Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Naik 23,41 Persen

Ririn Indriani | Suara.com

Minggu, 27 November 2016 | 07:10 WIB
Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Naik 23,41 Persen
Ilustrasi kerajinan khas Indonesia.

Suara.com - Bali memperoleh devisa dari ekspor kerajinan berbahan baku bambu sebesar 7,59 juta dolar AS selama sembilan bulan, periode Januari-September 2016, naik 23,41 persen dari 6,15 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Sedangkan dari segi volume meningkat 4,47 persen dari 4,45 juta unit pada sembilan bulan pertama 2015 menjadi 4,65 juta unit pada periode yang sama 2016," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Made Suastika di Denpasar, Minggu (27/11/2016).

Ia mengatakan, pengapalan aneka jenis kerajinan berbahan baku bambu dari segi perolehan devisa jauh lebih besar dibandingkan peningkatan volume itu menunjukkan hasil sentuhan tangan-tangan terampil perajin Bali dihargai semakin mahal.

Kerajinan anyaman berbahan baku bambu itu mampu memberikan kontribusi 1,87 persen dari total nilai ekspor Bali sebesar 406,31 juta dolar AS selama sembilan bulan pertama 2016, meningkat 13,75 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya tercatat 357,199 juta dolar AS.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali sebelumnya pernah mengajak delapan perajin bambu dari Kabupaten Bangli untuk mengadakan studi banding ke sentra pengembangan kerajinan bambu di Jawa Timur.

Studi banding yang dilaksanakan itu sebagai upaya meningkatkan wawasan, kreativitas dan rancang bangun (desain) dalam meningkatkan mutu hasil kerajinan bahan baku bambu.

Made Suastika menambahkan, pihaknya juga melakukan pelatihan desain dan diversifikasi produk kerajinan bambu melibatkan para perajin dan usaha jenis kerajinan tersebut.

Kerajinan berbahan baku bambu yang menembus pasaran luar negeri itu antara lain berupa tempat koran, bakul, topi berbentuk kerucut, dompet dan hiasan untuk kamar tamu rumah tempat tinggal maupun hotel.

Selain itu juga ada berupa patung dan aneka jenis cenderamata lainnya yang dibuat dari akar bambu.

Aneka jenis hasil kerajinan dari bahan baku bambu itu paling banyak diserap pasar Amerika Serikat yakni 25,23 persen, menyusul Jepang 15,35 persen, Singapura 0,24 persen, Australia 6,98 persen, Thailand 0,11 persen, Jerman 2,79 persen, Hongkong 0,10 persen, Perancis 6,76 persen, Spanyol 5,15 persen dan Inggris 4,56 persen.

Sedangkan 32,75 persen sisanya menembus berbagai negara lainnya berkat cenderamata hasil sentuhan perajin Bali mampu bersaing di pasar ekspor. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Mengais Rejeki Melimpah dari 'Emas Hijau' Bambu

Bisnis | Sabtu, 23 Januari 2016 | 10:36 WIB

Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen

Nilai Ekspor Kerajinan Perak Bali Naik 189 Persen

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2015 | 09:48 WIB

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Ekspor Kerajinan Bambu dari Bali Melorot

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2015 | 12:11 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB