Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Tahun Ini Kimia Farma Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun

Adhitya Himawan | Suara.com

Senin, 04 Januari 2016 | 21:22 WIB
Tahun Ini Kimia Farma Siapkan Belanja Modal Rp 1 Triliun
Aptek milik Kimia Farma

Suara.com - PT Kimia Farma Tbk menyiapkan belanja modal (capex) pada tahun ini Rp 1 triliun untuk meningkatkan kinerja perseroan dan layanan terbaik di bidang kesehatan pada masyarakat.

Dirut PT Kimia Farma Tbk Rusdi Rosman dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Senin (4/1/2016), menyebutkan, dana itu untuk mendirikan pabrik bahan baku obat dan suplemen kesehatan di Lippo Cikarang, Jawa Barat.

Selain itu, untuk pembangunan pabrik obat-obatan di Banjaran, Bandung, Jawa Barat dan pendirian pabrik garam farmasi tahap II di Batuwakon, Jombang, Jawa Timur serta pabrik diagnostic kit di Bali.

"Untuk memberikan layanan terbaik dalam penjualan obat-obatan kita akan membangun sekitar 125 apotek dan klinik baru di sejumlah kota di Indonesia dengan anggaran Rp 150 hingga Rp 200 miliar," kata Rusdi.

Rusdi menjelaskan sumber dana belanja modal itu, selain dari ekuiti perseroan, juga sindikasi dari sejumlah lembaga keuangan untuk mendukung ekspansi Kimia Farma.

"Kita mungkin siapkan ekuiti sekitar Rp 200 miliar sampai Rp 250 miliar. Sisanya dari pinjaman," katanya.

Saat ini, katanya, sejumlah perbankan baik lokal maupun asing tengah melakukan pendekatan kepada Kimia Farma untuk memberikan fasilitas pinjaman.

"Kita tentunya akan mengambil pada tingkat bunga paling kompetitif," katanya.

Rusdi berharap pendapatan PT Kimia Farma Tbk pada 2015 bisa mencapai Rp 5 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 250 miliar, sedangkan tahun 2016 bisa mencetak pendapatan Rp 5,6 triliun dengan net profit sekitar lima persen dari pendapatan.

Hingga akhir 2015, Kimia Farma Apotek telah berkembang menjadi sebanyak 725 unit apotek yang tersebar di seluruh Tanah Air.

Selain itu, juga telah dibangun 315 klinik, 42 laboratorium klinik dan fasilitas kesehatan lainnya.

"Tahun 2015, kita proyeksikan pendapatan Kimia Farma Apotek sebesar Rp 3 triliun," kata Rusdi.

Sebagaimana diketahui, Kimia Farma adalah perusahaan industri farmasi pertama di Indonesia yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1817. Di awal kemerdekaan, perusahaan ini dinasionalisasi oleh pemerintah Indonesia.

Hingga akhir tahun 2015, Kimia Farma menunjukkan hasil yang positif yaitu dengan prognosa peningkatan penjualan sebesar 10,52% dengan total penjualan Rp 4,99 triliun.

Prognosa laba bersih Perseroan sebesar Rp 242,21 miliar atau meningkat sebesar 2,40% dibandingkan dengan laba bersih tahun 2014 sebesar Rp 236,53 miliar.

Kimia Farma juga terus melakukan pengembangan di sektor hulu hingga hilir dengan membangun pabrik Bahan Baku Garam Farmasi pertama di Indonesia yang pada tahun 2015 ini sudah mendapatkan sertifikasi dari Badan POM RI dan akan mulai porduksi pada awal 2016.

Selain itu juga Kimia Farma berencana membangun pabrik bahan baku Garam Farmasi tahap kedua dan pabrik Bahan Baku Obat Aktif pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan mitra global yang akan dimulai pembangunannya pada 2016.

Pembangunan pabrik Bahan Baku Obat yang dilakukan Kimia Farma ini merupakan salah satu strategi untuk mengurangi ketergantungan akan impor bahan baku obat serta mendukung program Pemerintah dalam Kemadirian Bahan Baku Obat Nasional. Ke depan diharapkan impor bahan baku akan terus menurun sehingga akan memberikan dampak positif bagi kemajuan industri farmasi di Indonesia.

Kimia Farma juga sudah mulai melakukan pembangunan pabrik baru di Banjaran, Bandung dengan kapasitas produksi 3 (tiga) kali lipat dibandingkan dengan kapasitas produksi yang ada di Plant Bandung serta dilengkapi dengan fasilitas produksi produk herbal dan onkologi, dengan peralatan dan mesin yang lebih modern untuk memenuhi standar Cara Pembuatan yang Baiak (CPOB) yang telah ditetapkan oleh Badan POM. 

Di sektor hilir, Kimia Farma terus mengembangkan jaringan layanannya yang tersebar di seluru wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Jaringan layanan kesehatan yang dimiliki Perseroan per 31 Desember 2015 yaitu Distributor sejumlah 47 cabang, Apotek sejumlah 705 outlet, Klinik sejumlah 301 outlet yang sebagian besar telah melayani program BPJS atau menjadi provider bagi peserta BPJS serta Laboratorium Klinik sejumlah 42 outlet.

Kimia Farma juga terus berkomitmen mengembangkan jaringan layanannya dengan membuka minimal 100 Apotek setiap tahun, 50 Klinik dan 5 Labrotarium Klinik setiap tahunnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:18 WIB

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Profil Ildong Pharmaceutical, Perusahaan Obat Raksasa Asal Korea Selatan

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 11:31 WIB

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

Iran Alami Kelakaan Obat Kanker dan Diabetes Akibat Serangan Udara Militer Israel - AS

News | Selasa, 28 April 2026 | 16:37 WIB

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

Kasus Daycare Little Aresha: Polisi Dalami Dugaan Pemberian Obat Penenang dan Kekerasan Seksual!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:00 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:09 WIB

Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat

Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat

News | Senin, 20 April 2026 | 13:18 WIB

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 21:33 WIB

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Gandeng OpenAI, Novo Nordisk Percepat Revolusi AI di Sektor Kesehatan

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 15:00 WIB

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

Polisi Ciduk Pengedar Obat Tramadol Berkedok Jualan Ikan Cupang di Jakarta Pusat

News | Jum'at, 17 April 2026 | 14:47 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:25 WIB

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Ukuran Tabung CNG 3 Kg Diprediksi Lebih Besar dan Berat dari LPG 12 Kg

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

BRILink Agen Tembus 1,18 Juta per Maret 2026, Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:10 WIB

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB