Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan

Adhitya Himawan

Selasa, 02 Agustus 2016 | 23:27 WIB
Pasar Saham Asia Menampilkan Sinyal Kelemahan
Bursa saham Tokyo, Jepang, Senin (11/7/2016). [Antara/Reuters]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forextime menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa tingkat inflasi Indonesia di bulan Juli menurun menjadi 3,21 persen secara tahunan. Karena itu, harapan pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia pun meningkat. Sentimen terhadap ekonomi Indonesia tetap bullish dan data domestik yang positif dapat membuat Rupiah semakin berkibar.

"Kita perlu mengingat bahwa optimisme bahwa bank sentral akan mengintervensi adalah salah satu faktor utama yang memperkuat saham global. Karena harapan pasar semakin besar bahwa Bank Indonesia akan melonggarkan kebijakan moneter demi mencapai stabilitas ekonomi dan pertumbuhan, IHSG dapat semakin menguat," kata Lukman dalam keterangan resmi, Selasa (2/8/2016).

Pasar saham berusaha bertahan walaupun bank sentral waspada

Saham global mungkin akan kesulitan untuk terus menguat apabila optimisme tentang intervensi bank sentral untuk menstabilkan situasi finansial mulai pupus. Setelah pekan lalu Bank of Japan ternyata di luar dugaan tidak mengeluarkan stimulus moneter seperti apa yang diharapkan pasar, selera risiko investor sangat tertekan. Pasar Asia menampilkan sinyal kelemahan pada perdagangan hari Senin (1/8/2016) karena kombinasi antara keputusan BoJ dan data manufaktur China yang kurang menggembirakan membuat investor menghindari aset berisiko. Walaupun pasar saham Eropa menguat pekan lalu karena reli saham perbankan, situasi dapat berbalik pekan ini apabila penurunan harga minyak dan ketidakpastian situasi menjadi motivasi bagi investor bearish untuk menyerang.

"Walaupun Wall Street meningkat dengan cukup mengesankan, melambatnya pasar Asia dan Eropa hari ini dapat menghambat reli tersebut," ujar Lukman.

Pasar saham dunia saat ini sangat sensitif dan menghadapi tingkat volatilitas yang tinggi karena bank-bank sentral berdiam diri, ketidakpastian masih bertahan, harga emas merosot, dan pertumbuhan global masih mengkhawatirkan. Salah satu faktor pendorong utama dari reli pasar saham adalah spekulasi mengenai intervensi bank sentral. Namun begitu, mengingat bank-bank sentral ternyata belum juga mengambil tindakan, keberlangsungan reli ini harus dipertanyakan. Investor akan memantau rapat kebijakan Bank of England pekan ini yang dapat menyebabkan pasar global semakin lesu apabila bank sentral ini tidak mengeluarkan tindakan apa pun.

Selain itu, sentimen terhadap ekonomi Inggris sangat terpukul karena PMI manufaktur Inggris bulan Juli anjlok menjadi 48.2 sehingga meningkatkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi negara ini. Manufaktur Inggris sepertinya menanggung dampak negatif yang sangat berat pasca Brexit. Hal ini dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong Bank of England untuk mengambil langkah demi mengembalikan stabilitas ekonomi. Walaupun berdiam dirinya bank-bank sentral masih menjadi masalah bersama di pasar finansial, BoE mungkin harus keluar dari tren ini apabila PMI konstruksi dan PMI jasa pun memburuk. Posisi GBP tetap rentan dan dapat semakin merosot sebelum keputusan suku bunga BoE karena ketidakpastian Brexit mengganggu selera investor terhadap mata uang ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Forextime: Pasar Tunggu Keputusan Bank of Japan

Bisnis | Sabtu, 30 Juli 2016 | 00:28 WIB

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Forextime Sarankan Bank of Japan Perlu Segera Bertindak

Bisnis | Selasa, 26 Juli 2016 | 11:38 WIB

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Forextime Akui Sentimen Global Sempat Terpukul

Bisnis | Jum'at, 22 Juli 2016 | 15:19 WIB

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Forextime Akui Ada Perbaikan Sentimen Ekonomi Terhadap Indonesia

Bisnis | Rabu, 20 Juli 2016 | 18:08 WIB

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Salip Malaysia & Thailand, Indonesia Emerging Market Terbesar

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 12:54 WIB

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Forextime: RUU Pengampunan Pajak Disahkan Dongkrak Sentimen Pasar

Bisnis | Selasa, 12 Juli 2016 | 13:54 WIB

Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit

Forextime Nilai Pasar Global Telah Pulih dari Pengaruh Brexit

Bisnis | Rabu, 29 Juni 2016 | 12:39 WIB

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Forextime: Brexit Jadi Mimpi Buruk Bagi Bank Sentral Jepang

Bisnis | Selasa, 28 Juni 2016 | 12:30 WIB

Forextime Menerbitkan Statistik Server Trading

Forextime Menerbitkan Statistik Server Trading

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 11:49 WIB

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Forextime: Kecemasan Seputar Brexit Menekan Pasar Global

Bisnis | Kamis, 23 Juni 2016 | 08:36 WIB

Terkini

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB