabat Baru, Ini Susunannya

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:13 WIB

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Rupiah Belum Bangkit Hari Ini, Nyaris Rp 17.000/USD

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 16:01 WIB

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Purbaya Pastikan Ada Efisiensi MBG, Negara Hemat Rp 40 Triliun per Tahun

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:21 WIB

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Siap-siap! Harga BBM di RI Bakal Melakukan Penyesuaian 1 April 2026

Bisnis | Rabu, 25 Maret 2026 | 15:15 WIB