Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Minggu, 13 September 2015 | 17:28 WIB
Ini Alasan Proyek Listrik 35 Ribu MW Penting Bagi Pemerintah
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, rasio elektrifikasi Indonesia masih sangat rendah dan kalah bersaing dengan Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Karena itu, harus ada upaya untuk menggenjotnya.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan sampai 1 Juni 2015, rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 86,9 persen, sedangkan Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia sudah diatas 90 persen, karena itu pemerintah memasang target rasio elektrifikasi 97 persen pada 2019.

Jarman menjelaskan pada Agustus 2014, realisasi elektrifikasi di seluruh Indonesia sudah mencapai 82,37 persen. Rata-rata, setiap provinsi suda mencapai diatas 50 persen. Hanya provinsi Papua yang sistem elektrifikasinya hanya 37,48 persen. Hal inilah yang melatarbelakangi pemerintah segera melakukan upaya untuk meningkatkan elektrifikasi di Indonesia yang ditargetkan pada 2015 naik 1,06 persen menjadi 85,18 persen dari sebelumnya 84,12 persen pada 2014. Salah satunya dengan proyek listrik 35 ribu MW.

"Tapi kalau dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Brunei, jauh di atas 90. Atas dasar itu mengapa proyek 35 ribu MW ini harus segera diwujudkan. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat di Indonesia. Makanya perlu usaha yang sangat keras,” katanya Jarman saat ditemui di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu (13/9/2015).

Jarman mengungkapkan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut adalah dengan program kelistrikan 35 ribu MW.

"35 ribu MW itu kebutuhan dalam rangka penuhi kebutuhan ekonomi dan elektrifikasi," katanya.

Ia menambahkan upaya lain untuk menggenjot rasio elektrifikasi adalah mengarahkan PT. PLN (Persero) sebagai pelaksana pembangun infrastruktur jaringan kelistrikan.

"PLN konsentrasi di transmisi. Ini backbone yang harus dibangun. Pembangkit harus disalurkan kepada masyarakat," katanya.

Sedangkan pembangunan pembangkit akan diserahkan ke pengembang pembangkit swasta (Independent Power Produce). Ke depan, prosi pembangunan pembangkit mayoritas dilaksanakan IPP.

"Seperti yang dijabarkan, kelihatan bahwa untuk tahun ini dan yang akan datang, mayoritas pembangkit akan dibangun oleh swasta. Alasannya, pembangkit itu butuh dana yang besar. Banyak di pembangkit karena itu di tawarkan. Pembangkit di swasta dan PLN jadi single buyer. PLN hanya bangun sebagian saja," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ahok Dapat Aduan Warga Soal Isi Pulsa Listrik yang Tak Sesuai

Ahok Dapat Aduan Warga Soal Isi Pulsa Listrik yang Tak Sesuai

News | Kamis, 10 September 2015 | 12:38 WIB

Komisi XI Minta PLN Evaluasi Biaya Administrasi Token Listrik

Komisi XI Minta PLN Evaluasi Biaya Administrasi Token Listrik

Bisnis | Rabu, 09 September 2015 | 11:59 WIB

Ada Mafia Token Listrik? Ini Kata Dirut PLN

Ada Mafia Token Listrik? Ini Kata Dirut PLN

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 16:59 WIB

Ada Mafia Pulsa Listrik, Bos PLN: Saya Bingung Mafianya Gimana?

Ada Mafia Pulsa Listrik, Bos PLN: Saya Bingung Mafianya Gimana?

Bisnis | Selasa, 08 September 2015 | 16:42 WIB

Terkini

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Pemadaman Listrik PLN Sampai Kapan? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:44 WIB

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Purbaya Kini Punya Alat Canggih buat Awasi Anggaran TKD Pemda

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Purbaya Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Kuat di Depan Akademisi China

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 16:33 WIB

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Guncangan Ekonomi Imbas Perang Belum Reda, BI Waspada Dampaknya Pada Masyarakat

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 15:37 WIB

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Penerimaan Pajak Tembus Rp 940,31 Triliun di Pertengahan Juni 2026, Naik 23,4%

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:59 WIB

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB