Jonan: Pembangunan KA Trans Sumatera Ditargetkan Rampung 2019

Adhitya Himawan Suara.Com
Jum'at, 05 Februari 2016 | 04:11 WIB
Jonan: Pembangunan  KA Trans Sumatera Ditargetkan Rampung 2019
Menteri Perhubungan Ignasus Jonan meninjau pembangunan jalur Kereta Trans Sumatera [Antara/Septianda Perdana]

Suara.com - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, menegaskan proyek pembangunan rel kereta api yang menghubungkan antarprovinsi di Sumatera diharapkan bisa rampung sesuai target sekitar tahun 2018-2019.

"Pembangunan jalur kereta api untuk memenuhi kebutuhan salah satu moda transportasi di Indonesia harus dikerjakan sesuai jadwal dan itu perlu dukungan semua pihak," ujarnya di Binjai, Kamis (4/2/2016).

Dia mengatakan itu di sela peninjauan pembangunan reaaktivasi jalur rel kereta api lintas Binjai - Besitang di KM 3+300 bersama Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry NIradi dan pejabat Perkeretaapian.

Menurut Menhub, Kementerian Perhubungan akan terus memantau pelaksanaan pembangunan rel kereta api yang akan menyambungkan Sumut-Aceh dan rel kereta api lain di provinsi lain sehingga konektivitas jalur kereta api antarprovinsi di Sumatera akan benar-benar terwujud dan sesuai jadwal.

Kepala Balai Teknik Perkeretapian Wilayah Sumbagut Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hendy menjelaskan, panjang rel kereta api Binjai-Besitang (perbatasan Sumut-Aceh itu) sepanjang 85 km.

Anggaran pembangunan rel itu sebesar Rp640 miliar yang bersumber dari dana APBN dimana sekitar Rp360 miliar sudah dipergunakan untuk melaksanakan proyek itu Dari 85 km panjang rel itu, sepanjang 50 km sudah dan sedang dikerjakan sejak Juli 2015..

"Dari 50 km yang sedang dikerjakan, sepanjang 10 km yakni Binjai- Kualabegumit sudah selesai di pasang rel." Katanya.

Proyek Rel Kereta Api Binjai-Besitang itu diharapkan selesai pada tahun 2017 .

Pelaksana tugas Gubernur Sumut H T Erry Nuradi mengatakan, pembangunan jalur rel kereta api Binjai-Besitang yang akan terkoneksi ke Aceh dipastikan meningkatkan perekonomian Sumut.

Untuk itu, kata dia, pembangunan rel itu perlu didukung semua pihak termasuk masyarakat.

Apalagi, kata dia, biaya pembangunan rel kereta api itu memakan biaya cukup besar.

"Kepedulian Pemerintah Pusat dan program peningkatan perekonomian di Sumatera dimana Sumut jadi andalan, perlu diapresiasi dengan memberi dukungan penuh," katanya.

Pemprov Sumut, ujar dia akan membantu manajemen Kereta Api Indonesia mengatasi hambatan-hambatan dalam pembangunan rel itu.

"Koordinasi akan semakin ditingkatkan karena pembangunan sarana transportasi akan sangat membantu mendorong perekpnomian," katanya.

Sebagaimana diketahui, proyek pembangunan Kereta Api Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dibagi dalam empat kluster dengan target selesai pada 2018.

Kluster pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatera Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Proyek pembangunan Kereta Api Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung diperkirakan menelan biaya Rp313 triliun. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI