Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 08 Januari 2016 | 01:06 WIB
Pemerintah Diminta Pilih Opsi Kilang Terapung di Blok Masela
Kilang pencairan gas alam Badak LNG di Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (1/7). [Antara]

Suara.com - Pengamat energi Fabby Tumiwa meminta Presiden Joko Widodo memilih skema gas alam cair terapung atau "floating liquified natural gas" (FLNG) untuk mengembangkan Lapangan Abadi, Blok Masela di Laut Arafura, Maluku.

"Berbagai kajian ilmiah sudah dilakukan pemerintah yang menghasilkan opsi FLNG merupakan skema terbaik pengembangan Masela dibandingkan darat (onshore). Presiden sudah selayaknya mengambil opsi FLNG itu," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/1/2016).

Menurut dia, jangan sampai berbagai studi tersebut dikalahkan rekomendasi "onshore" yang belum didukung kajian teknis seperti disampaikan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli.

Dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo akan memanggil kontraktor Masela yakni Inpex dan Shell sebelum memutuskan opsi pengembangan Masela apakah memakai skema terapung (FLNG) atau darat (onshore).

Fabby mengatakan, pada 2010, studi atas permintaan pemerintah yang dilakukan konsorsium perguruan tinggi seperti ITB, ITS, UGM, dan UI serta konsultan menghasilkan opsi FLNG lebih baik dibandingkan darat.

Hasil kajian pada 2010 itu kemudian menjadi dasar penerbitan rencana pengembangan (plan of development/POD).

Lalu, lanjutnya, pada 2015, kajian kembali dilakukan oleh konsultan independen yang juga atas permintaan pemerintah.

"Hasilnya sama saja, bahwa FLNG adalah opsi terbaik," kata Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) itu.

Kemudian, dari sisi pengembangan wilayah, menurut Fabby, hasil kajian LPEM UI juga menunjukkan opsi FLNG akan memberikan manfaat ekonomi lebih baik bagi Indonesia dan Maluku khususnya.

"'Multiplier effect' dari pilihan FLNG justru akan jauh berdampak positif bagi pengembangan industri maritim Indonesia dan industri pendukungnya yang sesuai Nawacita Presiden Jokowi," katanya.

Ia juga mengingatkan, kalau memakai opsi darat, maka akan berdampak pada keterlambatan pengembangan Masela.

"Kalau Masela terlambat, dampaknya tidak saja kesempatan pendapatan negara yang hilang, namun ketahanan energi berupa pasokan gas ke dalam negeri bakal terancam," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, apapun dinamika yang terjadi, pemerintah harus memastikan Masela bisa berproduksi sesuai jadwal yang sudah dibuat berdasarkan kajian ilmiah oleh kontraktor dan Kementerian ESDM.

Fabby menambahkan, "multiplier effect" dan pengembangan kewilayahan adalah tanggung jawab pemerintah, dan karena itu jangan dibebankan kepada investor.

"Tugas investor adalah membawa uang, teknologi, keahlian, sampai minyak atau gasnya berproduksi," ujarnya.

Sebelumnya, mantan Deputi Perencanaan SKK Migas Aussie Gautama mengatakan, penundaan pengembangan Blok Masela dapat menimbulkan kehilangan kesempatan pendapatan negara hingga empat miliar dolar AS per tahun. 

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:00 WIB

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 15:05 WIB

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Eni Kucurkan Rp 230 Triliun untuk Proyek Gas di Kalimantan Timur

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 19:58 WIB

Proyek Gas Masela Mandek, Bahlil Minta INPEX Segera Putuskan Investasi

Proyek Gas Masela Mandek, Bahlil Minta INPEX Segera Putuskan Investasi

Bisnis | Senin, 16 Maret 2026 | 15:08 WIB

Driver Ojol Modifikasi Motor Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Sekali Isi Diklaim Bisa Tempuh 260 KM

Driver Ojol Modifikasi Motor Pakai Gas Elpiji 3 Kg, Sekali Isi Diklaim Bisa Tempuh 260 KM

Entertainment | Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:13 WIB

India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar

India Krisis Gas: Restoran Hapus Menu Panas demi Hemat Bahan Bakar

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:07 WIB

PGN Kejar Target Distribusi Gas 877 BBTUD di Jawa Tengah dan Jatim

PGN Kejar Target Distribusi Gas 877 BBTUD di Jawa Tengah dan Jatim

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:56 WIB

Obral 10 Blok Migas Baru, ESDM Rayu Investor Pakai Bagi Hasil Jumbo 50 Persen

Obral 10 Blok Migas Baru, ESDM Rayu Investor Pakai Bagi Hasil Jumbo 50 Persen

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 14:53 WIB

Raksasa Jepang Tokyo Gas & Hanwa 'Geruduk' Pohuwato, Ada Apa?

Raksasa Jepang Tokyo Gas & Hanwa 'Geruduk' Pohuwato, Ada Apa?

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 08:18 WIB

Terkini

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Remitansi Pekerja Migran melalui BRI Lonjak 27,7 Persen di Momen Lebaran 1447 H

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:39 WIB

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Biaya Transaksi BRI ke Sesama BRI, Bank Himbara, dan Bank Lain

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:05 WIB

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:34 WIB

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan

Bisnis | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:04 WIB