Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.765.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.137

Anggaran Meningkat 100 Persen, Kementerian Desa Apresiasi APBN

Ardi Mandiri | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 31 Oktober 2015 | 14:24 WIB
Anggaran Meningkat 100 Persen, Kementerian Desa Apresiasi APBN
Sidang RUU APBN

Suara.com - Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Ahmad Erani Yustika menyambut baik Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016. Sebab, dalam APBN 2016, postur anggaran untuk kawasan pedesaan meningkat jauh dibanding sebelumnya.

"Ada banyak sisi yang bisa kami baca dari APBN 2016. Kalau menyangkut desa, kami senang, karena ada kenaikan anggaran. Untuk desa paling besar, yaitu sebesar 12,3 persen APBN akan ditransfer ke daerah," kata Ahmad Erani Yustika di Gado-Gado Boplo Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10/2015).

Karena itu, dia berharap kenaikan anggaran tersebut dapat merealisasikan janji Presiden Jokowi yang ingin membangun Indonesia dari pulau terluar atau kawasan terpencil.

Seperti diketahui, dalam postur anggaran 2015, dana yang digelontorkan oleh pemerintah untuk pembangunan desa sebesar Rp20,7 triliun. Sementara dalam dalam APBN 2016 yang baru disahkan kemarin, anggaran pembangunan desa mencapai Rp47 triliun. Jumlah tersebut merupakan kenaikan yang terbesar, melebihi seratus persen.

"Ya ini memang sesuai dengan visi Pak Presiden yang mau membangun Indonesia ini dari luar, tujuannya agar perkembangan tidak hanya terpusat tetapi merata dari Barat sampai ke Timur," kata Ahmad.

Menurut Ahmad pada tahun ini Kementerian Desa berusaha membanganun sistem soal dana desa. Sebab, saat ini, penyaluran dana desa masih mengalami hambatan akibat birokrasi, sehingga dana yang dicairkan dari pusat terhambat di kabupaten/kota.

Selain itu, perangkat desa juga banyak yang belum memahami sistem pengelolaan keuangan yang baik. Dan menurutnya kenaikan anggaran desa dalam APBN 2016 merupakan tantangan bagi kementerian terkait dalam memperbaiki penyaluran dan optimalisasi dana desa.

"Harapan kami, pemerintah cepat memberikan afirmasi anggaran pusat ke daerah. Tantangannya, bagaimama anggaran bisa digunakan desa agar sesuai dengan tujuan untuk pembangunan," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Penolakan PMN adalah Serangan Politik ke Rini Soemarno

Pengamat: Penolakan PMN adalah Serangan Politik ke Rini Soemarno

News | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 13:28 WIB

Ajukan Dana PMN, Menteri Rini Hanya Sertakan 5 Lembar Penjelasan

Ajukan Dana PMN, Menteri Rini Hanya Sertakan 5 Lembar Penjelasan

News | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 13:05 WIB

Menkeu: Penundaan Pagu PMN Tak Kurangi KInerja BUMN

Menkeu: Penundaan Pagu PMN Tak Kurangi KInerja BUMN

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 07:21 WIB

2016, Pagu Anggaran Kemenkeu Dipangkas Rp1,17 Triliun

2016, Pagu Anggaran Kemenkeu Dipangkas Rp1,17 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2015 | 12:57 WIB

Terkini

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Dongkrak Produktivitas Petani Pantura, Petrokimia Gresik Pacu Pendapatan Hingga 15%

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:47 WIB

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 10:06 WIB

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Investor Belanda Jajaki Pengembangan Energi Baru Terbarukan dan Ekonomi di Papua

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:57 WIB

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Harga Emas Antam Terus Terjungkal Hari Ini, Dibanderol Rp 2.868.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:15 WIB

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Indonesia Kejar Pasar Amerika, Ekspor Tekstil Jadi Andalan Baru

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:11 WIB

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

IHSG Bangkit pada Jumat Pagi, Cek Saham-saham yang Cuan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:10 WIB

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Tren Anabul Jadi Anggota Keluarga, OJK Sebut Potensi Besar Asuransi Hewan Peliharaan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 09:03 WIB

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:35 WIB

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 08:25 WIB