Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik

Adhitya Himawan | Suara.com

Jum'at, 09 September 2016 | 10:55 WIB
Forextime: Indonesia Tetap Menjadi Tujuan Investasi yang Menarik
Suasana perdagangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Lukman Otunuga, Research Analyst Forestime menyatakan berbagai indikator domestik Indonesia terus tampak semakin stabil dan meredakan kekhawatiran tentang perlambatan momentum ekonomi. Prospek ekonomi Indonesia secara keseluruhan pun masih tetap menjanjikan. 

"Walaupun berembus wacana bahwa amnesti pajak Indonesia mungkin tak berhasil mencapai target, saat ini masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan dan diperlukan lebih banyak waktu untuk menimbang keefektifan program ini," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2016).

Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik dengan reshuffle kabinet dan investasi asing ke negara ini setelah Brexit sudah melampaui 1,9 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Perhatian pasar akan terarah pada laporan penjualan ritel hari Jumat yang dapat memberi secercah kejelasan mengenai kinerja Indonesia di saat ketidakpastian global seperti ini. Apabila penjualan ritel kali ini masih terus positif seperti data bulan Juni dan melampaui ekspektasi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi semakin menguat.

Rupiah cukup menguat terhadap Dolar AS karena menipisnya harapan peningkatan suku bunga Fed tahun ini. Dari sudut pandang teknikal, USDIDR bearish secara teknikal pada rentang waktu harian. Apabila terjadi breakdown di bawah 13100 maka akan terbuka jalan menuju 13000.

Disis lain, Euro (EUR) mengalami volatilitas sangat tinggi pada hari Kamis (8/9/2016) setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga. Keputusan ini sesungguhnya tidak mengejutkan karena ketidakpastian di pasar global masih terus memaksa bank-bank sentral di dunia untuk berhati-hati mengambil langkah. Zona Euro saat ini berjuang keras untuk mengatasi statisnya pertumbuhan sehingga ECB mengalami tekanan tersendiri untuk membuat kebijakan. Inflasi masih tetap di bawah target 2 persen dan perkembangan eksternal mengekspos Eropa terhadap beragam risiko negatif yang serius. "Sentimen terhadap EUR tetap bearish dan dapat semakinmemburuk seiring dengan meningkatnya spekulasi tentang pelonggaran kebijakan moneter ECB lebih lanjut di masa mendatang demi mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Lukman.

Adapun poundsterling (GBP) merosot di hari Rabu (7/9/2016) setelah Gubernur Bank of England Mark Carney mengatakan bahwa beliau "merasa nyaman" Bank of England mengambil tindakan yang tepat dengan memangkas suku bunga Inggris setelah Brexit. Carney "sepenuhnya tidak menyesal" telah memberi peringatan tentang implikasi Brexit terhadap ekonomi Inggris sebelum referendum dan bahkan mengatakan bahwa langkah BoE berhasil menghalangi dampak Brexit. Walaupun data domestik terkini menampilkan bahwa ekonomi Inggris cukup kuat pasca Brexit, saat ini masih terlalu dini untuk mengukur pengaruh Brexit. Selain itu, hubungan Inggris dengan mitra perdagangan terbesarnya di masa mendatang pun masih mengkhawatirkan.

Pertanggungjawaban laporan inflasi BoE berakhir dengan netral sehingga investor akan kembali meninjau data Inggris untuk memprediksi apakah BoE akan mengeluarkan stimulus tambahan di masa mendatang. Kinerja indikator domestik terkini bervariasi dan kekhawatiran Brexit pun muncul kembali sehingga GBP masih berpotensi melemah. Jika data Inggris terus mengecewakan, maka spekulasi peluncuran stimulus tambahan dari BoE dapat meningkat dan GBP dapat semakin melemah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Forextime: Rupiah Melemah Setelah Laporan NFP yang Mengecewakan

Bisnis | Selasa, 06 September 2016 | 15:47 WIB

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Kurs Rupiah Stagnan di Posisi Rp13.260

Bisnis | Jum'at, 02 September 2016 | 10:59 WIB

Diduga Stres, Eks Skuat Denmark Saat Juara Euro 92 Ini Buat Onar

Diduga Stres, Eks Skuat Denmark Saat Juara Euro 92 Ini Buat Onar

Bola | Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:47 WIB

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Forextime: Sejumlah Mata Uang Asia Melemah

Bisnis | Selasa, 30 Agustus 2016 | 14:49 WIB

Forextime: Jelang Pidato Yellen, Pasar Diwarnai Kegelisahan

Forextime: Jelang Pidato Yellen, Pasar Diwarnai Kegelisahan

Bisnis | Jum'at, 26 Agustus 2016 | 14:49 WIB

Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat

Forextime: Brexit Terbukti Tak Negatif, Poundsterling Menguat

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2016 | 11:49 WIB

Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat

Forextime: Optimisme Meningkat, IHSG Menguat

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:47 WIB

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Rupiah Menguat Jadi Rp13,113 Per Dolar Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 11:11 WIB

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Forextime: Indonesia Terancam Downside Karena Cina Melambat

Bisnis | Kamis, 18 Agustus 2016 | 13:31 WIB

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Juli 2016 Rupiah Terapresiasi 0,55 Persen Terhadap Dolar AS

Bisnis | Selasa, 16 Agustus 2016 | 07:50 WIB

Terkini

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Dongkrak Produksi Migas Nasional

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:36 WIB

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Diam-diam Danantara Beli Saham GOTO, Nilai Transaksinya Dirahasiakan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:18 WIB

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Berapa Besaran Pesangon PHK Menurut UU Cipta Kerja? Pahami Komponen dan Cara Menghitungnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:15 WIB

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Trump Lontarkan Sinyal Damai dengan Iran saat Cadangan Minyak AS Merosot Tajam

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:57 WIB

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

BSI Tunjuk Bos Besar MUI jadi Komisaris, Dulu Pernah Kritik Prabowo Agar Keluar dari BoP

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:56 WIB

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:33 WIB

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:31 WIB

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:22 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:18 WIB

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:15 WIB