Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.850.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.561,329
LQ45 749,027
Srikehati 347,294
JII 525,953
USD/IDR 17.184

Pembangunan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Pemerintah di 2017

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 13 April 2016 | 18:53 WIB
Pembangunan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas Pemerintah di 2017
Menteri Bappenas Sofyan Djalil. [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Pembangunan proyek-proyek infrastruktur kembali menjadi prioritas kerja pemerintah pada 2017 sehingga alokasi anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara akan diprioritaskan untuk sektor tersebut.

Selain program pembangunan infastruktur, lembaga "think-tank" pemerintah tersebut juga mengusulkan prioritas RKP 2017 menyasar pembukaan secara masif lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan ketimpangan sosial, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Sofyan Djalil di Jakarta, Rabu (13/4/2016).

"Untuk pagu anggaran infrastruktur, masih kita bicarakan dengan Menteri Keuangan. Untuk anggaran pembangunan atau nonoperasional itu kita usulkan Rp700 triliun," kata Sofyan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus).

Sofyan menekankan prioritas pembangunan untuk infrastruktur itu untuk menciptakan efek pengganda ekonomi. Dengan adanya proyek infrastruktur, sektor dunia usaha akan terpacu untuk ekspansi sehingga akan membuka lapangan kerja.

Pembukaan lapangan kerja akan meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga dapat mengurangi jumlah masyarakat miskin. Dengan ada kenaikan pendapatan dan perbaikan ekonomi pada masyarakat miskin, diharapkan tingkat ketimpangan ekonomi berkurang.

Adapun Bappenas masih memasang target yang cukup ambisius untuk 2017. Namun, target itu masih bersifat sementara karena masih dalam pembahasan awal Rakorbangpus.

Tingkat pengangguran ditargetkan dapat berkurang pada 2017 menjadi 5,3-5,6 persen dari posisi di akhir 2015 sebesar 6,18 persen.

Sedangkan, angka kemiskinan 2017 ditargetkan berkurang menjadi 9,5-10,5 persen dari 2015 sebesar 9-10 persen. Adapun tingkat ketimpangan atau gini rasio diharapkan dapat turun ke 3,7 pada 2017 dari level di 2015 sebesar 0,41. Adapun petumbuhan ekonomi 2017 hingga sejauh ini, diproyeksikan sebesar 5,5-2,9 persen.

Instrumen fiskal negara diperkirakan memuat belanja Kementerian/Lembaga di 2017 sebesar Rp849,1 triliun dan belanja non Kementerian/Lembaga sebesar Rp555,7 triliun.

Perubahan Pola Anggaran Dalam RKP 2017 ini, Sofyan mengatakan Bappenas ingn mereformasi pola anggaran dan penylusunan program.

Pemerintah ingin menghapus cara pengalokasikan anggaran berdasarkan fungsi (money follows function) dan menggantinya dengan anggaran berdasarkan program (money follows program).

Perlu diketahui, jika berdasarkan fungsi, alokasi anggaran hanya berdasarkan fungsi satuan kerja masing-masing Kementerian dan Lembaga. Hal itu dinilai sebagai pemborosan dan inefisiensi, karena porsi belanja opersional seperti belanja pegawai akan setara dengan belanja program.

Sofyan mengatakan Bappenas ingin mengarahkan RKP dan APBN 2017 dengan anggaran berbasis program. Dengan begitu, alokasi anggaran yang berasal dari uang masyarakat digunakan sesuai dengan program untuk mencapai tujuan pembangunan.

Mengacu dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang disusun Bappenas, pemerintah membutuhkan dana Rp5.519,4 triliun untuk membangun beragam infrastruktur. Meliputi infrastruktur jalan raya, jalur kereta api, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik, sarana air bersih, transportasi publik, hingga perumahan.

Dari kebutuhan dana sebesar itu, APBN hanya sanggup menyediakan Rp2.215,6 triliun atau 40,14 persen. Sisanya harus dipenuhi oleh APBD sebesar Rp545,3 atau 9,88 persen, dari sektor BUMN Rp1.066,2 triliun atau 19,32 persen. Terakhir dari sektor swasta sebesar Rp1.692,3 triliun atau 30,66 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB

Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera

Bappenas Siapkan Rp56,3 Triliun untuk Bangun Kembali Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera

Foto | Jum'at, 20 Februari 2026 | 21:16 WIB

Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat

Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:36 WIB

Garap Hilirisasi Susu Nasional, Perkebunan Kandangan Gandeng Bappenas Siapkan Model Terpadu

Garap Hilirisasi Susu Nasional, Perkebunan Kandangan Gandeng Bappenas Siapkan Model Terpadu

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 12:47 WIB

Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional

Beton Precast Jadi Solusi Efektif Percepatan Pembangunan Infrastruktur Nasional

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 19:00 WIB

Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua

Bappenas Luncurkan RAPPP 20252029, Babak Baru Percepatan Pembangunan Papua

Bisnis | Rabu, 17 Desember 2025 | 08:26 WIB

Bioekonomi Jadi Strategi Kunci Transformasi RI 2045, Apa Itu?

Bioekonomi Jadi Strategi Kunci Transformasi RI 2045, Apa Itu?

Bisnis | Jum'at, 05 Desember 2025 | 17:56 WIB

Bappenas Sebut Penerapan Manajemen Risiko Menjadi Arah Baru Dalam Tata Kelola Pembangunan Nasional

Bappenas Sebut Penerapan Manajemen Risiko Menjadi Arah Baru Dalam Tata Kelola Pembangunan Nasional

News | Kamis, 06 November 2025 | 10:43 WIB

Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

Mahfud MD Desak Penegakan Hukum Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Whoosh

News | Sabtu, 25 Oktober 2025 | 13:01 WIB

Bappenas Soroti Urbanisasi Indonesia: Kota Tumbuh Tak Terkendali, Produktivitas Rendah

Bappenas Soroti Urbanisasi Indonesia: Kota Tumbuh Tak Terkendali, Produktivitas Rendah

News | Kamis, 23 Oktober 2025 | 12:09 WIB

Terkini

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

MKI dan CIGRE Bahas Teknologi HVDC untuk Interkoneksi Listrik Hijau

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:37 WIB

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Industri Hulu Migas Perkuat Kontribusi, Dorong Penguatan Kapasitas Nasional

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 11:18 WIB

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

OJK Targetkan ETF Emas Meluncur Tahun Ini, Simak Bocorannya

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:49 WIB

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Kurs Rupiah Menguat, Tapi Masih di Level Rp17.000 per Dolar AS Gegara Hal Ini

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:43 WIB

Pegadaian Borong 2 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Pegadaian Borong 2 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:39 WIB

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Pasar Pantau Dialog AS-Iran, Harga Minyak Kembali Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:36 WIB

Tarif Listrik Terbaru Semua Golongan Mulai April 2026

Tarif Listrik Terbaru Semua Golongan Mulai April 2026

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:28 WIB

RUU PPRT Disahkan Hari Ini, Dasco: Kado Hari Kartini, PRT Berhak Dapat BPJS

RUU PPRT Disahkan Hari Ini, Dasco: Kado Hari Kartini, PRT Berhak Dapat BPJS

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 10:16 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Rupiah Menguat ke Rp17.135 per Dolar AS Hari Ini, Dipicu Pelemahan Dolar dan Harga Minyak Turun

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:34 WIB

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Nasib Saham RI Digantung MSCI, Bos BEI Buka Suara

Bisnis | Selasa, 21 April 2026 | 09:22 WIB