Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Indonesia Incar Timur Tengah untuk Genjot Ekspor

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 27 Maret 2016 | 12:18 WIB
Indonesia Incar Timur Tengah untuk Genjot Ekspor
Aktivitas bongkar muat kapal kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (6/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengincar lima sektor potensial melalui misi dagang terpadu ke Timur Tengah. Ini dilakukan untuk menggenjot kinerja ekspor nasional, khususnya melalui Kuwait dan Oman.

Kami akan fokuskan pada lima sektor, yaitu sektor perdagangan, energi, investasi, perbankan, dan ketenagakerjaan profesional," kata 0Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak dalam keterangan persnya, Minggu (27/3/2016).

Nus mengatakan bahwa negara-negara Timur Tengah menjadi pilihan untuk menggenjot ekspor nasional bukan tanpa alasan mengingat dalam kondisi perekonomian Eropa Barat dan Amerika Serikat yang belum sepenuhnya pulih, Timur Tengah merupakan pasar potensial bagi produk ekspor Indonesia di tengah kelesuan ekonomi global.

Menurut Nus, pemilihan Kuwait dan Oman sebagai negara tujuan misi dagang dikarenakan kedua negara itu memiliki potensi yang besar di kawasan Timur Tengah. Posisi strategis keduanya di kawasan tersebut memungkinkan untuk menjadi hub perdagangan bagi Indonesia dan negara-negara di sekitarnya.

Di samping itu, lanjut Nus, rendahnya harga minyak dunia menyebabkan kedua negara itu mulai mengembangkan sektor industri lainnya.

"Saat ini negara-negara Timur Tengah sedang aktif dan giat melakukan pembangunan nasional dengan meningkatkan fasilitas infrastruktur, transportasi, dan logistik di antara negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC)," kata Nus.

Misi Dagang terpadu tersebut merupakan lanjutan dari kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab pada tanggal 11--15 September 2015 lalu. Kegiatan yang akan dilakukan pada tanggal 27 Maret hingga 1 April 2016 ini akan diisi dengan rangkaian agenda berupa Business Forum, Business Matching (B2B), dan Pertemuan Bilateral.

Pada business forum, delegasi Indonesia akan menyampaikan potensi dan peluang kerja sama Indonesia dengan Kuwait dan Oman di berbagai sektor, utamanya perdagangan, energi, investasi, perbankan, dan tenaga kerja profesional.

Pada business matching, pelaku usaha Indonesia berkesempatan untuk bertemu dengan mitranya dari Kuwait dan Oman. Khusus untuk business matching di Oman, Standard Chartered Bank Oman turut berpartisipasi dengan mengundang mitra bisnisnya.

Sementara itu, pertemuan bilateral dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan kerja sama dan akses pasar antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Kuwait dan Oman (G to G) di sektor perekonomian.

Rangkaian misi dagang ini akan akan diikuti oleh 14 pelaku usaha Indonesia, yang terdiri atas 10 pelaku usaha ekspor, tiga perusahaan penempatan TKI swasta (PPTKIS), serta PT Pupuk Indonesia. Produk-produk yang akan diperkenalkan dan ditawarkan eksportir Indonesia kepada calon mitranya antara lain sprei linen untuk hotel dan rumah sakit, ikan tuna dan makarel, kertas dan produk kertas.

Selain itu, terdapat juga aksesoris kamar mandi, dekorasi yang terbuat dari kerang, alat tulis, detergen, sabun, pelembut, pewangi, mutiara, obat-obatan, peralatan listrik, dan pupuk.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Kuwait pada periode 2011--2015 memperlihatkan pertumbuhan positif sebesar 6,81 persen. Nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Kuwait pada tahun 2015 tercatat sebesar 146,2 juta dolar AS, sementara impor nonmigas Indonesia tercatat sebesar 234,67 juta dolar AS.

Untuk neraca perdagangan nonmigas Indonesia-Oman pada tahun 2015 masih memperlihatkan surplus untuk Indonesia sebesar 97,55 juta dolar AS. Ekspor produk nonmigas Indonesia-Oman pada tahun 2015 mencapai 211,62 juta dolar AS, dan nilai impor produk nonmigas pada periode yang sama mencapai 114,06 juta dolar AS. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura

Tisu Indonesia Masih Diboikot Singapura

Bisnis | Rabu, 02 Maret 2016 | 00:04 WIB

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

HIPMI Wanti-Wanti Hilirisasi Pertambangan Jangan Kandas

Bisnis | Selasa, 01 Maret 2016 | 18:43 WIB

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Sudirman Said Bantah Buka Lagi Keran Ekspor Mineral Mentah

Bisnis | Senin, 29 Februari 2016 | 13:55 WIB

Dirjen Minerba Bantah Ekspor Mineral Mentah Dibuka Kembali

Dirjen Minerba Bantah Ekspor Mineral Mentah Dibuka Kembali

Bisnis | Jum'at, 26 Februari 2016 | 13:24 WIB

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Eximbank Terbitkan Obligasi Senilai Rp4,03 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 20:09 WIB

Sepanjang 2015, Eximbank Salurkan Pembiayaan Rp74,83 Triliun

Sepanjang 2015, Eximbank Salurkan Pembiayaan Rp74,83 Triliun

Bisnis | Selasa, 23 Februari 2016 | 13:14 WIB

Iran Genjot Ekspor Minyak ke Jepang

Iran Genjot Ekspor Minyak ke Jepang

Bisnis | Selasa, 16 Februari 2016 | 07:24 WIB

Pemerintah Diminta Tak Cuma Fokus Eskpor Ikan dan Hasil Laut

Pemerintah Diminta Tak Cuma Fokus Eskpor Ikan dan Hasil Laut

Bisnis | Senin, 15 Februari 2016 | 12:20 WIB

PT Dirgantara Indonesia Ekspor Badan Helikopter ke Prancis

PT Dirgantara Indonesia Ekspor Badan Helikopter ke Prancis

Bisnis | Minggu, 07 Februari 2016 | 18:01 WIB

Masih Bergantung Komoditi, Ekspor Indonesia Sulit Melejit

Masih Bergantung Komoditi, Ekspor Indonesia Sulit Melejit

Bisnis | Minggu, 07 Februari 2016 | 17:21 WIB

Terkini

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Direksi Emiten Tambang Emas AMMN Mundur

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:21 WIB

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Dilema PI 10% Blok Ganal: Antara Hak Daerah dan Beban Investasi Jumbo

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Rupiah Tembus Rp17.645, Garuda Indonesia Kian Berat Menanggung Utang Dolar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:05 WIB