Jangan Keliru, Inilah Bedanya Offshore Leak dan Panama Papers

Adhitya Himawan

Jum'at, 08 April 2016 | 09:14 WIB
Jangan Keliru, Inilah Bedanya Offshore Leak dan Panama Papers
Logo firma Mossack Fonseca di Panama City. (Reuters)

Suara.com - Bocornya dokumen "Panama Papers" telah menggemparkan dunia dalam beberapa hari terakhir. Dokumen tersebut berisi daftar nama orang-orang terkenal dari seluruh dunia yang memiliki rekening di luar negeri. Mulai dari konglomerat papan atas, keluarga kerajaan, dan lain sebagainya

Dokumen Panama Papers juga tak luput membidik sebagian warga Indonesia. Walaupun sampai saat ini belum dipublikasikan secara utuh, ada sederet pengusaha papan atas yang masuk dalam daftar Panama Papers.

Mereka yang masuk dalam daftar Panama Papers adalah para pengusaha yang disinyalir melarikan hartanya ke negara-negara yang dikenal sebagai surge pajak (tax haven) dengan bantuan sebuah kantor firma hukum Mossack Fonseca. Mulai dari Sandiaga Uno, James Riyadi, hingga Riza Chalid, dan masih banyak lagi.

Manuver tersebut dilakukan diduga, walaupun tidak semua, untuk menghindari pajak serta pencucian uang.

Meskipun Panama Papers belum dipublikasikan secara luas, publik kembali dikejutkan oleh munculnya sederet daftar nama yang disinyalir memiliki rekening di luar negeri yang termuat dalam dokumen "Offshore Leak". Nama-nama yang ada pada Offshore Leak lebih luas cakupannya, bukan hanya pengusaha, melainkan juga pejabat, akademisi, jurnalis, hingga aktivis yang terkenal dengan penolakannya terhadap neoliberalisme.

Namun keberadaan dua dokumen ini menimbulkan kerancuan bahwa nama-nama yang ada dalam Offshore Leak seolah sama dengan daftar yang ada pada Panama Papers. Padahal dua dokumen tersebut jelas berbeda meskipun sebagian datanya ada persamaan dan ada yang beda. 

Satu-satunya wartawan asal Indonesia yang terlibat dalam penelusuran data Panama Papers, Wahyu Dhyatmika, menuturkan bahwa Offshore Leak adalah data nasabah yang membuka rekening luar negeri. Data tersebut sudah dibocorkan sejak tahun 2013 dan belum tentu melakukan tindakan ilegal. “Offshore Leak itu data dari sebuah firma hukum dari Singapura. Data ini kemudian bocor dan diinvestigasi oleh  International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ),” kata Wahyu saat dihubungi Suara.com, Jumat (8/4/2016).

Adapun Panama Papers adalah data bocoran baru yang berasal dari firma hukum  Mossack Fonseca dari negara Panama. Para klien itu menyewa jasa perusahaan konsultan hukum ini dengan sejumlah motif. "Jadi nama-nama yang ada pada Offshore Leak tidak semuanya masuk dalam daftar di Panama Papers. Namun, ada beberapa nama yang ada di Offshore Leak sama dengan Panama Papers," ujar jurnalis media TEMPO tersebut.

Wahyu menegaskan bahwa tidak semua nama yang ada pada Offshore Leak terlibat skandal tax avoidance atau penghindaran pajak dan tindak pidana pencucian uang yang dibantu oleh Mossack Fonseca. Sementara itu, nama-nama yang ada pada Panama Papers kebanyakan orang yang mendirikan perusahaan cangkang atau perusahaan offshore untuk tujuan khusus.

Perusahaan cangkang merupakan sebuah struktur korporasi yang bisa digunakan untuk menyembunyikan kepemilikan aset perusahaan.

Dalam laporan ICIJ, total ada 214.488 nama perusahaan offshore di dokumen Panama Papers. Perusahaan-perusahaan itu terhubung dengan orang-orang maupun pengusaha dari 200 negara.

Sampai saat ini nama asal Indonesia yang ada dalam Offshore Leak mencapai 2.961. Adapun yang ada dalam Panama Papers berjumlah 899 nama. "Tapi jumlah nama asal Indonesia dalam Panama Papers itu belum final. Karena bisa saja orang Indonesia mendaftarkan residence dengan alamat dari negara lain. Jadi jumlah itu bisa saja bertambah," jelas Wahyu yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) tersebut.

“Sepertinya kami tidak akan mempublikasikan dokumen Panama Papers secara total kepada publik. Karena memang tidak semua nama yang ada dalam dokumen tersebut melakukan perbuatan yang illegal. Itu akan merusak nama baik sebagian orang yang tidak terindikasi melakukan kejahatan keuangan,” tutup Wahyu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Seni Menjaga Batasan Privasi dengan Tetangga Agar Kebaikan Tak Jadi Tuntutan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:04 WIB

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Review Drawn Together: Kisah Cinta Pengawal Pribadi Penuh Ketegangan Seru!

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 11:00 WIB

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

HUT ke-81 TNI Batal Digelar Meriah di Monas, Upacara Dialihkan Sederhana ke Mabes Cilangkap

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:56 WIB

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Luke Vickery Akhirnya Dapat Panggilan Timnas Indonesia, John Herdman Ungkap Modal Utamanya

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

Kebakaran Hutan Kepung Habitat Gajah Sumatra, Populasinya Kian Kritis

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:55 WIB

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Mengukur Kecocokan Weton Andre Taulany dan Erin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 10:52 WIB

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Komut Antam Ungkap Cadangan Nikel RI Bisa Habis 10 Tahun Lagi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:51 WIB

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

Sebelum Ditangkap KPK, Sirajudin Lasena Hubungi Sejumlah Pihak Swasta di Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:50 WIB

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

Seperti Negara Otoriter! Aturan Izin Publikasi Survei dalam RUU Statistik Dikritik Akademisi

News | Rabu, 23 September 2026 | 10:41 WIB

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Pasar Kripto Kompak Menguat, CFX10 Naik 1,23 Persen

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 10:39 WIB

×