Bank Dunia Pangkas Proyeksi Harga Minyak Dunia 2016

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 27 Januari 2016 | 12:21 WIB
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Harga Minyak Dunia 2016
Bank Dunia

Suara.com -  Bank Dunia memangkas proyeksinya untuk harga minyak mentah 2016 menjadi 37 dolar AS per barel dan memperkirakan harga komoditas lainnya merosot lebih lanjut tahun ini, karena permintaan lemah dari negara-negara berkembang.

Dalam laporan Prospek Pasar Komoditas terbaru, bank mengatakan perkiraan lebih rendah mencerminkan kembalinya ekspor Iran yang lebih cepat dari yang diantisipasi, ketahanan yang lebih besar dalam produksi AS dan prospek pertumbuhan lemah di negara-negara berkembang utama.

Dalam proyeksi terakhirnya pada Oktober, Bank Dunia mengatakan harga minyak akan tinggal di sekitar 51 dolar AS per barel pada 2016.

Harga minyak turun 47 persen pada 2015. Namun, pemulihan bertahap harga minyak diperkirakan tahun ini karena permintaan diperkirakan agak menguat dengan peningkatan moderat dalam pertumbuhan global.

Antisipasi pemulihan harga minyak diperkirakan lebih kecil dari "rebound" yang diikuti penurunan tajam pada 2008, 1998 dan 1986. Prospek harga tetap tunduk pada risiko penurunan yang cukup besar, menurut laporan tersebut.

"Harga rendah untuk minyak dan komoditas cenderung bersama kami untuk beberapa waktu," kata John Baffes, ekonom senior dan penulis utama dari Prospek Pasar Komoditas.

"Sementara kita melihat beberapa prospek untuk harga komoditas naik sedikit selama dua tahun ke depan, risiko penurunan yang signifikan tetap ada," katanya.

Di luar pasar minyak, semua indeks harga komoditas utama diperkirakan turun pada tahun ini karena pasokan terus-menerus besar dan melambatnya permintaan di negara-negara berkembang.

"Butuh waktu untuk manfaat harga komoditas yang lebih rendah diubah menjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat di antara para importir, tapi eksportir komoditas merasa sakit," kata Ayhan Kose, Direktur Prospek Pembangunan Grup Bank Dunia.

Harga non-energi diperkirakan turun 3,7 persen pada 2016, dengan logam jatuh 10 persen setelah turun 21 persen pada 2015, karena permintaan lebih lemah di negara-negara berkembang dan kenaikan dalam kapasitas baru.

Harga komoditas pertanian diproyeksikan menurun 1,4 persen, dengan penurunan di hampir semua kelompok komoditas utama, mencerminkan prospek produksi yang memadai meski ada kekhawatiran gangguan dari El Nino, tingkat stok mencukupi, biaya energi yang lebih rendah dan permintaan datar untuk biofuel, laporan mencatat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI