Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Rupiah Terpuruk, Pengrajin Tahu Solo Kena Dampak

Siswanto

Rabu, 26 Agustus 2015 | 12:20 WIB
Rupiah Terpuruk, Pengrajin Tahu Solo Kena Dampak
Salah seorang pekerja tengah membungkus tahu di kawasan Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/8/2015). [suara.com/Labib Zamani]

Suara.com - Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak hanya dirasakan industri besar, industri menengah seperti pengrajin tahu di kawasan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah, pun terdampak.

Salah seorang pengrajin tahu, Aco Warso Praja Sumitra (57), mengatakan sejak nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menurun, harga kedelai naik. Pasalnya, bahan baku pembuatan tahu tersebut diimpor dari Amerika Serikat.

"Menurunnya nilai tukar berdampak pada harga kedelai yang naik. Dari biasanya Rp6.700 per kilogram menjadi Rp7.100 per kilogram," kata Warso ketika ditemui Suara.com di kediamannya, Kelurahan Mojosongo, RT 3, RW 3, Kecamatan Jebres, Solo, Rabu (26/8/2015).

Meski kenaikan harga kedelai hanya berkisar Rp400 - Rp500 per kilogram, kata Warso, pengaruhnya terasa sekali. Harga kedelai impor menembus Rp700 ribu per kwintal. Padahal, selama ini untuk sekali produksi tahu, Warso harus membutuhkan lima sampai enam kwintal kedelai per hari.

"Kenaikan harga kedelai ini sudah saya rasakan sejak dolar naik Rp13.800. Sekarang sudah naik lagi sebesar Rp14.000. Namun sejauh ini masih bisa saya atasi," kata dia.

Sekali produksi, Warso bisa menghasilkan antara 300-320 loyang tahu. Satu loyang tahu jika dipotong-potong bisa menghasilkan antara 100-120 biji tahu. Untuk satu loyang tahu dijual dengan harga Rp20 ribu. Sejauh ini produksinya tersebut dijual di wilayah Solo dan sekitarnya.

"Tahu yang saya produksi ini tidak saya jual ke pasar-pasar. Tetapi diambil pedagang atau pelanggan ke sini kemudian mereka jual sendiri ke pasar," kata dia.

Jika kenaikan harga kedelai akibat turunnya rupiah tidak dapat lagi dikendalikan, Warso mengaku akan mengurangi ukuran tahu produksinya. Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan komunikasi kepada pengrajin tahu lainnya untuk penyeragaman.

"Selain itu saya juga akan memberitahukan kepada para pelanggan dan masyarakat supaya tidak kecewa. Upaya ini saya lakukan agar semuanya bisa berjalan. Produksi bisa berjalan, tenaga juga bisa bekerja," kata Warso. (Labib Zamani)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Tergelincir, Ini Strategi Pedagang Ponsel Tarik Pembeli

Rupiah Tergelincir, Ini Strategi Pedagang Ponsel Tarik Pembeli

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 11:42 WIB

Rupiah Terpuruk, Ahok: Kalau Nggak Pinjam Asing, Nggak Efek

Rupiah Terpuruk, Ahok: Kalau Nggak Pinjam Asing, Nggak Efek

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 11:26 WIB

Kurs Rupiah Masih Turun, Jadi Rp14.065 Per Dolar AS

Kurs Rupiah Masih Turun, Jadi Rp14.065 Per Dolar AS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 11:16 WIB

Dolar Tembus Rp14 Ribu Tak Disangka Bakal Terjadi Bulan Ini

Dolar Tembus Rp14 Ribu Tak Disangka Bakal Terjadi Bulan Ini

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2015 | 06:24 WIB

Dolar di Atas Rp14 Ribu, Bule Serbu Bali

Dolar di Atas Rp14 Ribu, Bule Serbu Bali

News | Rabu, 26 Agustus 2015 | 06:13 WIB

Terkini

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

Polisi Dalami Sosok Febrio Adiono di Kasus Kematian Sutrimo

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Karhutla Sumsel Tembus 909 Kejadian, Indikasi Luas Terdampak 664,87 Hektare

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Aneh, Wamenkop Farida Farichah Ungkap Alasannya

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 16:50 WIB

×