Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.094,941
LQ45 616,399
Srikehati 311,257
JII 380,793
USD/IDR 17.668

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tunjukkan Tren Meningkat

Ardi Mandiri | Suara.com

Selasa, 09 Februari 2016 | 07:35 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tunjukkan Tren Meningkat
Investasi

Suara.com - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta mencatat pertumbuhan ekonomi daerah itu menunjukkan tren meningkat, yaitu mencapai 6,48 persen pada triwulan IV 2015, sedangkan sebelumnya 6,12 persen (tahun ke tahun) pada triwulan III 2015.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta Doni P Joewono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa, menyebutkan capaian pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang terus meningkat sejak triwulan III 2015, menunjukkan perekonomian ibu kota yang mulai bangkit setelah mengalami pelemahan di awal tahun.

Rilis data produk domestik regional bruto (PDRB) oleh BPS pada 5 Februari 2016, memberikan gambaran tersebut melalui revisi angka PDRB (sejak 2013) yang semakin meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta.

Pada triwulan terakhir 2015, perekonomian DKI Jakarta dapat meningkat mencapai 6,48 persen (tahun ke tahun) melanjutkan peningkatan yang sudah terjadi pada triwulan sebelumnya, sebesar 6,12 persen (tahun ke tahun).

Dorongan dari dua triwulan terakhir itu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta sehingga untuk keseluruhan pada 2015 dapat tumbuh mencapai 5,88 persen tidak jauh berbeda dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 5,91 persen.

Perkembangan itu memperlihatkan ekonomi Jakarta mampu tumbuh stabil di tengah perekonomian nasional yang mengalami pelemahan dari 5,02 persen menjadi 4,79 persen pada 2015.

Dorongan peningkatan pertumbuhan pada triwulan IV 2015 terutama berasal dari gencarnya realisasi anggaran belanja, baik dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta adanya dorongan yang cukup tinggi dari sisi produksi, terutama pada sektor industri, transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

Peningkatan realisasi belanja APBD DKI Jakarta, yang didorong oleh berbagai program percepatan belanja oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta peningkatan belanja pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga yang ada di Jakarta, berdampak signifikan terhadap peningkatan konsumsi pemerintah DKI Jakarta.

Kondisi permintaan belum mengalami penguatan dengan konsumsi rumah tangga dan investasi sektor swasta yang masih tumbuh lemah. Demikian halnya dengan permintaan eksternal, lemahnya ekonomi global masih berdampak pada pertumbuhan ekspor yang masih menurun pada triwulan itu.

Dengan perkembangan tersebut, perbaikan pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus berlanjut pada 2016. Realisasi angka pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi makro yang tetap terjaga diharapkan dapat memberikan ekspektasi positif untuk mendorong pertumbuhan investasi swasta.

Kondisi tersebut didukung pula oleh penurunan suku bunga, implementasi berbagai Paket Kebijakan Pemerintah serta dukungan stimulus fiskal, khususnya pada pembangunan proyek infrastruktur di ibu kota.

Konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak perekonomian juga diperkirakan meningkat, sejalan dengan peningkatan optimisme konsumen, sebagaimana tercermin pada peningkatan Indeks Tendensi Konsumen (BPS) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (BI).

Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan, baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PKS: Paket Kebijakan Ekonomi Ibarat Resep Tanpa Obat

PKS: Paket Kebijakan Ekonomi Ibarat Resep Tanpa Obat

Bisnis | Senin, 08 Februari 2016 | 15:53 WIB

Ini 2 Penyebab Industri Pertambangan Nasional Terpukul

Ini 2 Penyebab Industri Pertambangan Nasional Terpukul

Bisnis | Minggu, 07 Februari 2016 | 20:36 WIB

Terkini

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Market Cap IHSG Terpangkas Rp1.000 Triliun, Rupiah Anjlok: S&P Beri Sinyal Bahaya

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:37 WIB

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Rupiah Masuk Zona Merah, Pagi Ini Melemah ke Rp17.683 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:26 WIB

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Kembali Dipatok Rp 2,78 Juta/gram

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:24 WIB

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

IHSG Masih Jatuh ke Jurang di Jumat Pagi, Bertahan di Level 6.000

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:19 WIB

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Harga Minyak Bangkit Lagi, Damai AS-Iran Masih Abu-abu

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 09:03 WIB

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Profil 'Super-Trader' Danantara Sumberdaya Indonesia, Sang Penyelamat Rp15.400 Triliun

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:44 WIB

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga CPO, Modus Operandinya Lintas Negara

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:19 WIB

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Rekomendasi Saham Saat IHSG Anjlok Parah dan Ketidakpastian Politik

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:47 WIB

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Realisasi KUR Mandiri Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:33 WIB

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Perang Timur Tengah Picu Gejolak Ekonomi Global, Bos BI Waspadai Arus Modal Keluar

Bisnis | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:22 WIB