Menaker Hanif Minta Jerman Kirim Instruktur Vokasi di Indonesia

Adhitya Himawan

Jum'at, 21 Oktober 2016 | 14:24 WIB
Menaker Hanif Minta Jerman Kirim Instruktur Vokasi di Indonesia
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri bertemu Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Jerman, Yasmin Feheemi, di Berlin, Jerman Rabu (19/10/2016). [Dok Kementerian Tenaga Kerja]

Pemerintah RI makin gencar menggenjot pelatihan vokasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Salah satunya dengan menggandeng pemerintah Jerman. Belum lama ini Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menggelar pertemuan dengan Wakil Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Jerman, Yasmin Feheemi, di Berlin (Rabu, 19/10/2016). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Jerman Joachim Gauck serta Kanselir Jerman Angela Merkel beberapa waktu sebelumnya.

"Pelatihan vokasi di Jerman menjadi rujukan Indonesia dalam mengembangkan pelatihan vokasi. Kita akan senang jika pemerintah dan industri di Jerman dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya instruktur pelatihan vokasi di berbagai bidang yang menjadi prioritas Indonesia, seperti maritim, pariwisata, industri dan pertanian. Lebih cepat dikirim lebih baik", ujar Menteri Hanif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Menurut Hanif, Jerman juga layak dijadikan model dalam hal pelibatan industri dan sektor swasta guna mendukung produksi SDM yang kompatibel dengan kebutuhan industri  melalui skema pelatihan kerja.

Pelatihan kerja di Jerman banyak diinvestasikan oleh swasta. Angkanya mencapai 70 persen dari total investasi SDM di Jerman, dengan nilai miliaran euro  tiap tahun. Pemerintah Indonesia berharap pihak swasta di tanah air terlibat aktif sebagaimana keterlibatan aktif pihak swasta di Jerman. Indonesia juga minta bantuan pemerintah Jerman untuk mendorong perusahaan-perusahaan Jerman di Indonesia agar membantu pemerintah menggenjot pelatihan vokasi, sehingga mampu menghasilkan SDM yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Di Jerman, justru perusahaan dan industri yang aktif melakukan pelatihan kerja. Mereka membantu pengadaan mesin dan peralatan latihan, menyediakan instruktur, serta memberikan pendanaan bagi peserta pelatihan. Tiap tahun mereka mengeluarkan sampai miliaran euro, karena perusahaan dan industri berkepentingan untuk mendapatkan tenaga kerja terlatih dan profesional guna mendukung daya saing industri di Jerman," kata Menteri Hanif mengutip penjelasan Yasmin Faheemi.

Saat ini, masalah ketenagakerjaan yang dihadapi Indonesia adalah angkatan kerja yang didominasi lulusan SD-SMP hingga mencapai 62 persen. Pemerintah berkeyakinan, pelatihan kerja (vokasi) menjadi terobosan untuk meningkatan relevansi produksi SDM dengan kebutuhan industri, sekaligus untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di pasar global.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Hanif menyampaikan tiga permintaan kepada Pemerintah Jerman. Pertama, bantuan instruktur pelatihan yang sesuai dengan bidang prioritas pemerintah Indonesia. Diantaranya adalah bidang maritim, pariwisata, industri dan pertanian.

Kedua, bantuan kerja sama agar perusahaan Jerman di Indonesia terlibat dalam pengembangan pelatihan vokasi di tanah air. Termasuk dalam hal ini adalah pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri, pengakuan standar kompetensi dan sertifikasi profesi, pemagangan di perusahaan Jerman, serta penempatan lulusan pelatihan dari Balai Latihan Kerja (BLK).

Ketiga, bantuan kerja sama riset praktis dengan mensinergikan pemerintah, industri dan perguruan tinggi guna menghasilkan profil tenaga kerja terlatih yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan industri serta perubahan karakter pekerjaan di masa mendatang (future of work).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Yasmin menyampaikan segera membahas dan menindaklanjuti pertemuan tersebut, serta sekaligus mengundang Menaker Hanif untuk hadir pada pertemuan puncak G-20 pada bulan Mei 2017 dimana Jerman bertindak sebagai ketua sekaligus tuan rumah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sertifikasi Tenaga Kerja Diperlukan untuk Dongkrak SDM

Sertifikasi Tenaga Kerja Diperlukan untuk Dongkrak SDM

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2016 | 19:42 WIB

Lebih 2 Juta Tenaga Kerja di Indonesia Terserap Tahun Ini

Lebih 2 Juta Tenaga Kerja di Indonesia Terserap Tahun Ini

Bisnis | Minggu, 09 Oktober 2016 | 00:05 WIB

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:28 WIB

Waspadai Praktik Penipuan Penerimaan Tenaga Kerja

Waspadai Praktik Penipuan Penerimaan Tenaga Kerja

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 01:22 WIB

Inilah 5 Jalur Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia versi BNP2TKI

Inilah 5 Jalur Pengiriman TKI Ilegal ke Malaysia versi BNP2TKI

News | Senin, 03 Oktober 2016 | 17:02 WIB

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

Komisi IX DPR Gelar RDP dengan BNP2TKI

DPR | Senin, 03 Oktober 2016 | 16:57 WIB

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Malaysia Akhirnya Komitmen Lindungi TKI

Bisnis | Sabtu, 24 September 2016 | 00:19 WIB

Penduduk Usia Produktif Indonesia 2040 Diprediksi 195 Juta Orang

Penduduk Usia Produktif Indonesia 2040 Diprediksi 195 Juta Orang

Bisnis | Rabu, 14 September 2016 | 07:31 WIB

Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Malas Jika Disubsidi

Jokowi: Masyarakat Indonesia akan Malas Jika Disubsidi

Bisnis | Sabtu, 03 September 2016 | 19:53 WIB

RUU Jasa Konstruksi Perketat Izin Kerja Pekerja Asing

RUU Jasa Konstruksi Perketat Izin Kerja Pekerja Asing

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 16:33 WIB

Terkini

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:22 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×