Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pemerintah Bangun Sektor Pangan Berorientasi Ekspor

Adhitya Himawan | Suara.com

Kamis, 28 Januari 2016 | 17:50 WIB
Pemerintah Bangun Sektor Pangan Berorientasi Ekspor
Hamparan sawah penghasil tanaman pangan padi [Dokumen Antara/Lukmansyah]

Suara.com - Pemerintah akan menyiapkan rancangan utama atau "master plan" pangan yang nantinya mampu memberikan gambaran sektor pangan dari hulu hingga hilir dan tidak hanya mencakup sisi dalam negeri akan tetapi juga untuk ekspor.

"Master plan harus kita buat, strategi menyeluruh untuk pangan. Termasuk rantai pasok, logistik, angkutan, pergudangan dan juga struktur pasar. Menyeluruh berarti ujung ke ujung," kata Menteri Perdagangan Thomas Lembong, di Jakarta, Kamis (28/1/2016).

Thomas mengatakan, rencana tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam Sidang Kabinet dan meminta para menteri yang tergabung dalam tim ekonomi Kabinet Kerja untuk merancang rencana kerja dengan pola pikir lebih modern dengan mempertimbangkan pola yang berbeda, baik dari sisi perniagaan atau juga pola tani yang berbeda.

Thomas menjelaskan, arah rancangan utama untuk jangka panjang tersebut nantinya tidak hanya akan mencakup urusan dalam negeri saja, akan tetapi juga terkait dengan ekspor. Rancangan utama tersebut nantinya juga harus melibatkan kementerian terkait dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.

"Kita cepat harus, tetapi tidak boleh kagetan. Cepat dalam arti koordinasi dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri serta berpikir inovatif. Koordinasi, berdialog dengan kementerian lembaga lain, tetapi harus tetap cepat," kata Thomas.

Thomas menjelaskan, nantinya, terkait dengan implementasi dari rancangan utama tersebut akan menjadi tantangan. Karena, kelemahan selama ini adalah meskipun konsep yang diusung sudah sangat baik, namun masih lemah dalam pelaksanaannya.

"Itu karena kita kurang disiplin, konsisten dan kurang tekun. Padahal, itu harus berkelanjutan dari tahun ke tahun, bukan hanya antusiasme sesaat lalu stop," ujar Thomas.

Menurut Thomas, jika melihat iklim demografi dan ekonomi, nantinya Indonesia akan semakin berperan untuk menjadi pemasok pangan di seluruh Asia. Indonesia dianggap memiliki keuntungan lebih seperti adanya tenaga kerja dan juga iklim yang kondusif.

"Tidak seperti negara lain, jika tidak terkena masalah iklim atau lahan yang kurang subur, tenaga kerja mereka juga menciut. Seperti di Tiongkok, dengan upah yang naik cukup pesat maka berevolusi ke elektronik, industri dan juga jasa," tambah Thomas.

Terkait harga pangan khususnya beras di dalam negeri, dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir telah mengalami lonjakan harga. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Desember 2015 rata-rata harga beras baik untuk jenis premium, medium atau rendah mengalami kenaikan khususnya di tingkat penggilingan yang nantinya akan berdampak pada tingkat konsumen akhir.

Rata-rata harga beras kualitas premium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.663,57 per kilogram naik sebesar 1,04 persen dibanding bulan sebelumnya. Sementara rata-rata harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan sebesar Rp9.450,66 per kilogram naik sebesar 1,93 persen dan rata-rata harga beras kualitas rendah di tingkat penggilingan sebesar Rp9.203,28 per kilogram atau naik sebesar 1,90 persen.

Jika dibandingkan dengan Desember 2014, rata-rata harga beras di tingkat penggilingan pada Desember 2015 untuk kualitas premium naik 7,15 persen, kualitas medium naik 5,09 persen, dan kualitas rendah naik 9,40 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:30 WIB

Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan

Strategi Cegah Stunting Jasindo, dari Sawah ke Meja Makan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 11:23 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen

Lonjakan Harga Pangan Nasional, Cabai Naik hingga 18 Persen

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 09:57 WIB

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Harga Minyak Goreng Makin Mahal, Telur dan Cabai Rawit Bagaimana?

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 10:53 WIB

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Mulai dari Tuban, Pertamina Gulirkan Pasar Murah Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 21:30 WIB

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

Riset Global Soroti Inovasi Pertanian AI dari Indonesia, Disebut Bisa Pulihkan Tanah Rusak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!

Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!

Your Say | Jum'at, 10 April 2026 | 13:43 WIB

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

Bulog: Stok Beras Nasional 4,6 Juta Ton Tersebar Merata, Ketahanan Pangan Aman Hadapi El Nino

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Rumah Murah di Bawah Rp 100 Juta Mulai Diburu Masyarakat

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:53 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 7.509 Triliun per Februari, Masih Aman?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Anhar Sudradjat: Investasi Rumah Lebih Menguntungkan Dibanding Emas

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 17:47 WIB