5 Persen Pendapatan Korporasi Global Terbuang Percuma Tiap Tahun

Adhitya Himawan Suara.Com
Rabu, 09 Maret 2016 | 13:42 WIB
5 Persen Pendapatan Korporasi Global Terbuang Percuma Tiap Tahun
Ilustrasi pendapatan usaha. [Shutterstock]

Suara.com - Setiap tahunnya perusahaan global membuang rata-rata 5% pendapatan dengan sia-sia, menurut hasil penelitian terbaru Chartered Institute of Management Accountants (CIMA). Umumnya kerugian ini disebabkan oleh proyek-proyek yang tertunda -- di mana 75% di antaranya mengakui telah menghabiskan biaya untuk hal ini -- diikuti oleh sistem dan proses yang tidak efisien (74%) serta proyek-proyek yang sudah dimulai namun di tengah jalan dibatalkan (55%).

CIMA melakukan survei terhadap lebih dari 2.000 profesional di bidang keuangan, yang mana setengahnya (50%) mengakui bahwa perusahaannya tidak memiliki strategi untuk mendorong daya saing biaya. Sementara sepertiga (33%) dari respondennya mengklaim hanya ada sedikit atau tidak ada mandat sama sekali di perusahaan mereka yang dapat menekan biaya saat pengambilan keputusan sehari-hari.

Terbukti bahwa terdapat kesenjangan antara ekspektasi dan kenyataan, sebanyak 80% responden yakin bahwa mempromosikan budaya sadar akan biaya merupakan tanggungjawab tim eksekutif mereka. Namun kenyataannya sangatlah kontras, hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 1 dari 4 perusahaan (25%) yang memiliki anggota dewan yang bertugas untuk menjaga daya saing biaya.

Peter Spence, kepala riset manajemen performa CIMA mengatakan dengan tidak adanya budaya sadar akan biaya merupakan ancaman terhadap daya saing , setiap perusahaan bisa menjadi seinovatif atau sekreatif yang diinginkan. "Namun jika biaya produk dan layanan kita terlalu besar, kita tidak dapat memaksimalkan profit kita, dan kita beresiko kalah bersaing dari kompetitor kita yang lebih murah," ujar Peter dalam pernyataan resmi, Rabu (9/3/2016).

"Akan tetapi, biaya tidak selalu tentang murah. Ini juga tentang menanamkan budaya sadar akan biaya, sehingga setiap keputusan, di setiap tingkatan, berfokus pada pengembalian investasi (return on investment)." Melihat kurangnya dorongan dalam perusahaan untuk mengubah kebiasaan buruk ini, sepertiga (32%) responden mengklaim bahwa insentif karyawan tidak dirancang dengan baik untuk mendorong kontrol biaya -- di mana seperempatnya (25%) yakin bahwa strategi pengendalian biaya tidaklah efektif. Sebanyak 36% menyatakan bahwa teknologi dan data analisis tidak digunakan dengan baik dalam perusahaan mereka.

Peter Spence mengatakan: "Penyeimbangan tujuan jangka pendek dan jangka panjang membutuhkan keterlibatan akuntan manajemen, yang memiliki pemahaman mendalam mengenai faktor pendorong biaya, resiko dan nilai di seluruh rantai nilai perusahaan. Anggota CIMA sangat relevan dalam memastikan keberhasilan yang berkelanjutan di dunia bisnis yang selalu mengalami perubahan seperti saat ini, di mana tidak ada kepastian di setiap sisinya." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI