Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Hotel Paling Besar Sumbang 'Kekayaan' Yogyakarta

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 06 Maret 2016 | 21:05 WIB
Hotel Paling Besar Sumbang 'Kekayaan' Yogyakarta
Ilustrasi hotel [Shutterstock]

Suara.com - Pajak hotel menyumbang pendapatan terbanyak selama dua bulan pertama 2016. Ini dibandingkan dengan sembilan jenis pajak daerah lain yang dikelola Pemerintah Kota Yogyakarta.

"Target pendapatan dari pajak hotel memang yang paling tinggi. Selama dua bulan pertama 2016, pendapatan dari pajak hotel mencapai Rp20,4 miliar," kata Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Yogyakarta Kadri Renggono di Yogyakarta, Minggu (6/3/2016).

Pemerintah Kota Yogyakarta mengelola 10 jenis pajak daerah. Selain pajak hotel, pemerintah juga mengelola pajak restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, parkir, air tanah, sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan. Serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Pada 2016, total target pendapatan dari seluruh pajak daerah ditetapkan Rp314,3 miliar. Ini mengalami kenaikan Rp30,2 miliar dibandingkan dengan target tahun sebelumnya. Pendapatan terbesar pajak daerah ditargetkan disumbang oleh pajak hotel yang mencapai Rp95,7 miliar.

Namun demikian, kata dia, pendapatan dari sektor pajak hotel dipengaruhi jumlah wisatawan yang menginap di hotel. Pendapatan tertinggi pajak hotel biasanya terjadi pada awal dan akhir tahun atau saat "peak season".

Sepanjang Februari, total pendapatan dari pajak hotel di Kota Yogyakarta tercatat Rp7,8 miliar dan pada Januari mencapai Rp12,6 miliar.

"Pada April atau Mei, biasanya berkurang karena jumlah wisatawan yang menginap juga berkurang," katanya.

Ia menyebut ada sekitar 530 hotel yang menjadi wajib pajak. Selain itu, Kadri optimistis target pendapatan dari sektor pajak daerah pada tahun ini akan tercapai meskipun total capaian target pendapatan dari pajak daerah selama dua bulan pertama 2016 baru mencapai 13,74 persen dari total target.

Selain pajak hotel, jenis pajak lain yang diharapkan mampu menyumbang pendapatan daerah dengan nominal cukup besar di antaranya BPHTB Rp70 miliar, PBB Rp57 miliar, pajak penerangan jalan Rp45 miliar, dan pajak restoran Rp30,5 miliar.

Hingga akhir Februari, persentase tertinggi untuk realisasi pajak daerah dicapai oleh pajak hiburan yang 25,4 persen atau Rp1,78 miliar dari total target Rp7 miliar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keraton Yogyakarta Lantik 260 Abdi Dalem

Keraton Yogyakarta Lantik 260 Abdi Dalem

Lifestyle | Selasa, 09 Februari 2016 | 16:01 WIB

Paku Alam X Bersumpah Lanjutkan Leluhur Mataram

Paku Alam X Bersumpah Lanjutkan Leluhur Mataram

News | Kamis, 07 Januari 2016 | 13:14 WIB

Wapres Jusuf Kalla Bertamu ke Kediaman Raja Yogyakarta

Wapres Jusuf Kalla Bertamu ke Kediaman Raja Yogyakarta

News | Minggu, 03 Januari 2016 | 14:45 WIB

Wapres Jusuf Kalla Rayakan Tahun Baru di Yogyakarta

Wapres Jusuf Kalla Rayakan Tahun Baru di Yogyakarta

News | Jum'at, 01 Januari 2016 | 01:52 WIB

Ribuan Alumni UGM Napak Tilas dari Keraton ke Bulaksumur

Ribuan Alumni UGM Napak Tilas dari Keraton ke Bulaksumur

News | Minggu, 13 Desember 2015 | 10:55 WIB

Jenazah Paku Alam IX Akan Dimakamkan di Girigondo

Jenazah Paku Alam IX Akan Dimakamkan di Girigondo

News | Minggu, 22 November 2015 | 00:14 WIB

Kanjeng Gusti Paku Alam IX Meninggal

Kanjeng Gusti Paku Alam IX Meninggal

News | Sabtu, 21 November 2015 | 17:57 WIB

Belum Ditemukan Kerusakan Akibat Gempa Yogyakarta

Belum Ditemukan Kerusakan Akibat Gempa Yogyakarta

News | Rabu, 11 November 2015 | 21:38 WIB

Nikmati Yogyakarta di "Jogja Street Sculpture Project 2015"

Nikmati Yogyakarta di "Jogja Street Sculpture Project 2015"

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2015 | 09:11 WIB

Gempa 5,2 SR Guncang Yogyakarta

Gempa 5,2 SR Guncang Yogyakarta

News | Kamis, 29 Oktober 2015 | 18:27 WIB

Terkini

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Pakar Sorot Masalah RAPBN 2027: Anggaran K/L Tercekik Demi Program Prioritas

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 14:05 WIB

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Kebun Sawit PTPN Dijarah, Negara Rugi Rp62,6 Miliar

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Pasokan Aman, Bahlil Sebut Jangan Salahkan Batu Bara, Itu Teknis PLN

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 13:47 WIB

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22 WIB

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 12:16 WIB

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB