Array

Kontrak WIKA di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp57 Triliun

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 19 Desember 2016 | 12:01 WIB
Kontrak WIKA di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp57 Triliun
Groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1). [Antara]

PT Wijaya Karya (WIKA) secara resmi mengumumkan perolehan kontrak pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung senilai 4,3 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) atau  setara Rp57 triliun. Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya, mengumumkan perseroan telah mendapatkan surat resmi penunjukkan sebagai perusahaan konsorsium kontraktor pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Surat penunjukkan terhadap BUMN Karya tersebut tertuang dalam surat bernomor No.0037/CA-4/KCIC/8.12.16 tertanggal 15 Desember 2016. Pada konsorsium tersebut, perseroan memiliki porsi sebesar 30 persen dari total nilai kontrak sebesar 4,3 miliar Dolar AS. Jumlah ini belum termasuk pajak pertambahan nilai, Untuk meng-ingatkan, nilai investasi proyek kereta cepat itu mencapai 5,13 miliar Dolar AS atau setara Rp70,8 triliun.

"Dana investasi itu akan dipenuhi dari setoran modal sebesar 25 persen dari pemegang saham KCIC dan sisanya, sekitar 75 persen akan dibiayai dari pinjaman perbankan," kata Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, dalam keterangan tertulis, Senin (19/12/2016).

Disisi lain, BUMN minerba, PT Timah (TINS) tahun ini masih diuntungkan tren kenaikan harga komoditas logam timah. BUMN ini harusnya bisa merasa aman untuk proyeksi tahun depan. Pihak manajemen TINS belum bisa memastikan dampaknya akan melemahkan atau justru menguatkan harga timah.

"Yang jelas, tren kenaikan harga yang su-dah dirasakan pada pertengahan tahun ini sudah mendorong pertumbuhan harga jual rata-rata timah TINS ke 21.000 Dolar AS per ton," ujar Hans.

Dari sisi kinerja, biaya produksi TINS hingga kuartal tiga tahun ini mencapai Rp 3,42 triliun, menyusut dari periode sama tahun lalu Rp 3,82 triliun berkat efisiensi. Mereka menghen-tikan fasilitas produksi yang tidak efisien. Imbasnya, kinerja keuangan TINS terkerek dari kenaikan harga timah dan efisiensi biaya. Laba TINS juga mening-kat empat kali lipat pada kuartal III jadi Rp 50,6 miliar dari Rp 10,3 miliar di periode sama tahun lalu. Lonjakan laba ini terjadi di tengah penurunan penjualan 9 persen jadi Rp4,68 triliun dari Rp5,14 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI