Pemerintah Didesak Benahi Tata Niaga Jagung

Adhitya Himawan

Senin, 14 Maret 2016 | 01:00 WIB
Pemerintah Didesak Benahi Tata Niaga Jagung
Petani memanen jagung di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2016). [Antara/Siswowisodo]

Suara.com - Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI) mendesak pemerintah untuk membenahi tata niaga jagung di tanah air yang dinilai belum menguntungkan petani.

Ketua APJI Sholahuddin, di Lamongan Jawa Timur Minggu (13/3/2016) menyatakan, kebijakan pemerintah pro petani tersebut merupakan bentuk keberpihakan kepada perlindungan nasib petani jagung sebagai wujud pelaksanaan dari Nawa Cita.

"Kami meminta pemerintah agar benar-benar menjaga kebijakan dalam perbaikan tata kelola tata niaga jagung melalui Perum Bulog," katanya di sela-sela acara Panen Raya Jagung dan Gelar Teknologi Pertanian yang berlokasi di areal Taman Teknologi Pertanian Lamongan.

Selain itu, Sholahuddin juga menekankan pentingnya prioritas pemerintah dalam mengurangi impor jagung dan memperbaiki kesejahteraan petani.

Menurut dia, petani jagung sangat mengharapkan tersedianya akses pasar yang terbuka lebar dengan stabilitas tingkat harga jagung yang wajar baik pada saat panen raya ataupun sesudahnya.

"Kami mengapresiasi kebijakan penetapan batas atas dan batas bawah harga jagung oleh pemerintah," ujarnya.

Harga jagung Rp3.500/kg di pasar pada saat panen, tambahnya, merupakan harapan petani agar bisa menikmati keuntungan usaha taninya, sedangkan apabila harga jagung berda di bawah tingkat harga tersebut maka petani akan merugi.

APJI,lanjutnya, meyakini Indonesia akan mencapai swasembada jagung dalam waktu yang singkat, apabila secara terbuka dan bijak melakukan adopsi berbagai teknologi termutakhir di bidang pemuliaan tanaman modern khususnya benih, yakni teknologi rekayasa genetika atau bioteknologi.

Teknologi rekayasa genetika,tambahnya, mampu menghasilkan benih-benih bioteknologi yang adaptif terhadap perubahan iklim dan perlindungan potensi hasil produksi jagung.

"Kita tidak boleh semakin menunda dan semakin terlambat mengadopsi bioteknologi yang telah lama dinantikan oleh petani jagung," katanya.

Sholahuddin menyatakan, saat ini Indonesia sudah tertinggal dibandingkan dengan Vietnam dan Filipina yang telah mengadopsi penanaman secara luas jagung bioteknologi sejak 2014.

Ia mengungkapkan, kebutuhan jagung nasional meningkat sebesar 53 persen dalam lima tahun terakhir yakni dari 1,5 juta ton pada 2010 menjadi 2.3 juta ton pada 2014.

Angka peningkatan yang signifikan tersebut didorong oleh peningkatan kebutuhan pakan ternak yang berbahan baku utama jagung akibat angka pertambahan penduduk yang tinggi di Indonesia.

APJI, yang dideklarasikan pada 7 September 2015 merupakan wadah berhimpunnya para petani jagung dari seluruh Indonesia dalam memperjuangkan kesejahteraan petani dan sekaligus mendukung lonjakan produksi jagung nasional.

Organisasi taniyang diprakarsai berdirinya oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tersebut saat ini beranggotakan 12 juta petani jagung di seluruh tanah air. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

BPDP Dorong Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Perkuat Industri Pangan

BPDP Dorong Hilirisasi Komoditas Perkebunan untuk Perkuat Industri Pangan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Meski Harga Pangan Naik, BI Yakin Inflasi Tetap Sesuai Target

Meski Harga Pangan Naik, BI Yakin Inflasi Tetap Sesuai Target

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Makan Sambal Tak Teras Pedas, Harga Cabai Lagi Mahal Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Makan Sambal Tak Teras Pedas, Harga Cabai Lagi Mahal Masih di Atas Rp100 Ribu/kg

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Cegah Gagal Panen, Siasat Petani Bawang Merah Agar Bebas Hama

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

Stok Beras Bulog 4,5 Juta Ton, Aman untuk Nataru hingga Ramadan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional

Produksi Jagung Jateng Sudah Capai 2,68 juta ton, Kukuhkan Sebagai Lumbung Pangan Nasional

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Bencana Semakin Intens, Bagaimana Negara Cegah Krisis Pangan?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Uang Belanja Jebol, Harga Cabai Rawit Merah Masih di Atas Rp100 Ribu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Terkini

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Pajak Marketplace Mulai Berlaku, Harga Barang Bisa Naik? Ini Kata idEA

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

×