Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Kemendag Akui Pertumbuhan UMKM Makin Signifikan

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 07 Desember 2016 | 23:45 WIB
Kemendag Akui Pertumbuhan UMKM Makin Signifikan
Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Gedung SMESCO, Jakarta, Kamis (2/17/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi sektor penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Perbedaan mendasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, terletak pada modal dan hasil penjualan yang diperoleh. Usaha Mikro maksimal memiliki modal Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), sedangkan modal usaha Kecil dan Menengah maksimal masing-masing sebesar Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). Dari sisi hasil penjualan per tahun, Usaha Mikro maksimal sebesar Rp 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah), Usaha Kecil Rp 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah) dan Usaha Menengah Rp 50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

UMKM dalam melakukan usahanya harus memiliki bukti legalitas usaha dalam bentuk: Surat izin usaha, Tanda bukti pendaftaran, atau Tanda bukti pendataan. Perizinan untuk UMKM dilaksanakan dengan penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) adalah tanda legalitas kepada seseorang atau pelaku usaha/kegiatan tertentu dalam bentuk satu lembar.

"IUMK dimaksud untuk memberikan kepastian hukum dan sarana pemberdayaan serta kemudahan akses dalam pelayanan untuk mengembangkan UMKM," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan, Tjahya Widayanti, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2016).

Kinerja Sektor UMKM dalam Mendorong Perekonomian Nasional

Hingga tahun 2015 jumlah unit usaha Mikro dan Kecil terus mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data yang dipublikasi oleh BPS, pada tahun 2015 jumlah unit usaha Mikro paling banyak dari bidang usaha Makanan dengan pangsa 44 persen; Kayu, Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Anyaman dari Bambu, Rotan dan sejenisnya (20 persen); dan Pakaian jadi (11 persen). Sedangkan jumlah unit usaha Kecil paling banyak dari bidang usaha Makanan dengan pangsa 33 persen; Pakaian Jadi (16 persen); dan Barang galian bukan logam (11 persen). Jumlah unit usaha Mikro dan Kecil masing-masing meningkat dengan rata-rata 6,42 persen dan 2,13 persen per tahun selama periode 2010-2015. Hal ini menunjukkan minat masyarakat untuk membuka usaha sendiri masih tinggi.

Dari sisi nilai output yang dihasilkan oleh unit usaha Mikro dan Kecil menunjukkan bahwa, pertumbuhan nilai total output dari usaha Mikro rata-rata selama periode 2010-2015 sebesar 40,75 persen per tahun, sedangkan nilai output dari usaha Kecil meningkat rata-rata 37,86 persen per tahun . Kontribusi pertumbuhan nilai output usaha Mikro pada tahun 2015 paling tinggi berasal dari bidang usaha Makanan dengan pangsa 44 persen; Kayu, Gabus (Tidak Termasuk Furnitur) dan Anyaman dari Bambu, Rotan dan sejenisnya (11 persen); dan Pakaian jadi (9 persen).

"Sementara itu, nilai output usaha Kecil yang terbesar juga didominasi dari bidang usaha Makanan dengan pangsa 43 persen, selanjutnya bidang usaha Pakaian jadi (14 persen) dan Furnitur (9 persen)," tutup Tjahja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPBI Anggap RCEP akan Dongkrak Pengangguran di Indonesia

KPBI Anggap RCEP akan Dongkrak Pengangguran di Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 03:00 WIB

Australia akan Perkuat Pengembangan Sapi di Indonesia

Australia akan Perkuat Pengembangan Sapi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 00:34 WIB

Mendag Klaim RCEP Bawa Dampak Positif Pada Ekonomi Global

Mendag Klaim RCEP Bawa Dampak Positif Pada Ekonomi Global

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 00:25 WIB

Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK

Jaga Pasokan Pangan, Kemendag Luncurkan Integrasi SRG dan PLK

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 21:36 WIB

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

IKM Manfaatkan Teknologi Digital Dongkrak Ekonomi 2 Persen

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 04:18 WIB

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Produksi Karet Alam Indonesia di 2016 Diprediksi 3,1 Juta Ton

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 03:18 WIB

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Harga Referensi CPO Naik USD 6,24, BK Kakao 5Persen

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 14:18 WIB

Investasi UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia

Investasi UMKM Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 14:37 WIB

KADI Putuskan Impor CRS dari 6 Negara Ini Bukan Dumping

KADI Putuskan Impor CRS dari 6 Negara Ini Bukan Dumping

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 12:13 WIB

Jokowi akan Kunjungi Pesantren Wirausaha di Sidoarjo

Jokowi akan Kunjungi Pesantren Wirausaha di Sidoarjo

Bisnis | Senin, 28 November 2016 | 06:45 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB