Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 13 September 2015 | 17:28 WIB
Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, rasio elektrifikasi Indonesia masih sangat rendah dan kalah bersaing dengan Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Karena itu, harus ada upaya untuk menggenjotnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan sampai 1 Juni 2015, rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 86,9 persen, sedangkan Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia sudah diatas 90 persen, karena itu pemerintah memasang target rasio elektrifikasi 97 persen pada 2019.

Jarman menjelaskan pada Agustus 2014, realisasi elektrifikasi di seluruh Indonesia sudah mencapai 82,37 persen. Rata-rata, setiap provinsi suda mencapai diatas 50 persen. Hanya provinsi Papua yang sistem elektrifikasinya hanya 37,48 persen. Hal inilah yang melatarbelakangi pemerintah segera melakukan upaya untuk meningkatkan elektrifikasi di Indonesia yang ditargetkan pada 2015 naik 1,06 persen menjadi 85,18 persen dari sebelumnya 84,12 persen pada 2014. Salah satunya dengan proyek listrik 35 ribu MW.

"Tapi kalau dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Brunei, jauh di atas 90. Atas dasar itu mengapa proyek 35 ribu MW ini harus segera diwujudkan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di Indonesia. Makanya perlu usaha yang sangat keras,” katanya Jarman saat ditemui di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2015).

Jarman mengungkapkan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut adalah dengan program kelistrikan 35 ribu MW.

"35 ribu MW itu kebutuhan dalam rangka penuhi kebutuhan ekonomi dan elektrifikasi," katanya.

Ia menambahkan upaya lain untuk menggenjot rasio elektrifikasi adalah mengarahkan PT. PLN (Persero) sebagai pelaksana pembangun infrastruktur jaringan kelistrikan.

"PLN konsentrasi di transmisi. Ini backbone yang harus dibangun. Pembangkit harus disalurkan kepada masyarakat," katanya.

Sedangkan pembangunan pembangkit akan diserahkan ke pengembang pembangkit swasta (Independent Power Produce). Ke depan, prosi pembangunan pembangkit mayoritas dilaksanakan IPP.

"Seperti yang dijabarkan, kelihatan bahwa untuk tahun ini dan yang akan datang, mayoritas pembangkit akan dibangun oleh swasta. Alasannya, pembangkit itu butuh dana yang besar. Banyak di pembangkit karena itu di tawarkan. Pembangkit di swasta dan PLN jadi single buyer. PLN hanya bangun sebagian saja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Dapat Aduan Warga Soal Isi Pulsa Listrik yang Tak Sesuai

Ahok Dapat Aduan Warga Soal Isi Pulsa Listrik yang Tak Sesuai

News | Kamis, 10 September 2015 | 12:38 WIB

Komisi XI Minta PLN Evaluasi Biaya Administrasi Token Listrik

Komisi XI Minta PLN Evaluasi Biaya Administrasi Token Listrik

Bisnis | Rabu, 09 September 2015 | 11:59 WIB

Ada Mafia Token Listrik? Ini Kata Dirut PLN

Ada Mafia Token Listrik? Ini Kata Dirut PLN

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 16:59 WIB

Ada Mafia Pulsa Listrik, Bos PLN: Saya Bingung Mafianya Gimana?

Ada Mafia Pulsa Listrik, Bos PLN: Saya Bingung Mafianya Gimana?

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 16:42 WIB

Terkini

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

DPR Restui KAI Impor Kereta Bekas untuk KRL Jabodetabek

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:52 WIB

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

Donald Trump Serang Jurnalis Saat Sidang Umum PBB: Anda Seharusnya Tak Ada di Sini

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:45 WIB

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Masuk 100 Perusahaan Terbesar Fortune Indonesia, InJourney Raih Fastest Growing by Growth in Profit

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 20:33 WIB

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:30 WIB

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 20:21 WIB

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Dari Lapangan Bola Sao Paulo ke Dunia Fashion, Havaianas x KidSuper Hadirkan Koleksi Sandal Unik

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 20:16 WIB

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

Pasokan KRL PT INKA Terlambat, Dirut KAI Buka-bukaan di DPR

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

Ada Retakan di Rangka Bawah, PT KAI Tarik Kembali 7 Rangkaian KRL Buatan INKA

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 20:15 WIB

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

Pidato Trump di Sidang Umum PBB Menyesatkan: Klaim Akhiri 8 Perang dan Musnahkan 97 Persen Narkoba

News | Rabu, 23 September 2026 | 20:10 WIB

×