Apa Kata Sri Mulyani Tentang Perekonomian 2017?

Ruben Setiawan Suara.Com
Minggu, 27 November 2016 | 02:59 WIB
Apa Kata Sri Mulyani Tentang Perekonomian 2017?
Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo (Antara)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan risiko global masih membayangi kondisi perekonomian pada 2017, sehingga upaya untuk mengatasi perlambatan tersebut harus dilakukan.

"Secara ringkas, tahun depan ketidakpastian ekonomi masih berlanjut. Negara maju dan berkembang sama-sama mengalami situasi harus menjaga risiko ke bawah," kata Sri Mulyani dalam pelatihan wartawan, di Sentul, Bogor, Sabtu.

Sri Mulyani menjelaskan potensi risiko itu hadir setelah pemilihan Presiden AS berlangsung, karena dunia masih menebak-nebak arah kebijakan Presiden terpilih Donald Trump dan rencana Bank Sentral AS (The Fed) untuk menyesuaikan suku bunga acuan.

Selain itu, tahun depan, dua negara dengan tingkat ekonomi stabil di Eropa sama-sama akan melaksanakan pemilihan umum, dan apa pun hasilnya bisa ikut mempengaruhi arah kebijakan politik maupun ekonomi di kawasan tersebut.

"Tahun depan ada 'election' di Jerman dan Prancis, dua negara terbesar di Uni Eropa, yang apa pun pilihannya, itu bisa mempengaruhi kebijakan dan bisa menimbulkan risiko karena adanya ketidakpastian politik," kata Sri Mulyani.

Risiko lainnya berasal dari perlambatan ekonomi di Tiongkok yang saat ini sulit untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi seperti beberapa tahun lalu, karena dampaknya bisa menurunkan kinerja sektor perdagangan nasional.

Karena itu, menurut Sri, salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi gejolak ekonomi global pada 2017 adalah menjaga sumber pertumbuhan ekonomi domestik dengan memperkuat konsumsi rumah tangga dan investasi.

Upaya lainnya dengan memperkuat ketahanan fiskal melalui penyusunan APBN yang kredibel dan realistis, agar bisa menjadi stimulus serta berkoordinasi dengan otoritas moneter sehingga kebijakan yang dihasilkan makin memperkuat fondasi perekonomian.

"Dari sisi eksternal pengaruhnya menimbulkan risiko besar, maka kita harus berhati-hati untuk menjaga sisi domestik, agar kalau ada gejolak eksternal tidak merembes ke ekonomi nasional," kata Sri Mulyani lagi.

Pemerintah sebelumnya memberikan asumsi pertumbuhan ekonomi 2017 dalam APBN sebesar 5,1 persen, dengan mempertimbangkan berbagai risiko seperti volatilitas pasar keuangan dan negara maju yang melakukan proteksionisme.

Kemudian, risiko lainnya adalah melambat perekonomian negara berkembang terutama yang bersumber dari moderasi Tiongkok serta ketidakpastian permasalahan geopolitik. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI