Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.610.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.820,790
LQ45 573,007
Srikehati 285,023
JII 338,419
USD/IDR 17.957

Bea Cukai: Pengedar Barang Ilegal Lebih Suka Lewat Laut

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 08 Januari 2016 | 19:07 WIB
Bea Cukai: Pengedar Barang Ilegal Lebih Suka Lewat Laut
Ilustrasi perahu di laut (Antara/Iggoy el Fitra)

Suara.com - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan penyelundupan barang ilegal ke Indonesia sering lewat jalur laut dan mendarat lewat pelabuhan-pelabuhan berskala kecil.

“Indonesia ini kan sangat luas, terdiri dari banyak pulau. Banyak pelabuhan-pelabuhan kecil yang berdekatan dengan negara tetangga atau dekat dengan daerah perbatasan, ini dimanfaatkan untuk menyelundupkan barang dari berbagai negara, mereka lewat sana semua,” kata Heru saat menggelar konferensi pers di kantor Ditjen Bea Cukai, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Bea dan Cukai mencatat jumlah kasus penyelundupan barang illegal meningkat hingga 50,7 persen pada 2015.

Heru mengungkapkan sepanjang 2015, sedikitnya terjadi 10 ribu kasus dengan nilai barang selundupan Rp3,7 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 6.640 kasus.

"Jadi untuk penindakan barang ilegal ini cukup meningkat drastis. Meningkat sebesar 50,7 persen dibanding tahun lalu. Ini prestasi yang berhasil dicapai Ditjen Bea Cukai," kata dia.

Heru menambahkan jalur laut masih menjadi andalan para pengedar narkoba untuk memasukkan barang ke Indonesia. Berdasarkan catatan Bea Cukai, penyelundupan narkoba juga meningkat dua kali lipat sejak 2014.

"Penyelundupan narkoba yang ditangkap tahun 2015 sebanyak 699 kilogram narkoba, atau meningkat dua kali lipat di banding tahun 2014 sebanyak 316," katanya.

Merespon masih maraknya kasus penyelundupan, tahun ini Bea Cukai akan meningkatkan pengawasan jalur laut dan bandar udara.

“Sekarang kan sudah masuk MEA, jadi kita terus tingkatkan pengawasan untuk melindungi produk dalam negeri agar tidak kalah bersaing dengan produk dari negara-negara lain,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Selundupkan Bibit Lobster, Pejabat KKP Terancam Segera Ditahan

Selundupkan Bibit Lobster, Pejabat KKP Terancam Segera Ditahan

News | Kamis, 03 Desember 2015 | 11:01 WIB

AS Nilai Indonesia Pengekspor Satwa Langka Terbesar

AS Nilai Indonesia Pengekspor Satwa Langka Terbesar

News | Selasa, 01 Desember 2015 | 17:10 WIB

Hendak Tunggu Pelanggan, Pengedar Sabu Ini Ditangkap Polisi

Hendak Tunggu Pelanggan, Pengedar Sabu Ini Ditangkap Polisi

News | Selasa, 24 November 2015 | 09:23 WIB

Polres Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp4,2 Miliar

Polres Tanjung Priok Gagalkan Penyelundupan Senilai Rp4,2 Miliar

News | Selasa, 24 November 2015 | 06:13 WIB

Nilai Penjualan Satwa Langka Lebihi Perdagangan Senpi Ilegal

Nilai Penjualan Satwa Langka Lebihi Perdagangan Senpi Ilegal

News | Rabu, 18 November 2015 | 21:14 WIB

Terkini

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun Lagi! Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:26 WIB

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

BRI Peduli Latih 60 PMI Cirebon Jadi Wirausaha, Siap Bangun Usaha Mandiri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:24 WIB

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

CELIOS Ingatkan Risiko Fiskal dan Kerugian Negara di Balik Intervensi Harga LNG Industri

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 11:18 WIB

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Kemenperin Siapkan Dewan Kawasan Industri Nasional, Presiden Bakal Pimpin Langsung

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Rupiah Kembali Loyo Lawan Dolar AS Lemas ke Level Rp17.888

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:50 WIB

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Kesempatan untuk Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2,63 Juta/Gram

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:30 WIB

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Pasar Antisipasi Perundingan AS - Iran di Doha, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:20 WIB

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

IHSG Dibuka Makin Tenggelam ke Level 5.801, BBCA Kembali Dijual Asing

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:19 WIB

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Daftar Calon IPO BEI 2026 Bertambah, Ada 8 Emiten Siap Melantai di Bursa Saham, Ini Bocorannya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:12 WIB

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Jurnalis Kawakan Karni Ilyas Duduki Komisaris Emiten Tambang DEWA, Ini Profilnya

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:56 WIB

×