Ramalan Jonan Terbukti! Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh, Mahfud MD Ungkap Borok Proyek Jokowi

Bangun Santoso

Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:40 WIB
Ramalan Jonan Terbukti! Menkeu Tolak Bayar Utang Whoosh, Mahfud MD Ungkap Borok Proyek Jokowi
Eks Menteri Perhubungan sekaligus mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan. [Suara.com/Muhaimin A Untung]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menolak menggunakan APBN untuk membayar utang Kereta Cepat Whoosh, sebuah langkah yang didukung penuh oleh Mahfud MD
  • Mahfud MD mengungkap adanya dugaan mark-up biaya proyek yang sangat besar dan memperingatkan risiko China meminta kompensasi strategis di Laut Natuna Utara jika Indonesia gagal bayar
  • Sikap tegas Menkeu Purbaya saat ini seolah membuktikan kebenaran peringatan mantan Menhub Ignasius Jonan yang sejak awal menolak keras penggunaan uang negara untuk proyek tersebut

Suara.com - Peringatan keras yang pernah dilontarkan mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengenai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini seolah menjadi kenyataan pahit. Sikap tegas Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang proyek Whoosh menjadi bukti sahih atas kekhawatiran Jonan sejak awal.

Langkah Menkeu Purbaya ini mendapat dukungan penuh dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD. Menurutnya, keputusan tersebut sangat tepat untuk menyelamatkan keuangan negara yang sudah terbebani oleh proyek warisan era Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Mahfud bahkan menyoroti adanya borok dan kejanggalan serius dalam proyek strategis nasional tersebut.

“Ternyata sekarang tidak mampu bayar, dan sekarang tidak mau bayar Purbaya. Menurut saya benar Purbaya,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube miliknya, dikutip Rabu (15/10/2025).

Mahfud menilai, proyek Whoosh telah menyedot anggaran besar yang seharusnya bisa dialokasikan untuk pembangunan lain yang lebih mendesak bagi rakyat.

“Karena apa? Ini masalahnya sangat memberatkan bangsa. Kita membangun itu (Whoosh), menghilangkan pembangunan untuk rakyat yang lain, kan, hanya disedot untuk pembangunan ini,” sambungnya.

Lebih jauh, Mahfud menduga adanya permainan harga atau mark-up yang membuat biaya proyek membengkak secara tidak wajar. Ia membeberkan perbedaan perhitungan biaya yang sangat signifikan antara versi Indonesia dan China.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta USD. Tapi hitungan dari China sendiri, 17-18 juta USD. Ini siapa yang menaikan?” ucapnya dengan nada bertanya.

Kekhawatiran terbesar Mahfud adalah jika Indonesia terjerat dalam diplomasi utang China. Ia memperingatkan, kegagalan membayar utang bisa berujung pada permintaan kompensasi strategis oleh Beijing, menyinggung kasus tragis yang menimpa Sri Lanka hingga harus merelakan pelabuhannya.

“Ini (China) kan bisa minta (membangun pangkalan laut) di Natuna Utara yang sedang konflik. Kalau merambah ke kita, lalu membangun pangkalan di sana selama 80 tahun,” jelas Mahfud.

baca juga

Sikap Menkeu Purbaya sendiri sudah final. Dalam sebuah acara di Bogor, ia menegaskan bahwa tanggung jawab pembayaran utang Whoosh kini berada di tangan manajemen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), bukan lagi menjadi urusan pemerintah.

“Yang jelas sekarang saya belum dihubungi tentang masalah itu. Tapi kalau ini kan di bawah Danantara, mereka sudah punya manajemen sendiri, sudah punya dividen sendiri yang rata-rata setahun bisa Rp80 triliun atau lebih,” ujar Purbaya.

Purbaya mengirim pesan keras bahwa era di mana pemerintah selalu menjadi "bantalan" bagi proyek korporasi yang merugi harus diakhiri. Ia menekankan pentingnya pembagian tanggung jawab yang jelas dalam skema kerja sama pemerintah dan swasta.

“Jangan kalau enak swasta, kalau enggak enak government,” tegasnya.

Sikap Purbaya ini sejalan dengan prinsip yang dipegang teguh oleh Ignasius Jonan saat menjabat sebagai Menteri Perhubungan. Sejak awal, Jonan secara konsisten menolak penggunaan APBN untuk proyek kereta cepat dan bersikeras bahwa skema pembiayaannya harus murni business-to-business (B2B) tanpa jaminan dari negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Mark-Up Gila-gilaan Proyek Warisan Jokowi: Biaya 3 Kali Lipat, Utang Rp2 Triliun Tiap Tahun

Dugaan Mark-Up Gila-gilaan Proyek Warisan Jokowi: Biaya 3 Kali Lipat, Utang Rp2 Triliun Tiap Tahun

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:10 WIB

Alarm Mahfud MD: IKN dan Whoosh Warisan Masalah Hukum, Prabowo Didesak Turun Tangan

Alarm Mahfud MD: IKN dan Whoosh Warisan Masalah Hukum, Prabowo Didesak Turun Tangan

News | Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:02 WIB

Ogah Tanggung Utang Whoosh dari APBN, Menkeu Purbaya Kukuh Danantara Mampu Bayar

Ogah Tanggung Utang Whoosh dari APBN, Menkeu Purbaya Kukuh Danantara Mampu Bayar

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 12:56 WIB

Warning Keras Mahfud MD ke Menkeu Purbaya: Bubarkan Satgas BLBI Ciptakan Ketidakadilan

Warning Keras Mahfud MD ke Menkeu Purbaya: Bubarkan Satgas BLBI Ciptakan Ketidakadilan

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:36 WIB

Mahfud MD Bongkar Borok Kereta Cepat Whoosh: Duit Lari ke Mana? Natuna Bisa Jadi Taruhan

Mahfud MD Bongkar Borok Kereta Cepat Whoosh: Duit Lari ke Mana? Natuna Bisa Jadi Taruhan

News | Rabu, 15 Oktober 2025 | 18:30 WIB

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Belum Ada Opsi, Bos Danantara Bingung Utang Kereta Cepat Jadi Polemik

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 08:53 WIB

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

Utang Whoosh Rp116 T Jadi Bom Waktu, Agus Pambagio: Jokowi Gak Mau Dengar Saya dan Pak Jonan

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:07 WIB

Terkini

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Investor Asing Ramai-ramai Tarik Dana, Rupiah Ditutup Lesu ke Level Rp18.147

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

Banjir Rob Ganggu Aktivitas Nelayan Kerang Hijau di Muara Angke, Proses Pengolahan Molor

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Ngamuk Cuma Diberi Rp10 Ribu, Pria Bermasker Hantam Kepala Nenek 71 Tahun di Lampung Barat

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Bedanya Sunscreen Skin Aqua Tutup Hijau dan Biru Apa? Cek Kecocokannya Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Telkom Raih "SOE In-House of The Year" di ALB Indonesia Law Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:06 WIB

×