Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tax Amnesty Sukses, DJP : Bukti Kalau Masyarakat Belum Taat Pajak

Adhitya Himawan | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 15 November 2016 | 13:51 WIB
Tax Amnesty Sukses, DJP : Bukti Kalau Masyarakat Belum Taat Pajak
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi melakukan sosialisasi tax amnesty di Pusat Perbelanjaan ITC Mangga Dua, Jakarta, Selasa (1/11). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengklaim bahwa program tax amnesty atau pengampunan pajak yang diselenggarakan oleh pemerintah dinilai sukses.

Hal tersebut dilihat dari nilai pernyataan harta mencapai angka sekitar Rp4ribu triliun. Namun kondisi tersebut menggambarkan selama ini  ‎masyarakat Indonesia belum taat pajak.

‎Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga Saksama‎ mengatakan, keberhasilan program tax amnesty tersebut menunjukkan, selama ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak taat pajak karena kurang kesadaran dalam membayar pajak.

"Tax amnesty kita sukses, ada Rp4 ribu triliun harta wajib pajak dideklarasikan dalam tax amnesty. Artinya apa harta mereka tidak pernah dilaporkan, selama ini kepatuhan kurang," kata Hestu di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Rendahnya taat pajak masyarakat Indonesia juga terlihat dari rasio pajak Indonesia yang baru 11 persen. Sedangkan negara tetangga yaitu Malaysia sudah 14-15 persen.

"Kalau dibandingkan dengan negara lain, kita tergolong sangat rendah. Berarti selama ini banyak masyarakat yang belum taat pajak," tegasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap, dengan adanya tax amnesty ini masyarakat bisa lebih taat dalam membayar pajak. Pasalnya, saat ini pajak menjadi ujung tombak penerimaan negara dengan porsi 65 persen di antara sumber penerimaan lainnya.

"Perpajakan kita saat ini mengambil porsi penting bagi kelangsungan bangsa kita. Jadi kami berharap tax amnesty ini bisa berhasil, dan menumbuhkan budaya baru yakni taat membayar pajak," tegasnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dari 250 Juta Penduduk Indonesia, Baru 25 Juta yang Punya NPWP

Dari 250 Juta Penduduk Indonesia, Baru 25 Juta yang Punya NPWP

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 12:32 WIB

Misbakhun Desak Indonesia Bentuk Badan Penerimaan Negara

Misbakhun Desak Indonesia Bentuk Badan Penerimaan Negara

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 11:57 WIB

DJP: Uang Tebusan Amnesti Capai Rp98,3 Triliun

DJP: Uang Tebusan Amnesti Capai Rp98,3 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 November 2016 | 00:08 WIB

Dirjen Pajak Ajak UMKM Lupakan Masalah Pajak Masa Lalu

Dirjen Pajak Ajak UMKM Lupakan Masalah Pajak Masa Lalu

Bisnis | Senin, 14 November 2016 | 17:55 WIB

Pemerintah Minta Pelaku UMKM Bisa Jadi Pahlawan Pajak

Pemerintah Minta Pelaku UMKM Bisa Jadi Pahlawan Pajak

Bisnis | Jum'at, 11 November 2016 | 13:33 WIB

Ini Respon Sri Mulyani Soal Dana Repatriasi Masih Rendah

Ini Respon Sri Mulyani Soal Dana Repatriasi Masih Rendah

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 16:28 WIB

Panglima TNI: Peranan Pajak Vital Bagi Ketahanan Bangsa

Panglima TNI: Peranan Pajak Vital Bagi Ketahanan Bangsa

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 14:56 WIB

Tax Amnesty di Indonesia Bikin Negara Lain Jadi Pusing

Tax Amnesty di Indonesia Bikin Negara Lain Jadi Pusing

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 14:09 WIB

Dirjen Pajak Minta Google Selesaikan Pembayaran Pajak Tahun ini

Dirjen Pajak Minta Google Selesaikan Pembayaran Pajak Tahun ini

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 14:05 WIB

Dirjen Pajak Akui Kekayaan Indonesia Jadi Rebutan Negara lain

Dirjen Pajak Akui Kekayaan Indonesia Jadi Rebutan Negara lain

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 13:24 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB