Jual-Beli Valuta Asing Mudah dan Murah dengan Skema P2P E-DINAR

Madinah | Suara.com

Rabu, 10 Agustus 2016 | 00:01 WIB
Jual-Beli Valuta Asing Mudah dan Murah dengan Skema P2P E-DINAR
E Dinar P2P.

Suara.com - Meningkatnya jumlah start-up dan proyek secara tajam belakangan ini membuat sistem pertukaran P2P (peer-to-peer) sering dianggap sebagai skema bisnis biasa yang mulai mendaki posisi puncak sebagai sistem transaksi keuangan terkini.

Dalam sistem E-DINAR pihak pengguna memiliki semua perangkat yang dibutuhkan di tangan mereka, sehingga mereka bisa melakukan pertukaran berbagai valuta asing melalui sistem P2P tanpa perlu membayar biaya transfer dalam jumlah besar.

Sistem ini sangat berguna baik bagi para pelaku bisnis, pengembang start-up, pelajar yang sekolah di luar negeri, maupun para ekspat yang bekerja di negara lain. Mereka kerap kesulitan melakukan transaksi pengiriman uang dan penukaran valuta asing, karena biasanya mereka harus membayar biaya tukar yang besar pada lembaga keuangan.

Lembaga keuangan seperti bank dan perusahaan broker biasanya mematok bunga besar dalam transaksi pengiriman atau penukaran mata uang asing. Belum lagi, pelaku transaksi harus menyerahkan berbagai dokumen sensitif seperti informasi paspor, nomor kartu bank, dan lain-lain. Sistem ini kurang kuat dari segi keamanan, karena bisa saja para broker tersebut melakukan penipuan. Kini, hal itu bukan lagi masalah.

Dengan kehadiran platform P2P, Anda bisa menukar valuta asing dengan cepat dan aman, tanpa memandang lokasi tempat tinggal Anda maupun status keanggotan Anda dalam komunitas ini. Setelah bergabung dalam platform P2P ini, Anda bisa memutuskan sendiri nilai tukar mana yang akan digunakan dalam bertransaksi, dengan mempertimbangkan keuntungan terbesar yang akan Anda dapatkan.

Tentu, bank juga bisa melakukan transaksi serupa. Namun dengan platform P2P Anda bisa mendapat keuntungan langsung dari transaksi serta bisa melakukan jual-beli valuta asing dalam waktu yang sangat cepat, dari hitungan menit hingga hari.

Bagaimana cara melakukan transaksi melalui E-DINAR?

Anda bisa mengunjungi situs p2p.e-dinar.asia, platform online peer-to-peer Asia yang memungkinkan semua pengguna dari dua negara berbeda melakukan transaksi pertukaran keuangan yang bebas dari biaya mahal. Platform ini menyediakan semua perangkat yang dibutuhkan pengguna untuk mengirim uang tanpa mengambil biaya sepeser pun. Transaksi dapat dilakukan antara mata uang kripto (cryptocurrencies) dan uang fiat selama 24 jam.

Platform P2P juga memiliki sistem informasi statistik yang dibuat berdasarkan teknologi blockchain.

Saat ini, E-DINAR dianggap sebagai alternatif paling efisien dan nyaman bagi berbagai lembaga perbankan yang terhubung langsung dengan kantor pemerintah, yang memiliki peraturan serta mekanisme regulasi yang berbeda. Dalam sistem P2P E-DINAR, Anda bisa melakukan transaksi hanya dengan beberapa langkah. Pertama, Anda harus mendaftar dengan jejaring sosial Anda, lalu tulis alamat surel dan nomor telepon. Kemudian, Anda harus mengisi nomor akun Anda serta mengajukan permohonan ‘jual dan beli’.

Aplikasi permohonan Anda akan dimasukkan ke daftar yang berisi lebih dari ribuan pengguna lain yang telah bepartisipasi dalam pertukaran P2P. Pada pertengahan Juni 2016, tercatat lebih dari 150 ribu orang — sebagian besar berasal dari Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa — telah bergabung dengan komunitas E-DINAR. Setiap harinya, mereka melakukan lebih dari seribu transaksi tanpa membayar biaya mahal pada bank. Dalam enam bulan pertama, keuntungan E-DINAR telah mencapai beberapa juta dolar AS.

Platform E-DINAR P2P memungkinkan Anda menukar segala jenis mata uang kripto (cryptocurrencies) internasional, menggunakan lebih dari seratus jenis sistem pembayaran, dan bekerja sama dengan 500 bank internasional papan atas.

Keuntungan lainnya, Anda akan mendapat bonus hingga 0,65 persen per hari transaksi saat menggunakan sistem ini.

Platform ini juga tersedia di coinmarketcap.com, layanan yang memungkinkan Anda memantau jumlah penawaran dan kapitalisasi mata uang kripto E-DINAR Coin dan mata uang lain yang tersedia di platform pertukaran P2P, dinamika biaya yang mereka patok dalam berbagai periode waktu, serta melihat jumlah penawaran yang diajukan. Dalam waktu sehari, sistem pertukaran E-DINAR berhasil menempati peringkat ke-50an di sistem peringkat yang dibuat Сoinmarketcap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Forextime: Yen Jepang Masih Menjadi Pilihan Trader

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 23:22 WIB

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bloomberg Terkoneksi dengan Monitoring Perdagangan Bank Indonesia

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 02:02 WIB

Euro Menguat Tipis di Perdagangan Asia

Euro Menguat Tipis di Perdagangan Asia

Bisnis | Selasa, 29 Desember 2015 | 16:13 WIB

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Inilah Salah Satu Cara untuk Memperkuat Rupiah

Bisnis | Sabtu, 20 Desember 2014 | 18:21 WIB

Terkini

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Turun ke Level Rp16.896

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:49 WIB

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:33 WIB

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:30 WIB

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:20 WIB

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Perketat Pengawasan, Kemnaker Pastikan Aduan THR Tak Berhenti di Meja Administrasi

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:14 WIB

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Aduan THR 2026 Membludak, Kemnaker Tegas: Semua Laporan Wajib Ditindaklanjuti!

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:13 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 09:03 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:59 WIB

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:43 WIB

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 08:41 WIB