Pemerintah Akui Profesi Petani Mulai Ditinggalkan

Adhitya Himawan

Selasa, 03 Mei 2016 | 13:13 WIB
Pemerintah Akui Profesi Petani Mulai Ditinggalkan
Seorang petani menebar pupuk di areal sawah Kelurahan Karang Malang, Jawa Barat. (Antara/Dedhez Anggara)

Suara.com - Kementerian Pertanian menyatakan kebijakan pembangunan pertanian dirumuskan dan diimplementasikan dengan hati-hati demi mencapai target kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (3/5/2016), Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Agung Hendardi menyatakan kehati-hatian itu penting dilakukan karena Indonesia mengalami transformasi struktural sektor pertanian, yang ditandai dengan migrasi penduduk dari sektor pertanian ke nonpertanian.

"Transformasi mau tidak mau pasti terjadi, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Karena itulah sejak awal 2015 pemerintah telah meluncurkan upaya khusus untuk mengembangkan sektor hulu-hilir pertanian," kata Agung.

Adapun kebijakan tersebut pelan-pelan membuahkan hasil. BPS mencatat, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) pada tahun 2015, yaitu 107,44, lebih tinggi dibandingkan tahun 2014 yaitu 106,04.

Dari sisi subsektor, NTUP tanaman pangan, hortikultura dan peternakan juga menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan tahun 2014.

Program hulu pemerintah seperti perbaikan infrastruktur, seperti jaringan irigasi, subsidi pupuk dan bantuan benih melalui optiamasi lahan, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk sebelum dan setelah panen, juga memperlihatkan efek positif terhadap peningkatan efisiensi, produktivitas dan produk usaha tani.

"Kebijakan sektor hulu itu berpengaruh terhadap turunnya ongkos yang harus dibayar petani dalam menjalankan usaha tani. Ini diharapkan dapat mendongkrak kesejahteraan petani," ujar Agung.

Data yang ada di BPS memperlihatkan produksi padi pada 2015 meningkat 6,37 persen dibandingkan tahun 2014, dari 70 juta ton menjadi 75,38 juta ton. Produksi jagung pun mengalami hal yang sama, lebih tinggi 3,17 persen dari tahun 2014, tepatnya dari 19 juta ton menjadi 19,6 juta ton.

Kedelai juga mencatat pertumbuhan produksi dari 905 ribu ton pada 2014 menjadi 963 ribu ton di tahun berikutnya atau meningkat 0,87 persen.

Selain itu, pemerintah menegaskan akan meningkatkan bantuan alsintan berupa traktor, "transplanter" dan "combine harvester", dari 80.000 unit pada 2015 menjadi 100.000 unit pada tahun 2016. Kebijakan ini diprediksi mengurangi ongkos tenaga kerja sebesar 30 persen.

Di sektor hilir, Kementan dan Bulog mengendalikan harga jual gabah petani senilai Rp3.700 perkilogram gabah kering panen, sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP). Hal ini dilakukan untuk menjaga kepastian pendapatan petani yang berujung pada kesinambungan produksi.

Pengendalian itu juga berlaku untuk komoditas lainnya seperti daging sapi, bawang dan cabai dengan perbaikan manajemen waktu dan lokasi tanam.

"Pemerintah juga memperkuat kelembagaan usaha tani untuk mendukung semua upaya pemerintah yang memang dirancang untuk jangka panjang," tutur Agung. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bappenas Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 10% lewat Pertanian dan Hilirisasi

Bappenas Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Tembus 10% lewat Pertanian dan Hilirisasi

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Jabat Wamentan, Alim Ditugaskan Urus Produktivitas Kedelai Hingga Bawang

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 12:26 WIB

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Ekspor Produk Olahan Mau Digenjot, Tapi Industri Agro Masih Terkendala Bahan Baku

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:29 WIB

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Atasi Risiko Kekeringan, Petani Mulai Manfaatkan Pompa Air Tenaga Surya

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare  Lahan Pertanian ke Warga Rempang

Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:54 WIB

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Gunakan Teknologi IoT, Petani Semarang Pantau Tanaman dari Smartphone

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Bukan Cuma Dua Musim, Laboratorium Sedusun Bongkar Mitos lewat Kearifan Gunungkidul

Bukan Cuma Dua Musim, Laboratorium Sedusun Bongkar Mitos lewat Kearifan Gunungkidul

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Lahan Kering Gunungkidul Disulap Jadi Hutan Pangan

Bisnis | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Lepas Jabatan di TNI, Muhammad Saleh Lebih Pilih Wamentan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

Rocky Gerung Kekeh, Pelibatan Tentara di Bidang Pertanian Bukan Bentuk Militerisasi

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Terkini

TEMPEST Akhiri Aktivitas Grup, Hyuk Segera Wamil dan LEW Tinggalkan Agensi

TEMPEST Akhiri Aktivitas Grup, Hyuk Segera Wamil dan LEW Tinggalkan Agensi

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:54 WIB

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Karpet Merah untuk Danantara dan BUMN, Prabowo Setuju Ubah Definisi Kerugian Negara Bukan Korupsi?

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:53 WIB

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Fenomena Brain Drain: Mengapa Talenta Terbaik Indonesia Lebih Pilih Berkarier di Luar Negeri?

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Lebih Hemat Baterai Berkat Modem 5G Baru

Samsung Galaxy S27 Dikabarkan Lebih Hemat Baterai Berkat Modem 5G Baru

Tekno | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:49 WIB

Persija Lama Tak Kalahkan Arema FC, Shin Tae-yong Siap Hapus Rekor Buruk di Bekasi

Persija Lama Tak Kalahkan Arema FC, Shin Tae-yong Siap Hapus Rekor Buruk di Bekasi

Bola | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:48 WIB

Dari Curhat hingga Sindiran: Menelaah Sisi Gelap Akun Menfess Kampus

Dari Curhat hingga Sindiran: Menelaah Sisi Gelap Akun Menfess Kampus

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:45 WIB

3 Urutan Haircare Mustika Ratu untuk Mengurangi Ketombe dan Gatal

3 Urutan Haircare Mustika Ratu untuk Mengurangi Ketombe dan Gatal

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

Asky Rizal Toding Ajudan Gubernur Kaltim yang Arogan Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Awas Provokasi Medsos! Pemkot Makassar Turunkan Pasukan Gabungan Cegah Tawuran Meluas

Awas Provokasi Medsos! Pemkot Makassar Turunkan Pasukan Gabungan Cegah Tawuran Meluas

Sulsel | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

×