Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Data Ekonomi AS Positif, Saham Wall Street Naik Lagi

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 26 Februari 2016 | 11:09 WIB
Data Ekonomi AS Positif, Saham Wall Street Naik Lagi
Bursa saham Wall Street di New York, Amerika Serikat [Shutterstock]

Suara.com - Saham-saham di Wall Street memperpanjang kenaikannya pada Kamis (Jumat pagi WIB 26/2/2016), karena para investor mencerna sejumlah laporan ekonomi yang secara umum positif di tengah pemulihan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average melompat 212,30 poin, atau 1,29 persen, menjadi ditutup pada 16.697,29. Indeks S&P 500 berakhir naik 21,90 poin, atau 1,13 persen, menjadi 1.951,70. Indeks komposit Nasdaq bertambah 39,60 poin, atau 0,87 persen, menjadi 4.582,21.

Harga minyak terus menguat pada Kamis (25/2/2016), dengan kedua kontrak minyak mentah AS dan minyak mentah Brent melompat lebih dari dua persen.

Menurut laporan media, para anggota OPEC dan Rusia telah sepakat untuk bertemu pada Maret guna membahas pembatasan produksi minyak mentah di tingkat Januari.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April naik 0,92 dolar AS menjadi menetap di 33,07 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman April naik 0,88 dolar AS menjadi ditutup pada 35,29 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Di sisi ekonomi, pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama manufaktur pada Januari meningkat 11,1 miliar dolar AS, atau 4,9 persen, menjadi 237,5 miliar dolar AS, jauh di atas konsensus pasar, Departemen Perdagangan AS mengumumkan Kamis.

Peningkatan tersebut, dibangun dari dua penurunan bulanan berturut-turut, diikuti penurunan 4,6 persen pada Desember.

"Selain dari volatilitas, pesanan gagal meningkat. Namun, garis datar itu lebih baik dari bagaimana pesanan terlihat bulan lalu. Ini akan memakan waktu satu bulan lagi sebelum kita bisa lebih bersemangat. Boleh dikatakan data saat ini, belum ada bukti tren meningkat," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial.

Sementara itu, dalam pekan yang berakhir 20 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman meningkat 10.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya menjadi 272.000, Departemen Tenaga Kerja mengatakan Kamis.

Di pasar luar negeri, saham Tiongkok jatuh pada Kamis, mencetak kerugian harian terberat pada Februari. Indeks komposit Shanghai menukik 6,41 persen menjadi ditutup pada 2.741,25 poin.

Ekuitas Eropa berabalik naik kuat pada Kamis. Indeks patokan DAX Jerman di Bursa Efek Frankfurt melonjak 1,79 persen, sedangkan indeks patokan FTSE 100 Inggris naik 2,48 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, sering disebut sebagai ukuran ketakutan Wall Street, turun 7,77 persen menjadi berakhir di 19,11 pada Kamis.

Di pasar valas, dolar AS mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang utama karena data ekonomi yang keluar dari negara itu bervariasi.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik ke 1,1024 dolar AS dari 1,1023 dolar di sesi sebelumnya, sementara dolar AS dibeli 112,96 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,77 yen dari sesi sebelumnya.

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange hampir tidak berubah pada Kamis setelah reli tajam selama dua hari.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April turun tipis 0,3 dolar AS, atau 0,02 persen, menjadi menetap di 1.238,80 dolar AS per ounce. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?

Wall Street Pecah Rekor di Tengah Harapan Damainya Perang, Berimbas ke IHSG?

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 07:37 WIB

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 09:25 WIB

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Harga BBM Terancam Naik dan Ganggu Distribusi Obat, Dampak Geopolitik Memanas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 06:42 WIB

Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi

Konflik Timur Tengah Mereda? Harga Minyak Langsung Terkoreksi

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 10:09 WIB

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 15:27 WIB

Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Negosiasi AS-Iran Buntu, Harga Minyak Dunia Membara: Sinyal Bahaya buat BBM Nasional?

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 12:02 WIB

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sinyal Dialog AS - Iran Redam Lonjakan Harga Minyak Dunia

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 10:24 WIB

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Wall Street Masih Terbang Setelah Trump Pede Bisa Damai dengan Iran

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB