Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Industrialisasi Perumahan akan Tingkatkan Program Sejuta Rumah

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 02 Maret 2016 | 19:28 WIB
Industrialisasi Perumahan akan Tingkatkan Program Sejuta Rumah
Gedung Kementerian Pekerjaan Umum. [Suara.com/Adhitya Himawan]

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menilai industrialisasi di bidang perumahan akan mampu mendorong dan meningkatkan program pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat di Indonesia.

"Untuk mewujudkan Program Sejuta Rumah dan mencapai target pembangunan sejuta rumah untuk masyarakat setiap tahun mau tidak mau diperlukan industrialisasi di bidang perumahan. Kami berharap ini bisa diwujudkan sehingga program itu bisa terlaksana dengan baik," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin saat menghadiri Kolokium Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR di Jakarta, Rabu (2/3/2016).

Menurut Syarif, tingginya harga jual perumahan yang dibangun oleh para pengembang baik itu rumah bersubsidi maupun nonsubsidi atau komersial dikarenakan tidak adanya standarisasi bahan material bangunan yang digunakan.

"Jika industrialisasi di bidang perumahan bisa terwujud tentunya pola pembangunan perumahan nantinya tidak akan berbeda jauh antara satu daerah dengan lainnya karena sudah terstandarisasi dengan baik," katanya.

Ia memberikan gambaran, jika kita membangun rumah sekitar 70 persen biaya yang dikeluarkan berasal dari harga material bangunan, maka dengan adanya standarirasi bahan material bangunan mulai dari genteng, pintu, lantai serta dinding pra cetak maka rumah yang terbangun nantinya pun diharapkan bisa lebih murah.

Meskipun demikian, Syarif menambahkan, dirinya berharap Balitbang Kementerian PUPR juga mampu menghasilkan penelitian tentang bahan bangunan yang mudah untuk diaplikasikan dalam pembangunan rumah.

Hal itu, tegasnya, karena keamanan dan kenyamanan penghuni tetap menjadi prioritas utama dan jangan sampai membuat rumah dengan bahan bangunan yang murah tapi dapat membahayakan penghuninya.

"Saya yakin Balibang Kementerian PUPR khususnya Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman dapat menghasilkan penelitian yang baik dan mendorong pengusaha untuk membuat industrialisasi bahan bangunan perumahan," katanya.

Dia memastikan bahwa hasil penelitian itu akan dimanfaatkan untuk Program Sejuta Rumah.

Wajib industrialisasi Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR Arif Sabaruddin menegaskan, industrialisasi perumahan saat ini seperti menjadi sebuah kewajiban karena faktanya kebutuhan rumah semakin besar di Indonesia.

"Jika hanya andalkan sumber daya alam (SDA) yang ada tentunya tidak akan mampu memenuhi kebutuhan bahan bangunan seperti kayu untuk kusen bangunan rumah," katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, pihaknya sedang menyusun pedoman ukuran modular untuk pembangunan rumah.

"Jika kita lihat saat ini pembangunan rumah susun dan rumah tapak masih dibangun tanpa adanya desain yang standar sehingga harganya berbeda-beda, sedangkan hasil modular bangunan yang telah kami buat ternyata lebih murah dalam pembiayaan dan waktu pengerjaan," katanya.

Ia juga menambahkan, industrialisasi perumahan diharapkan juga dapat mempercepat proses serta menghemat biaya dalam proses pembangunan rumah dalam Program Sejuta Rumah. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil

Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 07:44 WIB

Gen Z Ingin Punya Rumah Impian Sendiri, Gimana Caranya?

Gen Z Ingin Punya Rumah Impian Sendiri, Gimana Caranya?

Video | Senin, 12 Januari 2026 | 19:00 WIB

Krisis Hunian Generasi Z dan Harapan Punya Rumah yang Sulit Tergapai

Krisis Hunian Generasi Z dan Harapan Punya Rumah yang Sulit Tergapai

Your Say | Selasa, 06 Januari 2026 | 16:42 WIB

Rumah Subsidi Laris! Realisasi Sudah 221 Ribu Unit dari Kuota 350 Ribu Tahun Ini

Rumah Subsidi Laris! Realisasi Sudah 221 Ribu Unit dari Kuota 350 Ribu Tahun Ini

Foto | Selasa, 18 November 2025 | 09:30 WIB

5 Lokasi Rumah Murah di Cileungsi Harga Mulai 130 Juta, Cocok untuk Milenial Gaji UMR

5 Lokasi Rumah Murah di Cileungsi Harga Mulai 130 Juta, Cocok untuk Milenial Gaji UMR

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 14:03 WIB

Korsel Bangun 1,35 Juta Rumah Baru di Wilayah Seoul, Berapa Harganya?

Korsel Bangun 1,35 Juta Rumah Baru di Wilayah Seoul, Berapa Harganya?

Bisnis | Senin, 08 September 2025 | 08:32 WIB

Harga Rumah Subsidi Naik? Ini 5 Strategi KPR Aman di 2025

Harga Rumah Subsidi Naik? Ini 5 Strategi KPR Aman di 2025

Bisnis | Selasa, 15 Juli 2025 | 20:46 WIB

3 Lokasi Properti Murah di Sekitar Jakarta, Harga Tanah Masih di Bawah Rp 3,5 Juta

3 Lokasi Properti Murah di Sekitar Jakarta, Harga Tanah Masih di Bawah Rp 3,5 Juta

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2025 | 21:20 WIB

Harga Rumah dan Tanah di Sekitar Stasiun Pancoran Barat dan Cikoko, Peminatnya Naik Terus!

Harga Rumah dan Tanah di Sekitar Stasiun Pancoran Barat dan Cikoko, Peminatnya Naik Terus!

Lifestyle | Kamis, 03 Juli 2025 | 06:05 WIB

Harga Rumah dan Tanah di Sekitaran Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi dan Kuningan

Harga Rumah dan Tanah di Sekitaran Stasiun Dukuh Atas, Setiabudi dan Kuningan

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 19:30 WIB

Terkini

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB